"Assalamu'alaikum, Via pulang!"
"Wa'alaikumsalam." Jawab Bi Ani.
"Ibu kemana Bi?"
"Ibu lagi ke butik, tadi habis jemput Vio langsung berangkat terus Vio ikut."
"Oh ya udah, Via ke atas dulu ya Bi."
"Enggak makan dulu?"
"Iya nanti habis Via mandi."
Via menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2. Via merebahkan badannya di atas kasurnya yang empuk. Sambil memejamkan matanya, tiba-tiba ada bayangan Resa yang sedang tersenyum manis. Semanis gulali di pameran, eh.
"Anjir kenapa gue mikirin Resa?Efek jatuh cinta emang gini ya?"
Lalu Via akhirnya mandi dan berganti baju. Via memakai kaos berwarna hitam dan celana selutut. Via turun ke bawah dan ternyata Ibunya yang sudah pulang sedang duduk menonton TV bersama Adiknya.
"Eh Ibu udah pulang?"
"Iya Kak. Kamu udah makan belum?"
"Belum, ini juga baru mau makan."
"Oh ya udah, sana makan dulu gih."
Via mengambil sepiring nasi dan lauknya lalu Via membawa makanannya menuju ruang tamu.
Sambil menyantap makanannya, Via bertanya kepada Ibunya.
"Bu, Via ada tugas makalah terus Via mau ngeprint tapi printernya rusak. Warnet deket sini dimana ya Bu?"
"Kan saking jarangnya keluar rumah, kamu enggak tau warnet deket sini dimana." Jawab Reva sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya nih, Kak Via ngurung terus di dalem rumah. Vio aja tau warnet deket sini dimana." Jawab Vio.
"Kan Via sibuk sekolah, lagian mager juga lah keliling komplek hehe. Emang warnet deket sini dimana?"
"Deket rumah Tante Nala." Jawab Vio.
"Hah?Serius?Anter yuk Dek?" Tanya Via semangat.
"Halah, mentang-mentang deket sama rumah Resa aja semangat." Ledek Reva kepada anaknya.
Karena memang toko kue Bundanya Resa berada di pinggir rumah Resa. Jadi Via bisa sekalian modus melewatinya.
"Hehe Ibu sa ae ah." Jawab Via terkekeh.
"Ya udah, makannya cepet keburu malem."
"Iya Bu."
"Bu, tau enggak?Tadi pagi Kak Via dibonceng sama Kak Resa loh." Vio menceritakan kejadian tadi pagi kepada Reva.
"Yang bener?Kok bisa sih?" Tanya Reva penasaran.
Via auto kaget, Vio kompor amat sih buset dah.
"Adik aing laknat banget emang." Batin Via kesal.
"Ah-eh itu Resa tadi pagi enggak sengaja lewat depan rumah pas Via nunggu Ayah terus dia ngajak bareng jadi ya udah Via terima dengan senang hati hehe."
"Ah kamunya itu mah yang kesenengan kan dibonceng sama Resa." Kata Reva menggoda Via.
"Ah Ibu mulai deh." Rengek Via.
Reva dan Vio hanya tertawa melihat Via yang mukanya merah. Setelah selesai makan, Via bersama Vio akhirnya jalan menuju warnet. Saat melewati depan toko kue Nala. Via melihat Nala. Sebagai calon menantu yang baik harus menyapa calon mertua dong.
"Hai Tante." Sapa Via.
"Eh Via sama Vio mau kemana?" Tanya Nala.
"Mau ke warnet Tan, Kak Via mau ngeprint." Jawab Vio.

KAMU SEDANG MEMBACA
Half A Heart
Teen FictionViarsa Adelia Pradipta, gadis ceria yang entah mengapa bisa jatuh cinta secepat ini. Hanya karena pertemuan tak disengaja, dia bisa menyimpulkan bahwa dia jatuh cinta. Dan dia mempercayai 'jatuh cinta pada pandangan pertama'. Resa Rajendra, lelaki t...