Hari ini Resa berangkat sekolah seperti hari biasanya. Dia menaiki motor sport hitam kesayangannya. Saat melewati rumah Via ia melihat bahwa mobil yang biasanya Ayah Via pakai tidak ada.
"Mungkin Via udah berangkat sekolah." Batin Resa.
Lalu ia melajukan motornya menuju SMA 3. Setelah beberapa menit, Resa tiba di sekolah. Dia sebenarnya bukan anak badboy, Resa anaknya rajin dan pintar di kelas serta dia famous di sekolahnya apalagi di kalangan perempuan. Bagaimana tidak terkenal seantero sekolah kalau ternyata Resa adalah kapten tim basket SMA 3.
"Weh bapak kapten datang guys." Itu Agil teman sebangkunya Resa.
"Silahkan duduk Pak." Kata Andre sambil menepuk kursi milik Resa.
"Tumben Andre pagi gini udah datang?" Tanya Resa.
"Biasanya juga gue pagi kok Res." Kata Andre.
"Eh lo datang siang mulu, kalau pagi paling tiap ada PR doang supaya lo bisa nyontek." Ejek Agil.
"Bener tuh, makanya gue heran tumben amat datang pagi." Kata Resa.
"Hehe tau aja lo. Gue liat PR dong bapak kapten." Pinta Andre sambil memasang muka melas.
"Muka lo kagak usah di melas-melasin, kasian tambah melas." Kata Resa sambil memberi buku tulisnya.
"Eh lo sekalinya ngomong tajam amat setajam silet. Sakit nih hati gue." Kata Andre sambil memegang dadanya. Lebay ah.
Agil hanya tertawa melihat Andre yang diejek oleh Resa. Mereka bertiga sudah sekelas selama 2 tahun dan sama-sama bergabung dalam tim basket SMA 3.
"Res, nanti balik sekolah latihan basket lagi kan?" Tanya Agil.
"Iya, kayaknya kita harus latihan lebih ekstra soalnya turnamen sebentar lagi." Kata Andre sembari menyalin tugas.
"Hm, iya lo bener Ndre." Jawab Resa.
"Tapi Res, lo akhir-akhir ini sering enggak fokus pas latihan." Kata Agil yang tiba-tiba serius.
"Udah beberapa kali lo ditegur sama coach." Tambah Andre.
"Sorry banget, gue lagi bingung aja gitu." Jawab Resa.
"Lo ada masalah? Cerita aja sama kita, nanti kita bakal bantu kok." Kata Agil.
"Nanti gue cerita deh ke kalian, tapi enggak sekarang juga. Gue... belum siap." Jawab Resa.
"Sans aja kalau emang lo belum siap buat cerita." Jawab Andre yang sudah menyalin tugasnya.
Dan bel tanda masuk pun berbunyi tanda bahwa pelajaran akan dimulai.
Di lain sekolah, tepatnya SMA 1. Via dan teman-temannya sedang free class karena para guru sedang rapat.
"Gue seneng lagi nih guys." Kata Via sambil tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.
"Kenapa? Resa lagi?" Tanya Bella.
"100 buat Bella." Jawab Via semangat.
"Sok atuh cerita Vi." Kata Rani penasaran.
"Jadi gini...." Via menceritakan kejadian kemarin dari awal ia gabut hingga ia pulang ke rumah diantar Resa.
"MASYAALLAH TOLONG DONG RADIT KAPAN KAYAK GITU KE GUE." Teriak Farah yang heboh mendengar cerita Via.
"Putra juga kapan kayak gitu ya?" Tanya Rani.
"Duh, kalian kok jadi membandingkan pacar kalian sama gebetan Via sih? Kan masing-masing cowok punya cara buat bahagiain pasangannya juga. Termasuk Kevin hehe." Kata Bella menengahi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Half A Heart
Teen FictionViarsa Adelia Pradipta, gadis ceria yang entah mengapa bisa jatuh cinta secepat ini. Hanya karena pertemuan tak disengaja, dia bisa menyimpulkan bahwa dia jatuh cinta. Dan dia mempercayai 'jatuh cinta pada pandangan pertama'. Resa Rajendra, lelaki t...