Seperti biasa, Resa berangkat ke sekolah menggunakan motor hitamnya. Hari ini ia tak sesemangat biasanya. Perasaannya bingung. Resah. Intinya tak karuan. Ia tak siap. Tapi apa yang harus disiapkan memangnya?
"Woy Res, naha sih maneh teh?" Tanya Andre yang sedang makan mie ayam.
Tiga serangkai ini sedang duduk di kursi kantin. Andre sedang makan mie ayam begitu juga dengan Agil. Sedangkan Resa hanya memesan air mineral dan tatapannya kosong hanya memandang siswa siswi yang berhamburan ke kantin untuk istirahat.
"Tau nih lo diem mulu dari pagi. Kenapa sih Res? Cerita dong." Agil pun ikut bingung melihat Resa.
"Gue mau cerita sama kalian. Tapi inget, jangan potong omongan gue, jangan ngasih tanggapan sebelum gue selesai cerita, dan jangan lebay. Ngerti?"
Agil dan Andre hanya menganggukan kepala mereka. Sepertinya Resa akan membahas hal serius.
"Nadine bakal balik dari Singapura. Gue bingung."
Agil dan Andre hanya diam.
"Kalian kok pada diem sih?" Kesal Resa.
"Lah katanya kita enggak boleh potong omongan lo. Gimana sih?" Omel Andre.
"Ya maksudnya enggak gitu juga. Kasih tanggapan deh."
"Yang lo bingungin itu apa Res? Bukannya harusnya lo seneng pacar lo balik kesini?" Tanya Agil.
Ya, Nadine adalah pacar Resa. Nadine seangkatan dengan Resa dan sebelumnya dia juga bersekolah di SMA 3 tapi saat menginjak kelas 12 Nadine pindah ke Singapura untuk mengikuti keluarganya. Nadine dan Resa menjalin LDR selama hampir 1,5 tahun. Dan sekarang Nadine pulang untuk menemui pacarnya. Kemarin saat sedang bersama Via, Nadine mengabari Resa bahwa ia akan pulang minggu depan dan itu membuat Resa bingung. Jadi ini alasannya mengapa Resa menjaga perasaan dan menyangkal perasaannya kepada Via.
"Iya, harusnya gue seneng. Tapi masalahnya, Via. Gue enggak tau apa yang terjadi sama perasaan gue ke Via. Gue nyaman deket Via tapi disatu sisi Nadine pacar gue. Dan itu ngebuat gue bingung."
"Via yang waktu itu ke tanding basket yang lo bilang itu tetangga lo?" Tanya Agil.
Resa hanya menganggukan kepalanya.
"OH MY GODNESS. RESA LO SELINGKUH SAMA DIA?" Andre menggebrak meja kantin dengan suara yang kencang karena terkejut mendengar pernyataan Resa.
Agil memukul kepala Andre dengan botol air mineral, "Heh, kutu beras itu mulut lo di jaga. Enggak usah teriak kayak di hutan. Resa udah bilang jangan lebay, lo mah emang lebay akut."
Andre hanya mengaduh kesakitan dan mendelikan matanya.
"Enggak gitu Ndre, gue enggak selingkuh sama Via. Gue cuma nyaman sama dia. Dan kayaknya perlakuan gue ke dia juga kayak gimana ya. Bingung deh gue jelasinnya."
"Lo habis ngapain aja emang sama tuh anak?" Tanya Agil lagi.
"Gue kemarin habis ke mall sama dia dan disitu Nadine nelpon gue. Terus gue juga pernah gendong dia pas main basket. Pernah nyuapin dia pas dia lagi sakit. Dan beberapa kali bonceng dia. Tiap gue deket dia itu bawannya seneng mulu, sampe lupa kalau gue punya Nadine yang jauh disana."
"WAH RESA LO GIMANA SIH BUSET DAH. LO PUNYA NADINE BEGE." Lagi, Andre teriak.
Agil yang ikut kesal menyumpalkan gulungan tisu di mulut Andre. Sedangkan Resa hanya tertawa melihat mereka seperti ini.
"Woy bege main nyumpelin tisu ke mulut orang." Kesal Andre.
"Emang lo orang Ndre?" Tanya Resa polos.
Andre kesal, "Balik lagi ke topik ah elah nistain gue mulu lu pada."
"Kalau menurut gue sih sikap lo ke Via berlebihan. Seolah lo ngasih harapan ke Via buat masuk ke hidup lo lebih dalam. Dan siapa tau kalau Via baper gimana? Kan cewek apa-apa langsung ke perasaan. Lo mau tanggung jawab hm?" Agil seolah membuka pikiran sempit Resa dengan omongannya tadi.
Resa hanya diam dan semakin bingung.
"Via tau enggak kalau lo punya pacar?" Tanya Andre.
"Mana gue tau. Tapi kayaknya dia enggak tau."
"Follow IG lo?"
"Iya."
"Eh percuma juga sih, kan postingan lo enggak ada yang sama Nadine dan kemungkinan besar dia nyimpulin kalau lo enggak punya pacar."
Andre benar.
Resa frustasi, ini semua salah perasaannya sendiri. Perasaan yang tidak bisa ia jaga untuk pacarnya.
"Menurut gue sih lo bersikap kayak biasa aja ke Via dan enggak usah nunjukin lo punya pacar Res. Lo harus jaga perasaan Via juga karena sikap lo itu. Dan buat Nadine lo harus tau kalau dia cewek baik yang jaga perasaannya buat lo meskipun di Singapura banyak yang lebih dari lo Res." Agil memang bijak.
"Iya, gue paham. Gue takut Via marah dan jauhin gue. Tapi gue juga takut Nadine nyesel punya pacar kayak gue."
"Kalem bro, bawa santai aja. Perasaan itu datang sendiri. Engga bisa lo tahan apalagi nyegah buat datang. Lo cuma lagi bohongin perasaan lo sendiri." Kata Andre yang tiba-tiba bijak.
Agil menepuk pundak Resa, "Pikirin itu baik-baik lagi Res. Jangan cepet ambil keputusan, nanti lo nyesel."
Lalu mereka bertiga menuju kelas untuk melanjutkan pelajaran. Percayalah, Resa pasti tak bisa fokus dalam belajar nanti.
Lain halnya dengan Resa yang sedang bingung, Via sedang menceritakan kejadian kemarin dengan tersenyum riang bersama enam temannya. Ya taulah siapa ya.
"... nah pas dia ke toilet tuh ada telpon namanya kontaknya "Nadine" gue enggak tau siapa dan tiba-tiba Resa balik dari toilet dan ngangkat telponnya. Dan kita langsung pulang." Via menceritakan kejadian dengan detail.
"Mungkin Nadine saudaranya kali." Kata Rani.
"Temen kelas juga bisa jadi." Timpal Farah.
"Pacarnya bisa jadi juga sih." Tiba-tiba Radit menjawab.
"Ih Far, pacar lo si Radit nyebelin sumpah. Ini gue lagi bahagia enggak usah bikin gue kesel deh. Mending lo sana pergi, ganggu aja lo." Kesal Via.
"Suka enggak tau situasi emang nih anak." Kata Kevin sambil menoyor Kepala Radit.
"Otaknya servis dulu mending." Titah Bella bercanda.
"Servis tuh di bengkel, tambahin oli biar otaknya enggak kering-kering amat." Timpal Putra dan diiringi gelak tawa mereka kecuali Radit yang manyun.
"Enak aja lo di servis. Lo juga Farah malah ikut ketawa bukannya belain pacar sendiri." Kesal Radit.
Farah mendelik, "Males banget gue belain lo."
"Makanya Dit kalau ngomong dijaga ya nanti rambut lo gue jadi sasaran lagi mau?" Ancam Via.
"Eh kejam bener lo jadi cewe kagak ada anggun-anggunnya. Gimana mau si Resa sama lo."
"IH RADIT LO TUH YA NGESELIN BANGET." Via berteriak seraya ingin menumpahkan air mineral di tangannya tetapi dicegah oleh yang lain.
"EH IYA VIA GUE MINTA MAAF DEH SUMPAH. GUA JANJI ENGGAK GITU LAGI DEH." Kata Radit sambil menutup mukanya dan membentuk huruf V di tangannya.
"Makanya, lo jangan kayak gitu ke Via, kena kan lo jadinya." Ejek Putra.
Lalu mereka melanjutkan kegiatan makan dengan diiringi ocehan Radit yang membuat Via kesal setengah mati.
~•~
Btw, aku baru banget selesai TO huhu. Nyempetin buat ngetik ini tuh. Via apa kabar ya belum tau siapa Nadine? 🤔 Oh iya, jangan lupa vote. See u!~ 💜
- jodoh wooseok 😚14 Maret 2019

KAMU SEDANG MEMBACA
Half A Heart
Teen FictionViarsa Adelia Pradipta, gadis ceria yang entah mengapa bisa jatuh cinta secepat ini. Hanya karena pertemuan tak disengaja, dia bisa menyimpulkan bahwa dia jatuh cinta. Dan dia mempercayai 'jatuh cinta pada pandangan pertama'. Resa Rajendra, lelaki t...