1.8. I Am Not : Alone

3.5K 591 35
                                        

Chiron sang Centourus mendapatkan kabar dari Hyunjin bahwa ada demigod baru yang datang.

Chiron menopangkan tangannya di dagu. Tak pernah ia secemas ini karena kedatangan seorang demigod. Biasanya Centourus itu cenderung senang karena makin banyak demigod maka makin banyak pahlawan yang ada.

"Chiron." Panggil Nessos.

Chiron sedikit terkejut karena panggilan adiknya. Lamunannya seketika buyar. "Ada apa?" Tanyanya.

"Yang Jeongin sudah datang. Achilles ada disini. Ramalannya akan terwujud. Sekarang kita hanya tinggal menunggu Felix kembali dari pencariannya." Nessos menjelaskan.

"Ya aku tau. Aku akan melihat keadaan Jeongin sebentar lagi. Hyunjin bilang anak itu baru saja mengarungi laut. Aku sudah memanggil Seungmin untuk memeriksanya."

"Aku mengawasi Jeongin sejak Jina diberi amanat oleh Thetis. Selama 17 tahun anak itu baik-baik saja, jarang ada musuh yang mendekat." Nessos menghela nafas. "...tapi sejak pelindung di tumitnya lepas, musuh-musuh mulai berdatangan."

"...tadi pagi aku menemukan bangkai mobil di ujung pantai. Keadaan mobil itu hancur seperti dijatuhkan dari ketinggian puluhan kaki. Dan parahnya itu adalah mobil Jina."

Chiron membelak. Ia bisa membayangkan Jeongin dan Jina yang menyeburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri.

"Jika Jeongin sudah disini, dimana Jina sekarang?"

Nessos menggeleng lemas. "Dia belum ditemukan. Aku sudah menyuruh Triton untuk mencarinya. Tapi seandainya Jina selamat, aku tidak ingin Jina mengunjungi Pelequar."

"Hei!" Herdik Chiron. "Kita selalu menerima demigod dan mahluk apapun yang mampu masuk kesini. Kita melindunginya supaya mereka terlindung dari musuh para dewa. Meskipun pada akhirnya ada beberapa yang membelot—seperti Deimos."

"Kau tidak mengerti, kak." Nessos menunduk.

"Apa kau masih berharap padanya?" Chiron menatap adiknya menyelidik.

Nessos diam sejenak. "Aku tidak ingin Jina bertemu dengan Hercules disini. Aku cemburu."

Chiron akan meledek nasib adiknya jika ia tidak tau keadaan. Tapi ia urung, situasi sekarang terlalu serius untuk bercanda.

"Kudengar Jeongin punya pelindung seorang Harpi. Dimana ia?"

"Dia hilang bersama Jina." Nessos menatap Chiron tajam. "...aku tidak percaya kau mengiyakan pendapat Thetis untuk menunjuk Olin sebagai pelingdung Jeongin. Harpi itu masih labil. Olin belum pantas menjadi seorang pelindung demigod terkuat."

"Menurutku Olin sudah menjaga sang Achilles dengan baik sejauh ini." Chiron tersenyum tenang.

"Terserahlah." Nessos berjalan keluar ruangan Chiron.

"Jangan lupa beri tau Jeongin tentang identitasmu, Samuel Nessos."

Nessos bergumam.

——

"Selamat siang, Jeongin." Sapa seseorang, Kim Seungmin.

"Hm? Kau siapa?" Tanya Jeongin. Suaranya serak seperti orang yang baru bangun tidur pada umumnya.

"Aku Kim Seungmin—Asclepius. Chiron menyuruhku untuk memeriksamu." Terang Seungmin.

"Oh, jadi kau adalah dokter?"

"Bisa dibilang seperti itu." Seungmin tersenyum. Laki-laki itu mulai memeriksa kondisi Jeongin.

"Aku tidak apaa-apa. Sungguh." Jeongin menolak untuk diperiksa Seungmin halus.

Demigod || Stray KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang