ACHILLES

9.8K 1K 24
                                        



"Apa cita-citamu, Nak?" Tanya Thetis, sang peri laut kepada anaknya.

Jeongin menatap ibunya. "Aku ingin membuat ibu bahagia."

Thetis mengusap helai rambut Jeongin. "Ibu sudah pernah berbahagia."

"... sekarang giliran kau yang berbahagia."

Jeongin menatap ibunya dengan tatapan bingung. Lalu berjalan mendekati ibunya.

"Aku bahagia jika ibu selalu bersamaku."

Thetis tersenyum samar. "Jeongin, biar ibu bertanya padamu."

Jeongin mendengarkan.

"Apakah kau akan bahagia jika memiliki umur panjang dan hidup lama di bumi? Tapi yang kau punya hanyalah umur panjang, tidak ada hal lain." Thetis mengambil nafas berat.

"Atau kau akan bahagia jika menjadi manusia yang selalu di kenang? Hanya saja umurmu akan jauh lebih pendek."

Jeongin tercengang mendengar pertanyaan ibunya. "Aku ingin menjadi orang yang berguna, Bu."

"...meskipun nanti umurku pendek, tapi aku ingin berguna bagi dunia."

Sang ibu tersenyum dan memeluk anaknya. Bulir air mata sudah menggantung di kantung matanya. Buru-buru Thetis menghapus air mata tersebut. Ia tidak mau anaknya melihat ia menangis.

"Ibu, ada apa?" Jeongin bertanya di sela-sela pelukan ibunya.

"Tidak ada apa-apa." Thetis berbohong. "...apapun yang terjadi, mau besok ataupun lusa kau harus melakukan apa yang ibu suruh."

Jeongin mengangguk. Firasatnya tidak bagus.

"...berjanjilah untuk menjadi orang yang berguna. Berjanjilah untuk berbahagia."

Jeongin mengangguk lagi. Dipeluknya sang ibu lebih erat. Takut kehilangan.

"Kau lebih berharga dari apapun, Nak. Kau ditakdirkan lebih dari ini." Isakan terdengar dari bibir Thetis.

Jeongin menyadari ibunya menangis. Hatinya pilu mendengar isakan sang ibu.

Thetis melepaskan pelukan. Ia merogoh kantungnya dan memasang sesuatu di tumit Jeongin.

"Benda ini jangan sampai lepas sebelum waktunya. Selama itu kau harus menjaganya agar tidak rusak." Pesan Thesis.

Jeongin yang tidak mengerti hanya mengangguk patuh.

"Kau sudah tersegel." Thesis memegang kedua pundak Jeongin.

"Ibu... apa yang terjadi?" Akhirnya Jeongin berani bertanya.

"Tidak penting. Intinya kau akan aman." Jawab Thesis menyakinkan.

"Ketika kau tiba di daratan. Kau akan lupa semuanya." Thetis memegang tangan kecil Jeongin.

"...tapi jangan lupakan 3 hal. Kebahagiaanmu, Troya, dan— Yang Jina."

Tepat setelah Thetis mengatakan hal itu, petir menyambar dan menghancurkan hampir seluruh kota.

"Kau aman." Bisik Thetis. Dikecupnya puncak kepala putranya itu. "...ibu selalu mencintaimu."

Belum sempat Jeongin menjawab pernyataan ibunya, ia sudah menghilang seperti buih laut. Hal terakhir yang dilihatnya adalah ibunya yang ditusuk dari belakang dengan belati.






































 Hal terakhir yang dilihatnya adalah ibunya yang ditusuk dari belakang dengan belati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Half God detected








































Name : Yang JeonginAbility: swift-foot

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Name : Yang Jeongin
Ability: swift-foot



































































...100% pure































































...Achilles's soul














——

Happy weekend!!

Demigod || Stray KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang