1.4 Taking Off (2)

3.3K 608 17
                                        

Jeongin meringis memegangi pipinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeongin meringis memegangi pipinya. Behelnya baru saja dilepas tadi malam karena insiden serpihan daging yang nyangkut di sela-sela giginya.

Sejak behelnya dilepas, anak laki-laki itu merasa semakin aneh. Tadinya hanya inderanya saja yang lebih peka, tapi sekarang fisiknya juga semakin kuat. Awalnya Jeongin adalah anak yang tidak suka jika banyak bergerak, sekarang rasanya ia tidak bisa diam.

"Hei, kau baik-baik saja?" Olin menepuk pundak Jeongin.

Ya, sekarang Olin adalah salah satu siswi di sekolah Jeongin. Entah dari kapan gadis itu mendaftar di sekolahnya, Jeongin tidak peduli.

Jeongin diam saja. Ia tidak menggubris pertanyaan Olin. Mulutnya masih sedikit sakit untuk berbicara.

"...ah aku mengerti. Behelmu baru saja dilepas kan?" Olin menaruh tasnya tepat di bangku kosong disamping Jeongin.

Jeongin mengangguk. Anak laki-laki itu mengernyit kebingungan karena Olin duduk disampingnya.

"Kenapa? Aku tidak boleh duduk disampingmu?" Olin menyadari maksud ekspresi Jeongin.

"Kenapa kau bisa ada disini.?" Tanya Jeongin.

Olin tersenyum. "Bundamu menyuruhku untuk menjagamu selama di sekolah—bukan hanya di sekolah, dimanapun."

"Aku bukan anak kecil." Jeongin menanggapi dengan dingin.

"Kau tetap anak kecil didepan Jina."

Jeongin melengos, malas berdebat dengan Olin.

"Jeongin-ie. Apa yang kau rasakan sekarang?" Olin memecahkan keheningan. Gadis itu menatap wajah Jeongin intens.

"Lebih aktif." Jawab Jeongin pendek.
"... Olin, sebenarnya aku kenapa? Semenjak insiden bola kasti, aku merasa ada yang aneh dengan diriku."

Olin menghembuskan nafasnya. "Aku bukanlah orang yang tepat untuk memberi taumu."

"...tapi perlu kau ketahui kalau kau itu bukanlah manusia biasa Yang Jeongin."

Jeongin menganga mendengar jawaban Olin. Seketika banyak pertanyaan berkecamuk di kepalanya.

"Jadi aku ini apa?"

Belum sempat Olin menjawab pertanyaan Jeongin, bel masuk sudah berbunyi. Olin merasa lega karena ia sendiri masih bingung menjawab pertanyaan anak laki-laki berlesung pipi itu.

——

Jam makan siang berbunyi, Jeongin langsung menuju kantin. Ia juga mengajak Olin makan bersama di kantin walaupun hanya sekedar basa-basi.

Demigod || Stray KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang