CHAPTER 21"Pemandian Air Panas"

108 11 2
                                    


Setelah menunggu cukup lama di kereta kuda, akhirnya kami sampai ketempat yang sangat dinanti-nanti oleh semua orang. Sebuah pemandian air panas yang terletak dibagian kaki gunung. 

Kami kesana dengan dua kereta kuda yang sudah disiapkan oleh Velika sebelumnya.

Setelah sampai, satu persatu mulai turun dari kereta kuda dengan wajah penuh dengan kebahagiaan karena bisa melepas lelah yang sudah dipendam sekian lamanya.

Aku berada dikereta kedua bersama dengan Forte, Illia, Tiara, Sylvia, dan tentu saja aku sendiri. Tampak dengan jelas di kereta pertama, Fafnir beserta Roselia yang turun bersama, disusul dengan Velika.

Illia mulai memeluk tanganku tanpa alasan sesaat setelah turun dari kereta kuda

"Illia?", seruku kepada Illia

"Master, sudah lama sejak kau pergi ke akademi atau apalah itu, akhirnya aku bisa memelukmu seperti biasanya", seru Illia yang tampak bahagia memeluk tanganku.

Tiara yang melihat kami berdua mulai memalingkan wajahnya kearah lain dan sepertinya ia agak cemburu dengan apa yang dilakukan Illia kepadaku.

"Ti-tiara, ini tidak seperti yang kau kira, Illia adalah-", seruku kearah Tiara.

"Mainan Master, iyakan?", seru Illia dengan santainya.

Forte yang dari tadi mencoba tidak ingin terlibat, langsung berhenti dan memasang wajah ketakutan kepadaku. Terlihat dengan jelas bahwa tatapannya kepadaku seperti aku adalah seorang penjahat kelamin.

"Apa yang kau bicarakan Illia, jaga omonganmu itu!", teriakku kepada Illia.

"Ma-master, kukira kau hanya mesum, tetapi kau juga seorang-", seru Forte ketakutan kepadaku.

"Itu Cuma bualan Illia, jangan dengarkan!!", teriakku spontan kepada Forte.

Kukira itu akan menenangkannya, tetapi malah membuatnya semakin ketakutan.

Dari kejauhan, tampak dengan jelas tatapan sinis yang ditunjukkan dari Fafnir kepadaku.

"Cih, jangan sombong dulu karena kau dikerumuni oleh para wanita cantik Akashi, sial aku jadi semakin iri denganmu", gumam Fafnir melihat sinis kearahku.

Lalu Roselia melirik kearah Fafnir yang sedang meihat kearahku dengan wajah yang terlihat marah.

"Apa yang kau maksud aku tidak cukup cantik menurutmu?", Seru Roselia yang berbicara dengan Fafnir lewat telepati.

"Ya.. mana mungki- eh... Roselia? apa kau mendengarnya?", seru Fafnir yang langsung menoleh kearah Roselia.

"Pikiran kita saling terhubung, apa kau sudah lupa?", Seru Roselia dengan tenang.

"Ah.. apa kau mendengar semua perkataanku?",Tanya Fafnir yang mencoba menoleh kearah Roselia.

Tetapi Roselia tidak menjawab dan memalingkan wajahnya dari Fafnir.

Kami semua mulai berjalan kearah pemandian itu. Lalu aku melihat beberapa orang mulai menuju kearah pemandian itu.

Tetapi, setelah kulihat-lihat, ada banyak kelompok yang berjalan kearah pemandian dengan persenjataan lengkap.

Lupakan itu semua, kini aku harus meluruskan masalah yang baru saja terjadi. Aku terus mencoba meyakinkan Forte tetapi ia malah semakin menjauh dariku.

Forte baru beberapa langkah menjauh dari rombongan, Velika langsung menarik baju dan membuat Forte terjatuh seketika.

"Apa yang kau lakukan Velika-sama?", seru Forte yang menatap keheranan kearah Velika.

My Hollow is a Grim Reaper??Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang