Mysterious: 17

1.2K 61 2
                                        

Maisya Branson POV

Gue ngelihat Marcell asik dengan iphone nya. Gue langsung menuju sofa nyamparin Marcell.

"Gue udah selesai." ucap gue mengagetkan Marcell.

"Lama amat." ucap Marcell ke gue.

"Ye ... namanya juga perempuan." jawab gue sambil berjalan meninggalkannya.

Sesampainya gue diluar rumah, si Marcell ngekorin gue dari belakang, setelah dia keluar gue langsung ngunci rumah.

"Pake mobil gue." ucap Marcell.

"Serah lo aja." jawab gue.

Males juga gue ngomong sama nih anak udah ngomong nya irit, muka cam tembok datar gitu.

Gue sama Marcell langsung menuju mobilnya. Sesampai gue di depan pintu mobil gue diam aja, biar Marcell yang buka in tu pintu.

"Buka sendiri, ngarep amat lo." ucap Marcell ketus ke gue dan dia langsung masuk ke dalam mobil.

"Iss tu anak mulut nya pedas amat." batin gue.

"Cepatan atau lo gue tinggal." ucap Marcell dari dalam mobil.

"Sabar woi." teriak gue dan langsung masuk ke dalam mobil kemudian duduk di kursi belakang.

"Duduk depan, lo kira gue supir lo." ucap dia dengan nada dingin.

"Isss lo paan sih, ya serah gue lah mau duduk dimana." ucap gue yang nggak mau kalah.

"Kalau lo kagak pindah, nih mobil nggak gue jalanin." ucap Marcell mengancam.

"Ko lo nyebelin banget sih." ucap gue dan langsung pindah ke depan.

Gue males keluar lagi ya udah gue mijak kursi depan dan pindah duduk didepan.

"Kagak sopan banget lo." ucap Marcell.

"Bomat dah." ucap gue dan langsung mengalihkan mata gue ke jendela, mobil langsung dijalanin sama Marcell, mungkin dia capek ngomong ama gue.

Di perjalanan menuju butik tidak ada yang mau berbicara, keadaan mobil hening, ini yang paling gue benci.

Dibutik...

Sesampai gue di butik, gue langsung masuk dan meninggal kan Marcell yang berjalan di belakang gue.

Gue masuk kedalam butik ngelihat dress yang cocok buat pertunangan gue.

"Hmm permisi mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pealayan.

"Ini mbak saya mau cari model dress untuk pertunangan mbak, ada nggak mbak." ucap gue.

Gue ngelihat Marcell yang sudah di sebelah gue. Gue ngelihatin dia yang sibuk sendiri.

"Ada mbak, mari saya antar." ucap pelayan itu. Gue sama marcell mengikuti mbak tadi.

"Mbak bisa pilih sendiri, ini dress adalah dress limited edition, dress ini terbatas mbak dan dress ini hanya ada di butik ini dan dirancang oleh  disainer fashion Donatella Versace." ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan salah satu dress yang cukup mewah.

"Itu terlalu mewah bangat mbak, lagian ini cuman pertunangan saja." jawab gue.

"Lo kalau suka ambil aja." ucap Marcell yang tiba-tiba bicara.

"Hmm nggak deh." tolak gue dengan halus, ya kali gue mau ngomong kasar sama nih anak, gue juga tau tempat kalau mau ngomong kasar.

"Serah" ucap Marcell.

Gue ngelihat dua dress yang berwarna putih sama merah. Gue menuju ketempat dimana dress itu terletak sedangkan pelayan mengikuti gue yang ingin mengambil kedua dress itu.

Mysterious BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang