The Next Day
Sesuai yang diinginkan sang putra, Nyonya Jeon mendampingi Jungkook untuk berkunjung ke rumah Mina. Meskipun sebenarnya ia tidak mau, terlebih ia sangat tidak ingin menemui ibu Mina, ia tetap berusaha untuk mengantar putranya, Jeon Jungkook.Namun, keadaan diruang tengah kediaman Goo itu tampang hening dan canggung. Mina yang duduk disamping sang ibu hanya memandang kearah lain dan tidak sedikitpun melirik Jungkook yang duduk berhadapan dengannya. Sedangkan Kedua wanita paruh baya yang mendampingi mereka hanya saling melempar tatapan sengit.
"Jadi, tuan muda Jeon, apa anda benar-benar akan menikahi putri saya? " akhrinya Nyonya Goo berhasil melempar satu pertanyaan setelah sebelumnya ia menghela panjang. Kali ini tatapannya teralih kepada Jungkook, meminta sebuah jawaban atas pertanyaannya.
Jungkook yang sedari tadi hanya menatap Mina-pun beralih menatap Nyonya Goo dan Mina-pun akhirnya melirik Jungkook. "Nde, saya akan menikahi Goo Mina-ssi. " singkat namun tegas, itulah kesan dari jawaban Jungkook, tapi sayangnya tidak membuat Nyonya Goo yakin.
"Kau serius? " tanya Nyonya Goo sekali lagi hanya untuk meyakinkan diri. "Nde, saya serius. " lagi-lagi singkat dan tegas, sorot mata Jungkook yang seriuspun akhirnya membuat Nyonya Goo cukup yakin.
Namun, bukan jawaban itu yang ingin Mina dengar, ia tidak bisa bertindak atau memberontak karena Jungkook punya kartu As yang bisa dia gunakan kapanpun.
Mungkin memang sudah seharusnya begini.
***
Suanasana malam yang dialami Mina berbeda dengan suasana malam Da Hyeon. Gadis itu sudah siap dengan mini dress. Ia juga mengenakan high hels yang modis. Sesekali Da Hyeon menata rambut lalu mengatur napas, ia sangat gugup karena malam ini Taehyung mengajaknya makan malam secara resmi.
Jantung Da Hyeon berdegup kencang karena ia merasa sangat bahagia, jika ia tidak malu, ia mungkin akan berjingkrak-jingkrak kesenangan.
Sebuah mobil hyundai hitam memarkir tepat didepan rumah Da Hyeon. Gadis itu bergeges menghampiri mobil itu untuk menyambut seseorang yang baru saja keluar dari dalamnya.
Taehyung melihat penampilan Da Hyeon dari ujung kaki ke ujung kepala, gadis itu tampak sangat cantik malam ini.
"Kau cantik sekali, Da Hyeon-ssi. " ucap Taehyung mewakili keterpesonaannya terhadap kecantikan Da Hyeon. Pipi Da Hyeon tentu saja merona mendengar pujian Taehyung.
Melihat reaksi manis yang Da Hyeon tunjukkan membuat Taehyung tersenyum penuh makna. Entah kenapa ia merasa sangat nyaman ketika berada didekat Da Hyeon.
Ia ingin tahu, apa maksud perasaan nyamannya ini?
***
Three Weeks Later
Selama hampir tiga minggu, Jungkook dan Mina sibuk menyiapkan pesta pernikahan mereka. Tentu saja pernikahan mereka membuat banyak orang kaget, terutama anak-anak buah Mina dan Da Hyeon.Da Hyeon sangat tahu kalau Mina pernah bilang Jungkook mempermalukannya, tapi kenapa mereka mendadak akan menikah seperti ini? Ia menyadari satu hal, Mina tidak menceritakan hal penting yang terjadi padanya ketika makan malam dirumah Jungkook.
Ia bahkan mendengar berita mengejutkan, ia mendapat undangan dari pernikahan Mina dan Jungkook. Itu membuat Da Hyeon keheranan sekaligus kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka berdua?
One Weeks Later
Seminggu setelah Da Hyeon menerima undangan itu akhirnya hari pernikahan Mina dan Jungkook tiba. Da Hyeon yang baru sampai di gedung mewah tempat pernikahan Jungkook dan Mina berlangsung hanya bisa mengagumi dekorasi disana.Dekorasi dengan nuansa serba putih dan berhias bunga itu membuat jantung Da Hyeon berdebar karena kekaguman yang luar biasa. Ia sampai tidak bisa berkata-kata untuk mendeskripsikan betapa indah dan bersahaja suasana pernikahan Mina dan Jungkook.
Ia bahkan melihat banyak orang-orang dengan pakaian berkelas menghadiri pesta pernikahan sahabatnya ini. Tidak heran memang, mengingat bahwa Jungkook adalah seorang lelaki muda yang sukses dan kaya, dia pasti punya banyak kenalan dari kalangan orang kaya juga.
"Chogiyo, bolehkah saya bertemu dengan mempelai wanitanya? " tanya Da Hyeon kepada salah satu pelayan berseragam putih disana. Pelayan itu mengatakan 'iya' lalu mengantar Da Hyeon ke tempat yang ingin dia tuju.
Dalam sebuah ruangan yang tidak kalah indah dengan ruangan utama, Mina sedang duduk kaku sembari melakukan sedikit pemotretan. Seorang fotografer yang bertugas untuk memfotonya dibuat kelelahan karena Mina sangat kaku dan tidak bisa bergaya seperti gadis pada umumnya.
Da Hyeon yang baru sampai dibuat terpesona kembali, Mina si preman kelas kakap, sekarang menjelma menjadi sosok putri yang begitu cantik dan menawan.
Balutan gaun putih dengan atasan terbuka benar-benar membuat Mina seperti putri di nergi dongeng.
Setelah meminta waktu kepada sang fotografer Da Hyeon diperbolehkan untuk berbincang dengan Mina. Ia lekas menghampiri gadis itu dan duduk disamping Mina.
"Aigooo, kau sungguh tidak bisa ditebak. " ujar Da Hyeon ketika ia duduk disamping Mina. Bukan ekspresi bahagia yang Mina tunjukkan, melainkan ekspresi murung yang malah membuat Da Hyeon merasa tidak enak atas ucapannya.
"Waeyo, Eonni? " kata Da Hyeon sembari merengkuh bahu Mina, gadis itu tampak sangat tidak senang bahkan dihari pernikahannya ini.
"Aku... "
"Mina-ssi, anda harus segera turun, pernikahannya akan segera dimulai. " ujar seorang perempuan dengan pakaian maid yang Da Hyeon lihat berseliweran di ruang utama tadi. Mina tampak menghela berat, lalu berdiri seakan tidak ada pilihan lain selain pernikahan ini.
"Eonni." Da Hyeon lekas meraih pergelangan tangan Mina sehingga membuat gadis itu terhenti dan menoleh. "Kalau ada waktu, kau bisa menceritakan semuanya padaku. " ucap Da Hyeon yang entah kenapa membuat Mina merekahkan senyuman yang menunjukkan bahwa dirinya sudah merasa lebih tenang.
Mina menganggukkan kepala dan itu membuat Da Hyeon akhirnya tenang dan melepaskan Mina untuk pergi menuju ke masa depannya. "Eonni, kau sudah dewasa sekarang. "
Berbeda dengan Mina, Jungkook sedang sibuk menyambut para tamunya. Ia terus mengumbar senyuman dan menjabat tangan para tamu yang hadir. Ia tidak menunjukkan betapa gugup dan tengangnya menghadapi pernikahan ini, ia hanya berpikir ia harus bersikap profesional.
"Jungkook-ssi, anda harus segera bersiap pergi ke altar. " tegur seorang maid lelaki kepada Jungkook. Jungkook menghembuskan napas kasar, ia tidak tahu kenapa jantungnya berdegup begitu kencang sampai rasanya mau pingsan.
"Yo!! Jeon Jungkook!! " seru seseorang yang membuat Jungkook membatalkan langkahnya untuk pergi ke altar. Ia membalikkan tubuh dan seketika tatapannya berubah.
Ia melihat sosok pria berambut orange dengan setelan jas putih sedang melambai dan berjalan kearahnya. Lelaki itu adalah sepupunya, Jeon Jimin.
Jimin tampak sangat ceria ketika ia menyapa Jungkook, namun entah kenapa tatapan Jungkook seolah menyiratkan bahwa ia menolak keberadaan Jimin disini.
"Selamat atas pernikahannya, ya? " ujar Jimin sembari meraih tangan Jungkook dan menjabatnya. Ia tersenyum, namun senyum yang dia tunjukkan tampak sangat misterius.
Hanya Jungkook yang mampu memahami sesuatu dibalik senyuman itu.
_To Be Continued_
Uhuuuuyyy, ya ampun udah lama ya aku gak up?!?! Maafkan!! Soalnya aku udah mulai kuliah lagi jadi susah bagi waktu buat nulis ff lagi, tpi aku akan terus berusaha buat berkarya, semoga karyaku selalu bisa menghibur kalian semua!! Saranghae all!!!! Happy reading!!!!!!

KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable Love
RomanceKarena beberapa alasan FF ini berganti judul, mohon pengertiannya dan mohon untuk dukungannya ya temen-temen!! 😘