~April 2018
"Queisha!" jerit Kalani. Ia tak menyangka sahabatnya tiba-tiba datang. Mereka baru saja selesai siaran di sore hari ketika Queisha menghubunginya dan berkata ia telah berada di lobby kantor.
"Kapan kau datang?" tanya Dinda tak kalah heboh.
Queisha Sherman, anak seorang politikus sekaligus pengusaha ternama di Indonesia. Ia merupakan sahabat dekat Kalani semasa sekolah. Sebelum duduk sebangku dengan Jimi di kelas XI, ia merupakan teman sebangku kelas sebangku Kalani di kelas X. Queisha yang membantu melindunginya saat di sekolah. Melindungi dari para wanita-wanita sirik akan hubungan Kalani dengan Jimi. Quesha memiliki paras bagaikan putri raja. Hidungnya mancung bagaikan perosotan, alisnya hitam dan tebal, bibirnya tipis kemerahan meskipun tidak mengenakan lipstik, dan lensa matanya berwarna cokelat terang. Sekarang setelah ia pindah selama 8 tahun ke Los Angeles, penampilannya semakin indha untuk dipandang. Badannya ramping dan tinggi. Polesan riasan di wajahnya menyempurnakan bentuk wajahnya.
"Kemarin! Aku punya berita bagus. Aku akan menetap di Indonesia."
"Serius? Sudah selesai kuliahnya?" tanya Dinda.
Kalani sebenarnya dekat dengan Dinda ketika mengambil jurusan yang sama saat kuliah. Tetapi, Dinda ternyata adalah teman dekat Queisha, mereka mengenal satu sama lain karena ayah Dinda bekerja di perusahaan keluarga Queisha. Begitu lah akhirnya mereka menjadi dekata satu sama lain. Ketika Queisha pulang, mereka akan pergi bersama.
Queisha mengangguk semangat. "Papa memintaku mengurus salah satu bisnisnya di Indonesia sekarang. Jadi ya begitu lah."
"Kita akan punya banyak waktu sekarang."
"Tentu saja! Omong-omong, jam berapa kalian selesai bekerja? Bagaimana kalau kalian ikut aku hari ini?"
"Kemana?" tanya Kalani.
Queisha sebenarnya hidupnya paling berbeda diantara Kalani dan Dinda. Kalani seperti yang sudah diketahui, orang tuanya bukan orang konglomerat. Dinda juga begitu, ayahnya memiliki sebuah restoran dan ibunya memiliki sebuah toko roti. Pergaulan mereka berdua tidak muluk-muluk, meskipun Dinda tentu saja lebih banyak memiliki teman dengan sikap cerianya. Queisha sangat sosialita, teman-temannya rata-rata sekelas keluarga Xavier dan kebanyakan senang sekali berpesta. Kadang-kadang Queisha memaksa Kalani dan Dinda untuk bergabung.
"Kau tahu Dania, Kalani? Teman sekolah kita. Dia mengadakan pesta ulang tahun hari ini. Aku bilang padanya mengajak kalian berdua."
"Bukan kah dia tidak mengenalku?" kata Kalani bingung.
"Tentu saja dia mengenalmu. Satu sekolah tau denganmu!"
Kalani segera melototkan matanya. Queisha hampir saja membongkar identitasnya. Beruntung kadang-kadang Dinda agak sedikit lamban berpikir.
"Tapi bukan kah aku lebih tidak mengenalnya?" sahut Dinda.
"Tidak masalah. Dania memintaku membawa kekasih, tapi kalian kan tahu aku tidak memiliki kekasih hingga sekarang. Aku mengatakan padanya akan membawa kedua temanku dan dia tidak keberatan."
Kalau Queisha sudah memaksa seperti ini, mereka tidak bisa berkutik. Meskipun mereka berdua sama-sama tidak nyaman bila Queisha mengajak ke pesta. Sering kali pesta yang mereka datangi dipenuhi bau asap rokok dan alkohol, biasanya diadakan di sebuah klub yang cahayanya remang-remang dan musik yang berdentum keras.
Quisha menyetir mobil Mercedes Benz miliknya dengan kecepatan normal. Ia menceritakan banyak hal ketika ia di Los Angeles. Dinda yang paling bersemangat mendengar ceritanya. Sementara Kalani lebih banyak diam. Ia sendiri masih tidak yakin untuk ikut ke pesta. Ponselnya mati dan tidak dapat menghubungi Jimi. Tadi siang Jimi mengatakan padanya akan datang ke rumah malam ini, dia ingin makan malam bersama ayah, bunda, dan Kinan.

YOU ARE READING
XAVIERS - BTS Fanfiction
RomanceCast Jimi Xavier - Jimin BTS Binar Xavier - SUGA BTS Rayi Xavier - RM BTS Zeno Xavier - Jungkook BTS Dean Xavier - J-Hope BTS Erlangga Xavier - Jin BTS Langit Xavier - V BTS Xavier Universe, dimana 7 orang rupawan hidup dan dalam pencarian menemuka...