Hari berlalu dengan cepat sehingga tiba-tiba sudah sampai pada hari yang ditunggu banyak orang. Hari pertunangan telah tiba. Acara diadakan secara privasi di salah satu ballroom hotel milik Rayi. Hanya rekan kerja terpenting yang menjadi tamu undangan. Tentu saja seluruh keluarga Xavier hadir.
Kalani sedang dirias ketika Kinan masuk ke ruangannya. "Ternyata kau juga bisa cantik, kak," komentarnya.
"Nah, sudah selesai," ucap penata rias. "Aku akan memasangkan topeng untukmu."
Penata rias memasangkan topeng putih berbulu yang menutupi bagian mata dan hidung wajahnya. Kalani sendiri tidak tahu apa gunanya penata rias merias wajahnya sedemikian rupa padahal wajahnya tertutup hampir setengahnya. Hanya saja karena Kalani tidak terlalu pintar untuk berias, dia tidak akan berkomentar apapun. Ia pasrahkan semuanya pada sang penata rias."Kau akan dipanggil ketika acara akan di mulai," katanya lagi sebelum pergi meninggalkan Kalani bersama adiknya.
"Kau harusnya lebih sering berdandan. Jimi pasti lebih tergila-gila padamu."
"Dia sudah tergila-gila padaku, aku tidak perlu berubah menjadi orang lain untuk membuat Jimi terkesan."
Kinan mencibir. "Kalau Jimi jatuh cinta pada wanita lain, kau akan kena batunya."
Kalani tidak pernah membayangkan bila hal tersebut terjadi. Dia hanya pernah melihat Jimi dekat pada wanita lain sebelum dirinya, orang itu adalah Queisha. Orang yang kini telah menjadi sahabatnya. Ia mungkin merasa cemburu beberapa kali saat Jimi terlihat terlalu dekat dengan wanita lain, tapi kebanyakan karena salah paham. Ia bergidik bila membayangkan Jimi memilih wanita lain daripada dirinya.
"Kau takut kan, sudah kubilang."
"Tidak! Aku tak perlu takut, Jimi mencintaiku!" serunya. Ia ingin melempari adiknya dengan benda apa saja yang ada di dekatnya.
Tenang, Kalani. Hari ini kau bertunangan dengan Jimi, kau akan menjadi istrinya. Jimi adalah milikmu seutuhnya, batinnya sendiri. Berusaha menenangkan diri. Beruntungnya acara pertunangan segera dimulai.
***
"Ada sesuatu di pikiranmu?" bisik Jimi. Hari ini ia mengenakan setelan jas berwarna silver, senada dengan gaun milik Kalani. Topeng yang ia gunakan berwarna hitam mengkilat dengan hiasan bulu kecil yang juga berwarna silver di ujung kanannya.
Kalani sendiri menggunakan gaun super mewah dengan mutiara dan permata mengelilingi, gaun yang menyapu lantai tersebut terasa menyala-nyala terkena pantulan sinar lampu yang terang. Gaun tersebut didesain langsung oleh salah satu designer terbaik di Indonesia. Jimi yang memilih gaun tersebut, katanya ia merasa Kalani seperti bidadari ketika menggunakan gaun tersebut. Kalani sendiri belum berani membayangkan apa yang akan ia kenakan ketika nanti hari pernikahan."Kinan mengatakan sesuatu saat di ruang rias, aku tidak bisa berhenti memikirkannya."
"Apa?"
"Dia bilang aku harus sering-sering berdandan seperti malam ini, dia bilang kau akan terkesan padaku dan tidak mungkin berpikir untuk meninggalkanku."
Jimi tak dapat menahan tawanya. Mereka berdua duduk di kursi paling depan bersama para sepupunya yang lain, sedangkan di meja-meja lain terdapat keluarganya dan Kalani serta beberapa tamu penting. Ia harus menjaga sikap sebagai seorang Jimi Xavier. Beruntungnya semua orang sedang terfokus pada penampilan seorang penyanyi wanita di atas panggung.
"Hei, aku tunanganmu," katanya. "Aku akan menjadi manusia paling bodoh bila melepaskanmu. Kau memang cantik malam ini, jujur aku terkesan. Tetapi, bukan kah sesuatu yang spesial tidak selalu ditunjukkan? Kalau kau berdandan seperti ini setiap hari, aku harus siap-siap berada di sampingmu 1x24 jam. Aku tak akan membiarkan siapa pun berusaha mendekatimu. Sekarang aku sedikit bersyukur kau meminta pesta topeng untuk pertunangan."
Acara pertunangan memang sudah selesai. Acaranya tidak rumit. Hanya pernyataan langsung dari Jimi kepada kedua orang tua Kalani yang diterima langsung oleh ayah. Keduanya lalu bertukar cincin kemudian saling berciuman. Prosesi selanjutnya adalah dansa diiringi musik romantis. Ketika dansa berakhir, acara pertunangan selesai dan acara ulang tahun perusahaan dimulai. Jimi sendiri baru bisa melihat wajak dibalik topeng Kalani ketika mereka diminta keluar dari ruangan untuk melakukan sesi foto sebentar di ruangan lain.
"Aku mencintaimu," ucap Kalani pelan. Sebelum lampu remang-remang digantikan cahaya terang.
Acara puncak segera dimulai. Pembawa acara memanggil eyang naik ke atas panggung serbagai pemimpin utama. Ia menyampaikan beberapa patah kata untuk hari jadi perusahaan yang telah ia bangun selama puluhan tahun. Selanjutnya dilanjutkan dengan potong kue bertingkat 3 yang telah disiapkan.
Setelah memotong kue, eyang kembali bicara pada microphone. Ia berkata, "Semua orang telah tau aku tidak akan memberikan hak waris utama kepada anak-anakku, mereka akan mendapat warisan yang sama rata. Aku akan memberikan hak waris utama pada salah satu cucuku yang telah membanggakan keluarga Xavier. Aku akan mengumumkan pewaris utama malam ini."
Para sepupu yang duduk di sekitar Kalani tampak terkejut. Mereka tidak menduga eyang melakukannya malam ini. Setelah sadar dari keterkejutan, mereka semua tertawa kecil. Mereka langsung memandang Jimi.
"Apa? Kalian jangan memikirkan yang tidak-tidak," Jimi mengetahui maksud dari tatapan sepupunya.
"It's you, bro," seru Zeno.
"Ofcourse Jimi," sahut Binar.
Sedangkan yang lain tampak menyetujui. Kalani sendiri merasa lebih gugup dari mereka. Ia menggenggam jemari Jimi erat dan Jimi mengelusnya lembut untuk menenangkannya. Menjadi kekasih keluarga Xavier saja sudah cukup berat untuknya, ia tak tahu bagaimana bila Jimi menjadi pewaris utama.
"Sebenarnya aku memberikan hak waris kepada cucuku adalah permintaan dari mendiang istriku yang telah bahagia di surga. Ia ingin tidak ada satu pun dari anaknya yang merasa di nomor duakan. Tetapi, perusahaan tetap lah harus memiliki pemimpin. Maka ia memintaku untuk mendidik cucuku, sehingga mereka bisa menerima satu sama lain atas apa yang mereka miliki dan ia juga memintaku memilih seseorang yang telah lebih dulu memiliki pasangan yang bisa membawanya menjadi pemimpin yang lebih baik. Maka sesuai wasiat istriku, aku akan mengangkat Jimi Xavier sebagai pewaris utama Xavier Group."
Kalani merasa darahnya benar-benar berkumpul di kakinya. Jimi lagi-lagi tersenyum padanya, ia sendiri juga terkejut dengan keputusan eyang. Sedangkan, sepupunya yang lain benar-benar memberikan reaksi tak terduga sebagai sesama calon pewaris. Tidak seperti orang lain yang mungkin akan merasa kecewa, mereka malah ikut berdiri seperti tamu undangan yang lain dan tertawa.
Pembawa acara meminta Jimi beserta para sepupunya yang lain ke atas panggung, meninggalkan Kalani sendirian yang masih tenggelam keterkejutan. Sebelum naik ke atas panggung, menepuk pundaknya dua kali lagi-lagi untuk menenangkan.
"Eyang mengejutkan kami semua malam ini," ucap Jimi pertama kali setelah prosesi penyerahan hak waris. Ia harus mentanda tangani beberapa berkas yang disediakan di atas meja yang terbuat dari kaca. Beberapa juga harus ditanda tangani oleh para sepupunya yang lain sebagai tanda persetujuan. "Calon istriku masih terkejut di bawah sana, kuharap ia akan baik-baik saja sampai aku kembali," canda Jimi membuat para tamu tertawa. "Baiklah, aku akan berusaha memberikan ucapan yang lebih baik sekarang. Pertama, eyang telah memberikan kepercayaan besar padaku. Aku akan lebih bekerja keras untuk Xavier Group yang lebih baik lagi. Aku mohon dukungan kalian semua. Kedua, aku telah hidup bersama enam sepupuku sejak kecil, kami telah belajar bersama dan membangun hal-hal besar hingga sekarang. Xavier Group akan menjadi beban yang besar di pundakku. Aku ingin mereka tahu kalau aku tak akan bisa melakukannya tanpa mereka. Kami semua adalah Xavier, kami akan menjaga keluarga ataupun perusahaan kami. Terima kasih."
Semua orang di dalam ruangan tersebut mungkin tersentuh dengan ucapan Jimi. Terutama setelahnya mereka bertujuh saling berpelukan satu sama lain sebelum turun lagi dari panggung. Eyang mendidik mereka dengan benar. Orang tua mereka yang duduk di meja lain pun ikut terharu akan anak-anaknya.
"Jangan khawatirkan apapun, aku mencintaimu, hanya itu yang perlu kau pikirkan," bisik Jimi sesaat setelah ia duduk kembali di samping Kalani.
Kalani mencoba tersenyum. "Kau hebat," bisiknya juga.

YOU ARE READING
XAVIERS - BTS Fanfiction
RomanceCast Jimi Xavier - Jimin BTS Binar Xavier - SUGA BTS Rayi Xavier - RM BTS Zeno Xavier - Jungkook BTS Dean Xavier - J-Hope BTS Erlangga Xavier - Jin BTS Langit Xavier - V BTS Xavier Universe, dimana 7 orang rupawan hidup dan dalam pencarian menemuka...