11

5.9K 852 7
                                        

Mobil mewah milik taehyung maulidio wijaya menjadi saksi bisu kegiatan mereka. Selama di perjalanan baik taehyung ataupun jungkook sama sama tidak membuka topik pembicaraan. Gengsi jungkook terlalu tinggi dan taehyung terlalu takut menghadapi pukulan jungkook lagi.

Sepertinya jungkook kali ini akan menghilangkan gengsinya. Lagipula dia merasa bersalah telah memukul perut taehyung terlalu kencang dan sepertinya akan berdampak sedikit memar.

"Dio perutnya masih sakit?" jungkook menunjuk perut taehyung dengan wajah khawatirnya.

"Engga kok la." taehyung memperlihatkan senyum kotaknya yang meyakinkan bahwa dirinya tak apa apa.

"Maaf ya dio. Tapi gue emang ga suka kalo dibilang cantik. Lagian kan gue cowo. Masa dibilang cantik sih?" jungkook menggerutu lalu mengerucutkan bibirnya.

"Ya maaf, lagian bener deh lo itu cantik athala."

"Mau dipukul lagi?" jungkook memperlihatkan kepalan tangannya bersiap memukul taehyung.

"E-engga kok, tapi liat mami deh. Mami itu cowo tapi cantik. Jadi lo harusnya ga marah dong kalo dibilang cantik." jelas taehyung sambil merapalkan doa dalam hati. Jujur Taehyung kapok dipukul pemuda cantik di sampingnya ini. Sakitnya bukan main.

Jungkook mengangguk pelan lalu menurunkan kepalan tangannya. Jungkook setuju kok maminya itu cantik. Jadi bukannya ia seharusnya senang jika dipuji cantik? Itu berarti dia mirip maminya bukan?

"Lo laper ga? Udah sore ini tapi kita belum makan siang."

"Laper sih, tapi langsung pulang aja deh."kata jungkook lesu. Ia sudah memutuskan menurunkan berat badannya kemarin. Katanya sih biar ideal.

" kenapa? Diet?" taehyung menoleh ke arah jungkook dan menatapnya tak suka.

Jungkook mengangguk pelan.

"Astaga athala, ga ada diet diet pokoknya. Ntar maag gimana?" taehyung menatap jungkook dengan tajam. Padahal pada sorot matanya ia terlihat khawatir.

"Tapi dio, banyak yang bilang gue gendut." jungkook menunjukkan wajah sedihnya.

"Aduh apaan sih? Itu orang picek kali matanya. Udah ya mending sekarang kasih tau gue siapa yang ngomong lo gendut. Biar gue tebas tu orang." taehyung menjadi kesal sendiri mendengar alasan jungkook.

"Ga usah dio. Lagian emang bener kok kata mereka."

"Jangan pernah dengerin kata kata orang yang buat lo jatuh athala. Sekarang kasih tau gue lo mau makan di mana."

"Mau di Golden Restaurant aja. Itu restoran papi jadi ga usah bayar hehehe." kata jungkook sambil menunjukkan senyum cerianya.

Mood kelinci satu ini gampang sekali berubah. Untung taehyung sayang.

Handphone jungkook bergetar. Mau tak mau jungkook melihat handphonenya yang ia abaikan seharian ini.

Bubu calling..

Jungkook terkejut melihat seseorang yang menelponnya. Seseorang yang sudah lama tidak menghubunginya secara tiba tiba menghubungi jungkook. Jungkook senang sekali.

"Hallo."

"Hallo, bubu kemana aja? Kok baru telpon athala sekarang?"

"Bubu sibuk nih. Bubu kangen athala loh"

"Athala juga kangen bubu. Bubu kapan pulang?"

"Minggu depan bubu pulang. Tunggu bubu ya."

"Iya athala tungguin bubu"

"Ya udah ya bubu tutup dulu. Bubu sayang athala."

"Iya dadah. Athala juga sayang bubu."

Setelah selesai berbicara dengan bubu, jungkook tersenyum ceria tanpa henti. Dia tidak sabar melihat bubunya dan memeluknya dengan erat.

Taehyung yang sedari tadi mendengar pembicaraan jungkook hanya bisa menahan kekesalannya. Bubu katanya? Apakah itu nama kesayangan dari jungkook? Taehyung bersumpah akan mencari siapa bubu itu dan memberinya peringatan tegas atau mungkin bahkan mebunuhnya.

Athalarik jungkook ivander mutlak miliknya.

"Udah sampe. Ayo turun." kata taehyung dengan wajah datarnya.

Jungkook yang melihat wajah taehyung dan mendengar suara taehyung menjadi bergidik ngeri. Kemana suara lembut dan wajah ceria taehyung selama beberapa hari ini?

Taehyung tidak menatap jungkook sama sekali sejak memasuki golden restaurant. Ia hanya melihat ke depan dan mengacuhkan jungkook.

Mood seorang pemuda wijaya itu sedang buruk. Hanya karna tau ternyata pemuda yang disukainya telah menyayangi orang lain. Segitu beratkah perjuangan dio mendapatkan athala?

Selama mereka makan di sana suasananya sangat tidak enak. Taehyung kembali menjadi taehyung yang jungkook kenal saat hari pertama bertemu dengannya. Taehyung yang datar dan dingin. Jungkook harus apa untuk mengembalikan taehyung menjadi seperti biasanya?

Taehyung dan jungkook sama sama berpikir keras dalam otaknya. Kali ini taehyung harus meminta bawahan ayahnya untuk menyelidiki jungkook.

Akhir dari hari ini tidak sama seperti hari sebelumnya. Tidak ada kebahagiaan seperti kemarin. Kepala athala serasa mau pecah. Ia harus konsultasi pada avisha atau evan. Mungkin mereka tau apa yang membuat taehyung seperti ini.

Tbc

Makin ga jelas ya hehe
Makasih buat votenya ^ ^





Bimbel - Tk ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang