Taman rahasia milik taehyung selalu menjadi tempat pelampiasannya saat sedang ada masalah yang mengganggu. Ini adalah tempat di mana taehyung dan jungkook pergi bersama untuk pertama kalinya. Mengingat itu Taehyung hanya bisa tersenyum kecut. Taehyung tidak pernah melupakan kejadian itu. Berawal iseng tapi membuahkan hasil. Ya walaupun hasilnya sedikit menggoreskan hatinya.
Keadaan taehyung kali ini tidak baik baik saja. Tidak ada kebahagiaan di dalam diri dio. Mengingat athala hanya membuatnya ingin dan ingin lagi meminum alkohol yang selalu tersedia di sana. Alkohol akan membuatnya melupakan masalahnya untuk sementara. Padahal realitanya jungkook akan semakin berputar putar dalam kepalanya.
Baik taehyung maupun jungkook sedang kacau saat ini. Ini sudah 5 jam setelah kepergian taehyung dari bimbelnya. Jungkook masih berada di mansion keluarga wijaya. Acara makan makan pun diundur mengingat intensitas anak kesayangan keluarga wijaya belum ada di rumah.
Jungkook tidak bisa diam seperti ini. Ia harus mencari taehyung. Taehyung tidak sekalipun mengangkat telepon ataupun membaca pesannya. Jangankan panggilan jungkook, panggilan bunda dan ayahnya pun diacuhkan.
"Bun yah, athala cari dio dulu ya." jungkook tersenyum manis dengan sorot mata penuh kekhawatiran.
"Ayo bareng ayah aja." tawar Chanyeol kepada Jungkook.
Jungkook menggelengkan kepalanya pelan.
"Ga usah ayah, athala cari dio sendiri aja." kata jungkook meyakinkan chanyeol.
Mana bisa Chanyeol menolak permintaan calon menantunya itu. Mau tak mau Chanyeol hanya bisa pasrah dan mengikuti permintaan calon menantunya itu.
"Ya udah hati hati ya athala." chanyeol mengusap rambut jungkook pelan.
"Jangan lupa kabarin bunda sama ayah ya." kata baekhyun sambil mengantar jungkook ke depan.
"Iya bun. Athala pergi dulu ya." jungkook pun salam pamit kepada ayah dan bundanya taehyung lalu melambaikan tangannya.
Keluarga Wijaya memang beruntung mendapatkan calon menantu yang sopan dan manis. Semoga saja calon menantunya ini akan menjadi menantu dan pasangan yang pas bagi anak semata wayang mereka kelak.
Jungkook pun memasuki mobil dan meminta supirnya ke taman rahasia Taehyung. Ingatan jungkook kuat mengenai jalan jalan yang pernah ia lewati jadi tak heran jika jungkook dengan mudah mengarahkan supirnya ke taman rahasia milik dio tanpa kesasar.
Dewi Fortuna ternyata tengah memihak pada jungkook. Mobil Audi e-tron GT milik taehyung terparkir dengan rapi di dekat taman. Firasat jungkook ternyata tidak meleset.
"Om, athala mau masuk ke sana. Tunggu sebentar ya." pamit jungkook lalu membuka pintu mobilnya dan sedikit berlari menuju rumah pohon di sana. Athala yakin, dio pasti ada di sana.
Perlahan jungkook membuka pintu rumah pohon yang pernah ia kunjungi bersama taehyung. Hidung jungkook langsung mencium aroma alkohol dari dalam rumah pohon. Jungkook tak pernah membayangka ada seseorang yang mabuk di sore hari.
Mata bulat jungkook menangkap intensitas taehyung yang sedang duduk sambil menekuk lututnya dan memeluk lututnya. Di sampingnya sudah ada sekitar 3 botol alkohol dengan kandungan yang tinggi. Dengan keraguannya, athala menghampir dio.
"Dio." panggil jungkook sambil menggoyangkan bahu taehyung pelan.
Suara lembut athala membuat pemuda yang dipanggil pun menatapnya dengan senyuman cerah.
"Lo tau, lo mirip orang yang dio sayang."kata taehyung dengan nada anehnya sambil memegang pipi jungkook lembut.
Jungkook tidak bergeming. Ia cukup terkejut dengan pengakuan taehyung.
"dio sayang banget sama athala. Sayangnya athala lebih milih orang lain. Perjuangan dio sia sia." taehyung tersenyum kecut sambil membayangkan kejadian di tempat bimbelnya. Taehyung tak sadar air matanya keluar dengan tersendirinya.
Jungkook merasa bersalah. Berani sumpah selama ini yag berhasil membuat jantungnya debum debum hanya Taehyung Maulidio Wijaya seorang. Tak ada yang lain.
"Dio benci bubu. Dio benci nenek lampir. Dio benci semua yang rebut athala." taehyung melengkungkan bibirnya ke bawah. Ia menangis seperti bocah 5 tahun yang mainannya direbut penjahat.
Jungkook tak bisa melihat taehyung seterpuruk ini. Hati jungkook berdenyut nyeri. Jungkook dengan segera menghubungi Om Siwon yang sedari tadi menunggunya untuk membawa taehyung pulang.
"Athala hiks mau athala hiks." rengek taehyung sambil memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya di sana.
"Athala di sini dio." ucap jungkook lembut lalu memeluk taehyung dengan erat.
Oh my my my
Oh my my my
I've waited all my li---
Handphone jungkook berdering nyaring. Dengan terpaksa jungkook melepaskan pelukannya dan mengangkat panggilan itu.
Ah ternyata itu bubunya.
"Halo"
"Bubu udah sampe di bandara. Ga niat jemput bubu?"
"Maaf ya bubu, nanti kita ketemu di rumah aja. Athala lagi ada urusan."
"Oh ya udah nan--"
Brak
Taehyung merampas handphone jungkook dan membantingnya keras. Matanya memerah dan rahangnya mengeras. Jungkook takut. Sungguh.
Tbc
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan :v
Jangan bolong bolong ya ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Bimbel - Tk ✓
FanfikceSiapa sangka berawal dari bimbel, seorang Taehyung Maulidio Wijaya menemukan tambatan hatinya? ʙ x ʙ ᴛᴏᴘ!ᴛᴀᴇ! ʙᴏᴛ!ᴋᴏᴏᴋ! ˢᵗᵃʳᵗ ¹⁶⁻⁰⁴⁻¹⁹ ᶠⁱⁿⁱˢʰ ¹²⁻⁰⁵⁻¹⁹
