TBR - 52

5.6K 284 13
                                        

" Fatin , tunggulah kau ni tahulah atlet pun " kata Firyadi sambil cuba mengejar langkah Fatin. Hilang moodnya hari ini kerana papanya dan Hanis.

"Perempuan tu memang nak mati , kau tunggu jelah " kata Fatin geram. Firyadi hanya memandang Fatin yang mencincang aiskrim mint chocolate miliknya.

" aku tak sangka dia akan bertindak sampai macam ni , aku takut dia apa apakan kau " kata Firyadi. Fatin menarik senyuman nipis.

" jangan risaulah , aku okay ja. Ni Fatin Adriana lah , dia takkan menang " kata Fatin selamba menyedut air lemon miliknya.

" t-tapi.... mama ? " kata Firyadi. Fatin memandang wajahnya kembarnya. Benar juga kata Firyadi , apa reaksi mamanya nanti ?

" biarlah pasal benda tu dulu , jangan serabutkan mama lagi , kesian dia " kata Fatin. Pandangan matanya melihat ke arah manusia yang lalu lalang di hadapannya. Matanya tertacap ke arah sebuah kedai yang amat menarik perhatiannya. Fatin mengukir senyuman.

" Fatin sayang , kenapa awak datang siniiiiii " kata Aizat lalu membuat muka masam. Kantoi segala kejutannya.

" suka hati saya lah nak datang mana pun , awak tu dah buang tabiat ke datang kedai macam ni ? " kata Fatin selamba memandang kedai yang serba merah jambu , mempunyai banyak teddy bear dan barang couple.

" Eiiiii sibuklah Tengku Fatin Adriana ni , girlfriend siapa ni " kata Aizat geram. Fatin menayangkan senyuman dan menunjukkan simbol peace.

" awak nak beli dekat siapa ? " kata Fatin sambil melihat ke arah patung beruang warna putih yang memegang love. Aizat memandang patung di tangannya.

" girlfriend nombor dua " kata Aizat selamba menyebabkan Fatin menayangkan wajah ketat. Aizat menahan senyum melihat wajah ketat milik Fatin.

" girlfriend nombor dua ? Okay ja saya tunggu dekat luar , rimas campur panas dekat dalam ni " kata Fatin selamba berjalan keluar menyebabkan Aizat tergelak kecil. Comelnya dia bila cemburu.

" saya beli ni ya , terima kasih " kata Aizat lalu keluar dari kedai tersebut sambil memegang beg kertas. Fatin memandang Aizat sekilas lalu kembali memandang telefonnya.

" nah " kata Aizat sambil menghulurkan beg kertas. Fatin memandang beg tersebut lalu memandang wajah Aizat yang tersenyum.

" bagi dekat saya buat apa , pergilah bagi dekat girlfriend nombor dua awak tu " kata Fatin lalu berdiri dari tempat duduknya. Aizat tersenyum.

" cemburu ehhh , ice queen cemburuuuu " kata Aizat sambil mencuit cuit siku Fatin. Fatin tersenyum sinis.

PANG !

" adoiiiiii , sayang apa ni T^T " kata Aizat sambil memegang kepalanya yang sakit hasil tamparan Fatin.

" Siapa cemburu , saya tak cemburu okay baik baik sikit , tumbuk mau " kata Fatin lalu berjalan pergi. Aizat mengejar Fatin dari belakang.

" mana ada , ni khas untuk girlfriend aku , Tengku Fatin Adriana , bukalah sayang " kata Aizat dan menghulurkan beg kertas itu. Fatin membuka beg kertas tersebut.

" hoodie dan teddy bear ? " kata Fatin perlahan. Aizat tersenyum nipis.

" jangan ingat saya tak tahu yang sayang saya ni sebenarnya ada koleksi teddy bear dan hoodie " kata Aizat sambil mencuit hidung mancung milik Fatin.

" Tengku Firyadi Ishfar ni memang nak kena eii " kata Fatin sambil memuncungkan bibirnya. Aizat menarik perlahan bibir Fatin.

" nasib tak halal , kalau tidak dah lama aku cium " kata Aizat. Fatin menjeling padat kearah Aizat.

The Black's Rules [COMPLETED] Tempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang