Pergi

2.6K 58 6
                                        

Perubahan cerita :
Sebelumnya mohon maaf bagi yang sudah membaca cerita sebelumnya kalau ada perubahan alur ceritanya. Jadi Dika dan Devi baru anniversary yang sebulan yaa, dan mereka masih tetap kelas X belum kelas XII. Untuk perubahan ceritanya hanya itu saja ya, mohon maaf atas kesalahannya. Terima kasih

Keesokan harinya saat di sekolah, Devi pun tidak melihat kehadiran Dika. Bahkan saat pelajaran sudah dimulai pun Dika belum datang. Biasanya Dika rajin masuk setelah berpacaran dengan Devi walaupun terkadang masih suka datang terlambat dan bolos pelajaran jam terakhir. Mungkin hari ini ia masih berduka, atau mungkin tidak ingin bertemu dengan Devi? Ketidakhadiran Dika membuat Devi tidak fokus belajar, ditambah masalah yang sedang dihadapi mereka.
Di jam istirahat, Devi tidak ada niatan sedikit pun untuk ke kantin memakan nasi goreng kesukaannya. Ia lebih memilih untuk di kelas sendirian.
"Woy lo kenapa sihh dari tadi pagi gue perhatiin kayak mikirin sesuatu? Mikirin Dika?" tanya Risa yang baru saja habis dari kantin yang membawa siomay dan es jeruk

"Ya gitu" kata kata singkat yang keluar dari mulut Devi

"Yaudah nggak usah lo pikirin, nanti gue bantuin lo baikan dah. Nih makan dulu nanti lo sakit, gue bawain siomay sama es jeruk buat lo" Risa menyodorkan makanan tersebut

Devi hanya menggeleng.

"Makan dong. Kalau lo nggak makan makanan ini nanti gue diomelin nih" ucap Risa yang membuat Devi bingung

"Maksud lo? Diomelin siapa?" tanya Devi

"Ya diomelin sama yang udah beliin makanan ini"

"Siapa?"

"Ya siapa lagi kalau bukan Dika"

"Hah? Serius lo ini dari Dika?" ekspresi Devi pun berubah, yang tadinya sedih berubah menjadi senang

"Iyah makanya dimakan, nanti kalau lo nggak mau makan Dika makin marah sama lo"

"Emm tapi gue nggak mau kalau bukan Dika nya langsung yang ngasih ke gue" Devi menyingkirkan makanan itu dari hadapannya

"Oh jadi nggak mau makan nih?" tiba tiba Dika datang dengan memakai seragam sekolah dan memakai jaket levis robek robeknya tanpa membawa tas

"Dikaa?" Devi terkejut melihat kedatangan Dika, ia langsung memeluk Dika dengan erat

Dika pun membalas pelukan itu, ia mengelus lembut rambut Devi yang terurai.

"Kamu udah nggak marah kan sama aku?" dengan mulut yang sedikit di manyunkan yang membuat Dika malah tertawa

"Haha siapa yang marah?" Dika mencubit pipi Devi

"Ya kamu lahh"

"Aku marah sama kamu? Ya enggak mungkin lah, aku kan nggak bisa marah sama kamu"

"Itu kamu kemaren nyuekin aku gitu waktu di pemakaman mamah kamu"

"Ya emang kenapa? Nggak boleh? Emangnya kamu aja yang bisa nyuekin aku? Aku juga bisa wlee" Dika menjulurkan lidahnya meledek Devi yang sedang murung tersebut

"Ihhh jahatt" Devi memukul dada Dika yang berada dihadapannya

"Uhukk uhukk" batuk batuk yang disengaja oleh Risa
"Hey di sini ada orang kali, asik bener pacarannya. Iyadah gue mah selalu jadi obat nyamuk"

"Udah lo diem aje, mending lo jajan sanah ke kantin. Nih uang buat lo" Dika mengeluarkan uang kertas 50 ribu untuk diberikan kepada Risa

"Wahh serius lo ini buat gue?" Risa mengambil uang tersebut dengan sigap

"Iyaudah sonoh jangan ganggu gue" Dika mendorong tubuh Risa sampai badannya terdorong

"Yaudah iyah iyah" Risa pun pergi keluar

Cinta Abu AbuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang