Hargailah Perjuangannya

8.2K 152 3
                                        

     Saat bel pulang berbunyi, Devi segera bergegas untuk pulang karena ia ingin beristirahat. Dan hari ini papahnya tidak bisa menjemputnya lagi dikarenakan ada urusan pekerjaan yang belum diselesaikan dan tidak bisa ditunda. Devi yang sedang berjalan sendiri, tiba tiba ada panggilan dari Risa.
"Dev Dev tunggu" teriaknya sambil berlari menghampiri Devi.
Devi pun berhenti melangkah.

"Lo pulang sama siapa Dev?" tanya Risa

"Kayaknya gue naik angkot deh, soalnya bokap gue gak bisa ngejemput"

"Naik angkot sendirian?"

"Ya iyalah, mau sama siapa lagi?"

"Gue takut lo kenapa kenapa Dev, apalagi badan lo masih lemes kan? Hem mending lo minta anterin pulang aja sama Dika" ujar Risa sambil mengejek Devi

"Ishh gila kali lo ya? Ogah banget kalo gue harus dianterin pulang sama cowok rese itu, mendingan gue naik angkot sekalian" jawabnya dengan ekspresi jengkel

Dan tiba tiba saja Dika, Rio dan Adit datang menghampiri Devi dan Risa. Dia mengajak Devi untuk diantarkan pulang dengannya.
"Put, gue anterin lo pulang ya" sambil memegang pergelangan tangan Devi

"Hah put? Lo nawarin pulang ke siapa?" tanyanya heran. "Oh ya ini tangan lepasin dong, gak usah pake pegang pegang bisa kan?" berusaha melepaskan genggaman tangan Dika, tapi tidak bisa karena Dika menggenggam tangan Devi dengan kencang.

"Ya ke lo lah, mulai sekarang gue manggil lo putri aja ya" sambil menatapnya dengan dekat. "Dan gue gak akan ngelepasin tangan lo sebelum lo mau gue anterin pulang"

"Ishh apaan sih lo. Panggil gue Devi jangan Putri. Gue gak suka dipanggil Putri, karena nama Putri tuh udah pasaran, udah banyak yang namanya Putri. Dan gue gak mau dianterin pulang sama lo, ishh lepasin!!!" Devi pun lama lama mulai sangat kesal dengan sikap Dika yang sangat menyebalkan.

Risa, Rio dan Adit yang menyaksikan keributan Devi dan Dika pun tertawa.
"Udah lah Dev pulangnya dianterin Dika aja. Apa susahnya sih tinggal pulang bareng dia?" ujar Devi dengan sedikit tertawa. Dan disambung dengan Adit "Iya tuh Dev udah lo pulang bareng Dika aja. Jarang jarang loh ada cewe yang dianterin pulang sama Dia"

"Dik gue bilang lepasin!!! Gue mau pulang sendiri, gue gak suka dipaksa gini. Lo gak mau kan kalo sampe gue ngebenci lo? Makanya pliss, tolong jangan paksa gue" perintahnya dengan nada suara yang keras dan wajah yang sangat marah.

Dika pun terdiam dan wajahnya terlihat sangat sendu melihat Devi yang begitu marah padanya, dan akhirnya dia melepaskan tangan Devi yang digenggamnya. Setelah tangan Devi terbebas dari genggaman Dika, dia langsung pergi meninggalkan Dika, Risa, Rio dan Adit. Risa pun langsung mengejar Devi.

"Dev" Risa menepuk pundak Devi dari belakang

"Apa?" jawabnya dengan jutek karena masih merasa kesal dengan masalah tadi

"Lo kenapa? Lo kenapa marah? Niat Dika tuh baik Dev, dia cuma mau anterin lo pulang, dia gak mau kalo lo sampe kenapa kenapa" bicaranya dengan sangat lembut sambil untuk mendinginkan perasaan Devi yang sedang panas.

"Tapi kan gue gak mau, emang harus ya dipaksa gitu?"

"Harusnya lo ngehargain perasaan orang yang suka sama lo" sambil memegang kedua pundak Devi dan menatapnya agar Devi menyadari bahwa Dika itu menyukainya.

Devi yang mendengar ucapan Risa langsung terkejut, dengan mata melotot dan wajah penuh tanda tanya. "Apa? Maksud lo, Dika suka sama gue?"

"Ya iyalah Dev, liat aja dia tuh care banget sama lo, dia perhatian sama lo, dia baik banget sama lo. Selama gue sekelas sama dia, gue belum pernah ngeliat dia seperhatian gini sama cewek, baru sama lo doang Dev. Lo harusnya ngehargain sedikit perasaan seseorang yang suka sama lo, nanti kalau dia udah cape berjuang dan dia pergi pasti lo ngerasain ada yang beda. Pasti lo kangen waktu ada yang perhatian sama lo, waktu ada yang peduliin lo. Gua cuma ingetin ke lo Dev, kalau lo sia siain orang yang udah sayang sama lo dan dia pergi, lo bakalan nyesel, lo bakal ngerasa kehilangan" setelah Risa mengungkapkan semuanya kepada Devi, ia langsung meninggalkan Devi. Devi pun sejenak terdiam saat mendengar ucapan Risa yang begitu dalam dan menyentuh perasaan Devi. Tapi Devi pun tetap tidak memperdulikan masalah itu, dan ia segera bergegas pulang karena sekolahan sudah sepi dan sudah menjelang sore.

      Saat Devi sudah sampai rumah, dan baru saja ingin beristirahat, tiba tiba ponselnya bergetar. Dan Devi terkejut ternyata ada pesan line dari Dika, tetapi pesan itu hanya dilihat saja olehnya dan tidak ingin membalasnya.

 Dan Devi terkejut ternyata ada pesan line dari Dika, tetapi pesan itu hanya dilihat saja olehnya dan tidak ingin membalasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cinta Abu AbuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang