Sudah selama sebulan hubungan Devi dan Dika menjadi tidak jelas. Selama sebulan itu juga Dika bekerja keras mencari uang untuk memberi hadiah di ulang tahun Devi. Dika jadi sering bolos, sekalipun ia masuk sekolah, di jam setelah istirahat ia langsung pergi ke tempat kerja. Selama satu bulan ia bekerja keras, merasakan sulitnya mencari uang, ia berhasil membelikan sebuah cincin emas putih 2gr polos tanpa hiasan mute/berlian. Betapa bahagianya ia bisa membelikan hadiah untuk Devi dari hasil kerja kerasnya sendiri, yang biasanya kalau ia ingin membeli sesuatu tinggal menggesek kartu kredit yang diberikan oleh papahnya, kali ini sudah berbeda.
Hari ini adalah ulang tahun Devi yang ke-17 tahun, ia mengundang teman teman sekelasnya untuk datang ke acara pesta ulang tahunnya yang kecil kecilan. Ia berharap banyak teman temannya yang datang, karena acaranya pun malam minggu. Devi pun membebaskan teman temannya itu datang membawa pacarnya bagi yang punya, boleh membawa teman lainnya atau bahkan adik dan keluarganya supaya lebih ramai lagi.
Malam sudah pukul 19.10 teman teman Devi sudah mulai berdatangan karena acara intinya pun pukul 19.30. Teman teman Devi pun sudah mulai berdatangan membawa hadiah yang sudah dibungkus cantik oleh kertas kado. Risa dan Adit sudah datang sambil memberikan hadiah kepad Devi, namun seseorang yang ditunggu tunggunya itu belum kunjung datang. Dika.
"Happy BirthDay Dev, semoga panjang umur ya" Risa memeluk Devi diikuti cium pipi kanan cium pipi kiri
"Btw lo cantik banget malam ini woww.." Risa melihat dari atas rambut sampai ujung kaki penampilan Devi yang terlihat sangat cantik di acara ulang tahunnya ini
"Ahh lo bisa aja. Lo juga cantik banget malam ini"
"Ekhhemmm" Adit berdecak supaya mereka berdua menyadari bahwa disamping mereka ada dia
"Eh iya maaf maaf sayang hehe" Risa langsung memegang lengan Adit
"Selamat ulang tahun Dev. Doanya yang terbaik aja buat lo" Adit menjulurkan tangannya memberikan ucapan selamat dan dibalas oleh Devi yang juga menjulurkan tangannya "Thanks ya Dit"
"Oh iya nih hadiah buat lo dari kita berdua. Sorry lah kalau hadiahnya nggak bisa yang mewah mewah" Adit memberikan paper bag yang berisikan 2 buah kotak hadiah
"Ya ampun makasih banget loh Dit, Ris. Sebenernya nggak bawa hadiah juga nggak apa apa, yang penting kehadirannya aja. Makasih banget nih ya" Jemari lentik Devi mengambil paper bag yang diberikan oleh Adit
"Eh ya btw lo dateng berdua doang? Hmm Dika nggak dateng?" Mata Devi masih mengamati di setiap sudut tempat untuk mencari Dika
"Dateng kok dia, tenang aja. Paling sebentar lagi juga nongol tuh bocah" ucap Adit
Tiba tiba saja ada seseorang yang menutup mata Devi dari belakang "Siapa ini? Lepasin dong" Devi berusaha melepaskan tangan tersebut dari matanya
"Tebak dulu coba siapa ini?" suara familiar yang tentu saja Devi sangat mengenalnya
"Dikaaaa" tangan Dika pun melepaskannya, sontak Devi sangat bahagia melihat kedatangan sosok yang ditunggu tunggunya sejak tadi
"Aku pikir kamu nggak bakalan dateng"
"Ya aku pasti dateng dong, masa di acara ulang tahun pacar sendiri nggak dateng hehe"
"Oh ya aku bawa hadiah buat kamu" Dika merogoh saku celananya yang disamping kanan dan kiri namun tidak ditemukan
"Tunggu sebentar sayang. Tadi aku taruh mana ya?" Dika mengacak ngacak rambutnya pelan, merasa kebingungan karena hadiah yang ia siapkan malah tidak ada
"Coba kamu inget inget dulu, atau ketinggalan dirumah mungkin?"
"Engga kok tadi aku bawa. Sebentar ya, aku mau cek di motor dulu. Kamu tunggu disini dulu sebentar yaa nanti aku balik lagi" Dika bergegas keluar menghampiri motornya Adit yang dibawa oleh Dika, ia mencari cari namun tetap tidak ada.
"Lo nyari ini kan?" tiba tiba saja ada Rama dibelakang Dika sambil membawa kotak merah kecil yang dicari cari oleh Dika
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Abu Abu
RomanceDikisahkan sebuah cerita tentang anak remaja, lebih tepatnya anak SMA. Dimana masa masa SMA adalah masa masa paling indah, dimasa itu lah terjadi kisah percintaan, persahabatan, permusuhan, perdebatan, dan banyak lagi. Karena itu lah, cerita ini ber...
