"Sulit untuk mencari seseorang yang dapat menggantikan posisimu dihatiku"-Park Jimin.
"Jim,,,bisakah kau membuka hatimu untuk ku?"-Kang Seulgi
"Jina ingin memanggil Aunty seulgi, Mommy... Bolehkah?"-Park Jina
Start:20 mei 2019
End:16 oktober 2019
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seulgi pov.
Kulangkahkan kaki ku menuju taman,tempat dimana pertama kali bertemu dengan jina, entahlah kenapa perasaan ku sangat antusias saat ingin bertemu dengan jina.
Saat sampai di bangku taman yang pernah kududuki bersama jina dulu,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku berhenti sejenak untuk memperhatikan jina bersama seseorang yang tengah terduduk sambil menunduk kearah bawah,terdengar sedikit obrolan mereka.
"Lihat,,,bahkan tali sepatu jina tidak terpasang dengan benar,karena jina terburu buru".katanya sambil membenarkan tali sepatu jina.
Tiba-tiba jina berseru memanggil namaku.
"Aunty Seulgi,,,,!!! ".membuat lelaki yang berjongkok tadi menengok kearahku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dan ....Deg....!!! ...pandangan kami bertemu....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pandanganku terkunci padanya,membuatku terpaku di tempat.
......Tampan.... Astaga ada apa dengan jantungku yang berdetak tidak karuan-batin ku.
Namun aku tersentak kala merasakan pelukan erat di kaki ku.entah sejak kapan jina turun dari bangku dan berlari kearahku,membuat aku lantas mengalihkan pandangan ku ke arah bawah. Dan segera mensejajarkan tubuhku dengan tubuh mungil jina.
"Aunty, jina kangeeeeen aunty".katanya sambil memeluk erat leher ku.
"Benarkah???,aunty juga kangen jina"kata ku sambil membalas pelukannya.
Kurasakan jina melepaskan pelukannya dan menoleh kearah belakang.
"Aunty,,, ini daddy,,, dan daddy ini aunty seulgi".ucap jina, membuat aku segera berdiri.
"Ooh,,, Annyeonghaseyo kang seulgi-imnida".
"Anyyeong,, Park Jimin-imnida"
Setelah saling memperkenalkan diri, jina menarik tanganku untuk duduk di bangku taman.
"Aunty,,, apakah aunty membawa permen herbal nya? "
"Iya,,, aunty bawa.tapi,,, Mmm,, "ucapanku sambil melihat kearah daddy jina yang tengah memainkan telfon genggamnya. Jina yang mengerti maksud ku lantas berkata.
"Aunty tak perlu khawatir ,daddy sudah memberi ijin kok,iya kan dad?"kata jina.
"Iya,, "kata jimin singkat sambil mengalihkan pandangannya ke arah kami dan kembali memfokuskan diri ke telfon genggamnya.
Akupun mengeluarkan dua pack permen dari dalam tas dan memberinya kepada jina .
"Waahh,,,, gomawo aunty, ini sangat banyak"kata jina senang.
"Iya,,, sama sama, aunty suka jina memberi permen kepada jina, jadi jangan sungkan-sungkan untuk meminta yaa"
"Iya aunty"jawab jina senyum ,membuat matanya hanya tinggal segaris.
Kamipun mengobrol ria,, sampai suara jimin menginterupsi kami.
"Jina sayang, sepertinya sudah siang, kita harus pulang" ucap jimin.
"Yah,,, padahal jina masih ingin bersama aunty seulgi"ucap jina lemas.
"Kapan-kapan kita bisa bertemu lagi ,oke? "
"Bagaimana kalau aunty ikut jina dan daddy saja kerumah?? "Tanya jina antusia.
"Tidak Bisa sayang aunty harus ke toko dulu".
"Yaah,,,, kalau begitu aunty harus janji, kapan-kapan aunty harus main main ke rumah jina".sambil menaikkan jari kelingkingnya .
"Hmm,,, iya aunty janji"kataku sambil manutkan jari kelingkingku dengan jina.
"Kalau begitu kami pulang dulu seulgi-si, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk jina"ucap jimin sambil tersenyum.
"Iya tuan, anyyeong jina-ya"ucap seulgi sambil melambaikan tangan.setelah melihat ayah dan anak itu menjauh, seulgi lantas memang dadanya yang berdetak kencang, bukan hanya serangan tiba-tiba jina yang mencium pipinya namun juga aroma maskulin yang di keluarkan oleh ayah jina membuat pipi seulgi memanas.
"Astaga,kang seulgi apa yang kau pikirkan,dia sudah mempunyai isteri"-batin seulgi sambil memukul-mukul kepalanya.
Diapun melangkah menuju toko dengan senyum tipis diwajahnya.