Happy reading:)
Gubrak...
Pyar....
Sontak mereka berdua kaget tapi tak berani mencari kesumber suara.
"Suara apaan tu?" tanya stephani ragu.
Mereka membeku tak berani melihat kearah pintu.
"Gw juga gak tau.." Dimas.
Dimas memberanikan diri melangkah kearah pintu.
"Dimas..hati-hati" Stephani.
Dimas menoleh kebelakang.
"Lo gak mau ikut?" tanya Dimas.
"Gak deh..gw disini aja" stephani.
Dimas pun melanjutkan langkahnya sampai akhirnya ia sampai di depan pintu.
Dengan ragu-ragu Dimas mengintip kedalam.
"Huh..." Dimas bernapas lega saat apa yang ia lihat tak seburuk yang ia bayangkan.
Didalam sana seorang penjaga sekolah pak Asgap yang tengah memungut pecahan gelas kaca yang berserakan.
Otak jail dimas pun beraksi ia akan berpura-pura di serang mahluk halus lalu ia minta tolong ke stephani,pasti muka panik stephani terlihat menggelikan..
Dimas masuk dan bekerja sama dengan pak asgap.
Lalu ia pun melancarkan aksinya.
"Aaaa.....tolong...aaa..tolong gw.." teriak Dimas sekencang-kencangnya
Stephani yang mendengar teriakan Dimas reflek menjadi ketakutan..ia berjalan kesana kemari tak karuan.
"Duh..gimana nih...duh...." stephani masih mempertimbangkan antara menolong Dimas atau lari??...
"Phani...tolongin gw..." teriakan Dimas semakin kencang.
Tanpa pikir panjang stephani berlari kearah pintu
Dan....
"Dimas...!!!!!"kali ini stephani yang berteriak .
Yah..Stephani sudah termakan oleh jebakan Dimas.
Dimas yang mendengar teriakan stephani dari arah pintu tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah stephani yang nahan amarah..
Stephani berjalan mendekat kearah dimas
" lo itu ya..gw kira lo di apa-apain sama mahluk astral ...gak taunya...huh..dasar tukang jail.."ucap stephani sambil memukul bahu Dimas.
"Hahaha..gw emang sama mahluk astral sekarang" ujar Dimas sambil menaikkan kedua alisnya dan melirikan bola matanya kearah pak asgap.
"Lho..lho ..kok jadi saya ini yang kena" ujar pak asgap sambil berdiri dengan nampan berisikan pecahan gelas tadi.
"Hahahah...ada ada aja.." stephani tertawa kecil.lalu matanya beralih ke nampan yang dibawa oleh pak asgap.
"Oh jadi suara tadi itu pak asgap,mau dibantuin pak?" tawar stephani.
"Yeee telat lu phan udah gw bantuin tadi" seruput Dimas.
Stephani melirik kearah Dimas dan memajukan bibirnya.
"Udah neng gapapa.bapak pergi dulu ya" ujar pak asgap lalu meninggalkan stephani dan Dimas.
Dimas mendekat kearah stephani yang memandangi kepergian Pak asgap.
"Kuy lanjut nyari" ajak Dimas.
Stephani tersentak lalu menoleh kearah Dimas
Dan..
Mata stephani tiba-tiba berwarna merah dengan tatapan tajam kearah Dimas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Gudang Sekolah
TerrorMengisahkan perjalanan mereka untuk menguak sebuah rahasia. Rahasia yang selama bertahun tahun merenggut banyak nyawa, rahasia yang menurut mereka sendiri tak masuk akal. Dengan kemampuan yang dimiliknya masing masing, akankah mereka bisa memecahkan...
