CHAPTER 7

1.7K 25 0
                                        

Aku tidak tahu apa yang merasuki tubuhku. Malaikat baik kiriman dari Tuahn atau iblis jahat dari neraka. Mereka memasukkan heroin ke dalam tubuh Dawn. Aku tahu reputasi Jordan dan Daniel. Kami semua tahu namun kami hanya diam karena kami masih menganggap mereka sebagai teman kami. Namun, ketika aku melihat apa yang akan mereka lakukan pada Dawn, akal sehatku menghilang begitu saja.

Aku memukul wajah Daniel. Jujur saja itu tidak seberapa dengan apa yang ada dikepalanya dan rencananya kepada Dawn. Aku tidak ingin membayangkannya. Yang ada dikepalaku saat ini adalah untuk memukul Daniel. Aku ingin ia tidak bermain-main dengan Dawn sekalipun mulai dari hari ini. Bahkan ia masih dapat berkata kalau ini tidak seperti yang aku kira. Apakah aku bodoh dimatanya? Jelas aku melihat apa yang terjadi. Aku marah. Sangat marah. Aku ingin membunuhnya. Aku ingin menghancurkan kepala Daniel, aku ingin membuatnya tidak dapat melihat lagi atau bahkan kehilangan kedua tangannya yangtelah menyentuh Dawn.

"Kyle! Berhenti! Dia bisa mati!" ujar Gerard sambil menarik Kyle,"Bradley! Ambil Nalmefene untuk Dawn!" perintahnya kepada Bradley yang baru datang.

"AKU BERSUMPAH KALAU KAU MENYENTUH DIA LAGI, KAU MATI!!" kata Kyle sambil menunjuk ke wajah Daniel yang penuh darah.

Aku masih belum puas. Bagiku, Daniel masih baik-baik saja. Lalu, Jordan. Si pengecut. Aku mungkin masih bisa merasa baik-baik saja karena ia hanya mengambil foto Dawn. Tapi, aku belum selesai padanya. Tetap yang paling penting saat ini adalah Dawn.

Kyle melihat ke arah Jordan, ia mengambil handphonenya, melemparnya ke atas lantai dan menginjaknya berkali-kali. Lalu ia pegi ke arah Dawn.

Greg mulai datang karena keributan itu dan ia terkejut melihat kondisi Daniel yang sangat parah dan bahkan Jordan terlihat ketakutan berdiri disana.

"Dawn, Dawn. Bicara padaku. Kau baik-baik saja?" tanya Kyle khawatir sambil mendudukkan Dawn.

"Nalmefene." Kata Bradley sambil memberikan sebuah obat dan gelas air minum untuk Dawn,"Ini akan membantu membuang racun narkoba dan alkohol ditubuhnya."

Kyle mengambilnya dan ia memasukkan obat itu ke dalam mulut Dawn dan memberinya minum,"Minumlah Dawn. Ini adakan membantumu, ok?"

"Hehehe, Kyle.... kau terlihat sangat.... tampan hari ini." Kata Dawn masih dalam pengaruh heroin,"Kau sangat menggemaskan."

Yang ada dikepalaku hanyalah ratusan pertanyaan dan intinya adalah aku ingin tahu apakah Dawn baik-baik saja atau tidak. Aku tidak tahu berapa banyak heroin yang dimasukkan ke tubuhnya. Aku takut ia mengalami overdosis atau bahkan mati. Ia tidak tahu bahaya heroin. Dawn masih terlalu awal untuk mengenal hal-hal seperti ini. Dan aku tahu. Ini semua salahku yang membawanya ke tempat ini. Aku hanya ingin Dawn baik-baik saja. Aku tidak ingat berapa banyak doa yang aku ucapkan dikepalaku agar Dawn baik-baik saja. Dan ini pertama kalinya aku berdoa dari selama 25 tahun hidupku.

Greg datang dan aku tidak ada waktu untuk bicara dengannya. Dengan cepat, aku membawa ia ke dalam mobilku dan aku membawanya pergi. Selama perjalanan, Dawn berbicara banyak hal dan aku mulai mengenalnya secara perlahan. Ia berbicara mengenai orang tuanya. Mel dan Tina Carter. Mereka berada di Kanada dan sedang merintis restoran seafood mereka. Lalu mereka juga memiliki cabang. Ia bahkan berbicara bahasa yang tidak aku mengerti. Bahasa Indonesia karena ibunya setengah Indonesia. Lalu, ia berpindah topik mengenai teman-temannya, Dionne. Lalu Julien. Lagi-lagi Julien. Lalu ia terdiam.

"Dawn? Dawn? Bicara padaku, Dawn." Panggil Kyle sambil menggerakkan pundak Dawn dan ia sambil menyetir mobilnya,"Dawn!"

Saat itu juga, Dawn langsung muntah dan membuat Kyle terkejut. Ia muntah dimobilnya dan ia langsung tertawa. Saat itu juga, Kyle hanya menepuk kepalanya sedikit karena Dawn benar-benar mabuk akan heroin.

Setidaknya Dawn masih sadar. Itu yang ada dikepalaku. Ini lebih baik daripada ia tidak sadarkan diri. Aku benar-benar tidak tahu berapa banyak heroin ditubuhnya hingga ia seperti ini. Yang pasti dia benar-benar dibawah pengaruh narkoba. Fuck...

Kyle membawa Dawn ke apartemennya dan meletakkannya diatas tempat tidurnya. Ia mengambil beberapa tisu dan membersihkan mulut Dawn yang masih terdapat bekas muntahannya. Ia juga mulai membuka sepatu hak tinggi yang Dawn pakai dan pakaiannya agar Dawn bisa beristirahat.

"Kyle.... kenapa kau membuka pakaianku?" tanya Dawn sambil sedikit tertawa.

"Kau harus istirahat, Dawn. Kau akan baik-baik saja, ok?"

Shit. Aku tidak berbohong soal Dawn. Dia benar-benar sangat cantik. Aku tidak bisa berhenti memperhatikan tubuhnya dan aku tahu kalau aku tidak seharusnya melakukan itu. Tapi, aku tidak bisa menolong diriku sendiri. Aku sangat ingin menyentuh tubuhnya. Aku ingin merasakan dadanya. Banyak hal yang ingin aku lakukan pada Dawn.

Kyle membiarkan Dawn hanya memakai pakaian dalamnya dan ia menarik selimutnya dan menyelimuti tubuh Dawn.

"Tapi,  aku belum ingin tidur!" ujar Dawn sambil berusaha untuk bangkit duduk dan Kyle mendorongnya kembali ke atas tempat tidur.

"Dawn. Istirahat."

"Noooooooooooooo!" jawab Dawn dengan nadasuara yang sedikit manja dan ia langsung tertawa,"Kyle. Kenapa kau selalu terlihat sangat menggoda? Aku sangat menginginkanmu saat ini juga, kau tahu?"

Apakah aku tidak salah dengar? Katakan padaku kalau ini nyata.

"Aku menginginkanmu, Kyle." Kata Dawn sambil menarik lengannya,"Please?"

Kyle langsun duduk diatas tempat tidurnya disebelah Dawn,"Aku juga, Dawn. Aku juga sangat menginginkanmu. Tapi tidak dalam keadaan seperti ini. Aku ingin kita melakukannya dalam keadaan kau sadar penuh, ok?"

"Tapi, aku ingin melakukannya sekarang. Apakah kau pikir... aku tidak cukup cantik untukmu? Aku bukan tipemu, ya?"

Siapapun yang mengatakan Dawn bukan tipeku,aku akan memukul wajahnya. Damn. Ini benar-benar lampu hijau dari Dawn. Aku bisa saja menuruti keinginannya saat ini juga. Tapi aku tahu. Dia bukan Dawn. Dia bukan Dawn yang aku kenal. Ia hanyalah Dawn yang dibawah pengaruh obat. Ia tidak bisa berfikir jernih. Bila aku ingin bercinta dengannya, aku ingin ia sadar. Aku ingin ia menyadari semua yang aku lakukan padanya dan semua yang akan aku katakan padanya. Aku tidak ingin menghancurkannya hanya karena keinginannya saat ini.

"Dawn, aku menyukaimu. Jelas kau tipeku. Kita bisa melakukannya besok, ok? Besok ktia akan bertemu lagi dan kalau kau mau, kau tinggal bilang padaku."

"Apa? Besok.....? Tidak sekarang?" tanya Dawn dengan wajah yang kecewa.

"Ayolah. Kau perlu istirahat."

"Satu kali ciuman saja. Aku ingin menciummu, Kyle."

"Tidak, tidak, pokoknya kau tidur."

"Kyle!"

"Ok, ok." Kyle hanya memutar kedua bola matanya dan ia langsung mencium pipi Dawn,"Sekarang, kau tidur."

"Tanpa kau disebelahku, aku tidak ingin tidur."

"Ugh...... kau benar-benar akan membunuhku, Dawn." Kyle langsung bangkit berdiri,"Baiklah, asal kau benar-benar tidur, ok?"

"Yes, daddy."

Dawn yang dibawah pengaruh obat benar-benar sangat menggoda. Aku tidak tahu berapa banyak bisikan iblis yang tidak aku dengar saat ini. Bahkan ketika aku sedang membuka pakaianku, ia terus memperhatikanku seperti seorang anak kecil yang sedang menunggu makan siang yang sedang dimasak oleh ibunya. Ayolah, tidak hari ini satan! Tidak hari ini! Pergi dari kepalaku!Jangan paksa aku untuk bebuat hal yang tidak akan disukai Dawn. Ia belum menyetujuinya, ok? Ayo, pergi, pergi. Jangan ganggu momenku dengan Dawn yang murni tanpa noda ini.

"Aww, aku adalah perempuan paling beruntung didunia ini." Kata Dawn sambil tertawa kecil,"Kyle, aku semakin ingin bercinta denganmu sekarang juga."

"Kita bisa bicarakan hal itu besok, Dawn."

"Okaaaaay." Jawab Dawn kembali berbaring diatas tempat tidur,"Tidur denganku sekarang! Pokoknya sekarang!!"

"Iyaaaa, Dawn!" kata Kyle sambil memutar kedua bola matanya dan ia naik ke atas tempat tidur disebelah Dawn.

LOVING DAWNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang