CHAPTER 22

726 8 0
                                        

Aku tidak bisa melihat tatapan mereka semua yang menyalahkanku. Aku pergi. Pergi dari tempat itu dengan Kory. Pada awalnya, kami mencari Dawn. Kami mencarinya disekitar kota. Tidak ada tanda-tandanya. Sampai kami kehabisan akal dimana Dawn berada dan kami pulang.

Dawn tidak ada dirumah. Honey dan Summer langsung berlari ke arahku dan mereka juga terlihat bingung karena Dawn tidak bersama denganku. Mereka mulai menyadari kehilanganseorang Dawn didalam rumah. Aku mencoba untuk meneleponnya, handphonenya mati. Aku mengirimkan pesan masuk sebanyak-banyaknya dan tidak ada jawaban. Aku tidak tahu dimana dia berada. Aku seperti seekor kucing liar yang kehilangan induknya. Aku tidak memiliki ide dimana Dawn berada.

Aku tidak bisa tidur memikirkannya. Bahkan seluruh barang-barang Dawn masih ada dirumah ini. Dia sama sekali tidak pulang. Mungkin besok dia akan pulang. Pikirku.

Dan hari keesokannya, dia tidak pulang.

Begitu juga pada hari selanjutnya.

Dan hari selanjutnya.

Dan selanjutnya.

Hingga sampai dititik dimana aku yakin Dawn tidak akan pulang. Aku pergi ke rumahnya dan aku hanya mendapatkan cacian dari keluarganya. Aku yakin Dawn ada didalam tapi ia tidak ingin melihatku. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. Hampir semuanya sudah aku lakukan dan tidak ada hasil. Aku.... menyerah.

Dan pada titik ini yang dapat menjadi sahabatku adalah whiskey. Aku tidak ingat bahwa aku sedang berusaha untuk berhenti meminum whiskey.

"Hanya satu dan dua botol kali ini, ok?" kata Gerard sambil duduk dikursi bar dengan Kyle yang ikut dengannya.

"Iya, tentu saja." Jawab Kyle ragu,"Tidak ada drama."

"Hey! Kau!" panggil pelayan bar itu sambil menghampiri Kyle,"Aku tidak ingin ada masalah seperti kemarin hari ini,"Gerard, ayolah."

"Dia akan baik-baik saja." Kata Gerard,"Ayo keluarkan dua botol whiskey!"

Pelayan itu mengeluarkan dua botol whiskey dan gelasnya tetapi Kyle tidak membutuhkan gelas begitu juga dengan Gerard. Mereka langsung mengambil botolnya dan meminum langsung dari botol. Musik dari piano elekton diujung ruangan terdengar keras dan bahkan banyak orang yang duduk diatas kursi dengan meja dibelakang yang sedang minum dan banyak juga yang bermain kartu. Tempat itu adalah bar khusus minum langganan Kyle dan Gerard.

"Las Vegas! Bulan depan. Bagaimana menurutmu?" tanya Gerard sambil meliaht ke arah Kyle,"Greg berharap kau ikut motocross x bulan depan itu di Vegas! Ini akan sangat menyenangkan. Vegas!"

Vegas.... wow. Aku belum pernah ke vegas.

"Itu benar!" ujar Leland yang menyusul dan duduk disebelah Kyle,"Kau bisa mencari perempuan lain selain Dawn."

"Apa?" tanya Kyle lansung melihat ke arah Leland,"Tidak ada perempuan lain seperti Dawn. Hanya ada satu. Fuck.... apakah aku boleh membunuh Rachel sekarang?" tanyanya dan ia meminum whiskeynya sampai habis,"CLAUDE! BERIKAN AKU SATU BOTOL LAGI!!!" teriaknya.

Aku hampir melupakan Dawn. Tapi aku kembali mengingatnya. Fuck. Aku ingin memukul wajah Leland yang berani mengingatkanku soal Dawn. Tapi, hey.... meskipun aku ingin memukul wajahnya, Leland tetap temanku.

"Tenang, Kyle. Satu botol terakhir." Kata Gerard serius.

Mereka bertiga mulai minum. Minum dan minum dan minum dan minum. Satu botol lagi, satu botol lagi, lagi, lagi dan lagi. Mereka bersulang lagi dan lagi. Meminum alkohol mereka lagi dan lagi. Hingga mereka menjadi mabuk, sangat mabuk. Entah berapa banyak botol yang mereka minum. Kyle bahkan sempat berjalan-jalan disekitar bar dengan minumannya.

"Siapa yang masih bermain piano elekton dizaman sekarang ini?" tanya Kyle sambil berbicara dengan pemain piano elekton itu.

"Aku. Hey, ini klasik. Dibandingkan musik keras para DJ itu."

"Oookaaay, kau melakukan pekerjaan yang bagus."

Aku tidak dapat merasakan kepalaku lagi. Rasanya semua pikiranku mulai menghilang. Kepalaku hampir pecah karena memikirkan ini semua. Maaaan, mari berhenti memikirkan hal ini, ok?

Kyle langsung membalikkan badannya dan ia tidak dapat menemukan Gerard dan Leland yang seharusnya berada dibelakangnya.

"Gerard? Gerard! Leland! Dimana kalian?" tanyanya sambil melihat kesekitarnya dan Kyle sangat mabuk sehingga ia tidak seimbang dalam berjalan,"Oh, Whoa! Dawn?!" tanyanya sambil melihat ke arah seorang perempuan yang lewat didepannya,"Kau Dawn? Whoa, Dawn! Aku sangat merindukanmu!!!"

"Dawn? Apakah aku terlihat seperti Dawn bagimu?!"

Kyle langsung berjalan pergi hingga ia naik ke lantai atas, lantai balkon dimana ia dapat melihat Gerard dengan sebotol whiskeynya.

"GEEERARRDDD!!!!!!"

"Kau... terlalu banyak minum Kyle."  Kata Gerard sambil menjatuhkan botol whiskeynya ke bawah dan saat itu juga ia dan Kyle langsung tertawa.

Mereka berdua minum. Minum dan minum bahkan sempat menari sebentar sambil tertawa dengan keras.

"Kenapa kau tidak pernah menikah?" tanya Gerard tiba-tiba.

"Hmm.... tidak ada yang menginginkanku." Jawab Kyle ragu dan ia langsung tertawa begitu juga dengan Gerard.

"Ceritakan padaku soal Dawn!"

Banyak hal yang dapat aku ceritakan soal Dawn. Pertama, dia perempuan yang paling paling paling aku cintai didunia ini. Kedua, dia adalah perempuan yang berbeda. Dia perempuan yang luar biasa dan aku luar biasa mencintainya. Ketiga..... oh... wow... aku sangat merindukan tubuhnya. Aku ingin menyentuh tubuhnya sekali lagi.

"Mmmm...." Kyle berfikir panjang sambil melihat ke lantai bawah,"Ada satu hal yang harus aku—" Ia melihat kesisi kanannya dan Gerard menghilang lagi,"Gerard?  Gerard!"

Kyle melihat kesekitarnya hingga ia dapat melihat Gerard berada dilantai bawah dan ia langsung berjalan turun dari tangga menghampiri Gerard yang sedang bertengkar dengan bartender.

"Pulanglah, Gerard! Kau akan membuat keributan lagi! Bawa temanmu juga!"

"Jangan bicara seperti itu didepan Dawn!" kata Kyle sambil mendorong bartender itu,"Dia bukan perempuan yang kau kira bisa kau kasari!"

"Kalau kalian tidak keluar sekarang, aku akan memanggil orang agar kalian diseret keluar!" kata bartender itu marah dan saat itu juga Kyle dan Gerard hanya pergi ke orang-orang yang tidak ia kenal dan mereka menari bersama dengan mereka mengikuti alunan suara piano. Bar itu semakin rusuh namun tetap ada beberapa orang yang tetap duduk dan diam menikmati minuman mereka.

"Hey, hey! tenang!" ujar Jason yang tiba-tiba berada dibar itu dan ia langsung menghampiri Kyle dan Gerard,"Hey, kau Kyle Larson, kan?"

"Itu aku! Si pemenang kejuaraan motocross kemarin." Jawab Kyle dan ia langsung tertawa begitu jgua dengan Gerard dan orang-orang disekitarnya.

Aku mengatakannya. Dan aku bangga.

LOVING DAWNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang