CHAPTER 9

1.6K 26 1
                                        

"GOOOOOAAAALLLLLL!!!!!!!" teriak Gerard sambil bangkit berdiri,"SUDAHKU DUGA DIA AKAN MENCETAK GOAL!!!!"

"Pertandingan belum selesai!" kata Kyle sambil menarik Gerard duduk,"Tenang saja, Barca akan melawan balik!"

"Hey, kau dengar itu?" tanya Leland tiba-tiba,"Ada orang diluar." Ia langsung bangkit berdiri dari sofa dan pergi membuka pintunya. Dawn.

Oh fuck.... aku lupa kalau Dawn akan datang. Tapi, tidak masalah. Ia juga sudah mengenal Gerard dan Leland. Aku senang kalau perempuan yang aku sukai dapat berbaur dengan teman-temanku. Dan benar. Gerard dan Leland adalah dua orang yang mudah bergaul dengan siapa saja dan begitu juga dengan Dawn. Dawn juga cepat belajar. Ia satu detik yang lalu tidak mengetahui apa-apa soal sepak bola. Namun baru menonton satu pertandingan, ia sudah mengerti banyak hal. Oh fuck. Dia cantik, dia pintar, dia benar-benar sempurna.

"Dawn, bangun! Semua orang sudah pulang." Panggil Kyle sambil membangunkan Dawn,"Lebih baik kau juga pulang. Biar aku antar, ok?"

"Apa? Gerard dan Leland sudah pulang?" tanya Dawn bangkit dari tidurnya.

"Tentu saja. Kenapa?""

"Kyle. Aku kemari bukan untuk menonton pertandingan sepak bola."

"Oh ya? Aku kira kau ingin datang kemari hanya untuk menghabiskan waktu saja."

"Kau ingat dengan apa yang kita bicarakan kemarin itu?"

"Oh.... kau tidak serius ingin melakukannya, kan?" tanya Kyle ragu.

Fuck. Dia tidak serius, kan? Soal ini.

"Aku... aku minta maaf. Aku tahu seharusnya aku tidak datang kemari! Waktunya sangat salah. Kau pasti menganggap aku orang yang aneh yang tergila-gila denganmu. Aku benar-benar terlihat sangat aneh, kan? Kalau kau tidak suka, kau bisa mengatakannya, Kyle. Aku tidak akan marah."

"Tidak, aku—umm..." Kyle terlihat bingung karena Dawn terlihat semakin gugup dan bingung,"God damn it." Ia langsung menarik Dawn dan menciumnya.

Aku tidak bisa berfikir lurus lagi. Aku tidak bisa menahannya lagi. Dawn terlalu menggoda dan hanya orang bodoh yang ingin melewatkan lampu hijau dari Dawn. Aku sudah tidak sabar untuk menyentuh tubuhnya.

"Tidak! Jangan disini." Ujar Dawn panik sambil menahan dressnya.

"Kenapa?"

"Aku..... aku malu, Kyle. Aku belum pernah telanjang didepan laki-laki." Katanya dengan wajahnya yang sedikit memerah malu,"Dan tubuhku tidak sempurna seperti perempuan lain. Aku lebih suka didalam ruangan gelap."

Dia benar-benar seorang perawan yang tidak pernah disentuh laki-laki. Dan aku tidak marah. Aku merasa senang dan aku merasa spesial karena aku pria pertama yang menyentuh Dawn. Kyle, pertahananmu selama ini berakhir tidak mengecewakan.

"Dawn. Pertama kali aku melihatmu ditempat bermain itu, aku langsung tahu bahwa kau adalah perempuan yang sempurna untukku. Aku sudah melihat tubuhmu dengan pakaian dalammu, ok? Kau tidak perlu malu. Aku menyukai semuanya."

"O-ok... jangan merasa kecewa denganku, ok? Maksudku... ini pertama kalinya bagiku."

"Aku tahu. Tenang saja." Kyle langsung membawa Dawn ke kamarnya dan ia menutup pintunya sambil melihat ke arah Dawn yang perlahan mulai membuka dressnya didepan Kyle. Ia terlihat ragu namun Kyle tidak dapat berhenti memperhatikan tubuhnya. Ia perlahan berjalan mendekati Dawn sambil membuka kaos abu-abu yang ia pakai. Ini pertama kalinya Dawn melihat tubuh Kyle secara sadar penuh.

Dawn duduk diatas tempat tidur sambil melihat Kyle yang membuka celananya dan menurunkannya. Dawn menggigit bawah bibirnya sedikit karena ia tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Kyle membuka laci mejanya untuk mengambil sebuah paket kecil, sebuah kondom dan Dawn tahu itu dan saat itu juga, Kyle langsung membuka celana dalamnya sehingga Dawn dapat melihat apa yang sudah ia nanti-nanti.

LOVING DAWNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang