Malvin tersungkur lagi setelah mendapat tendangan di dadanya. Malvin memejamkan matanya menahan sakit. Kepalanya sudah berdenyut seolah tubuhnya sedang memberi peringatan batasnya.
Malvin melihat darah mengalir di lengan kanannya. Ternyata Alvarel sengaja membuat celah itu untuk merebut besi dari tangannya lalu membalikkan pukulan ke lengan setelah itu menendangnya.
Malvin menggeram melihat Alvarel bersih tanpa luka. Pria itu sudah seperti malaikat pencabut nyawa saja saat memegang besi tajam.
"Sebenarnya apa hubungan lo sama Maura gue hah? Lo nggak bakal bertindak sejauh ini kalo kalian nggak ada hubungan apa-apa." Malvin benar-benar penasaran dengan Alvarel. Kenapa Alvarel semarah ini karena Maura?
"Lo mau tau?"
Alvarel membuang besi itu dan mendekat ke arah Malvin. Malvin berdiri dan melangkah mundur dengan tatapanl siaga.
"Tentu gue harus tau segala hal tentang milik gue. Nggak boleh ada yang deketin Maura selain gue!" Malvin membelalak ketika Alvarel tiba-tiba mencekiknya.
"Milik lo, milik lo, milik lo. Lo terus ngomongin hal yang nggak masuk akal. Denger dan inget ini baik-baik. Maura. Bukan. Milik lo! Dan sampe kapanpun gue nggak akan pernah ngizinin lo milikin adek gue!"
Malvin terdiam meresapi perkataan Alvarel. Persekian detik tubuhnya menegang akibat terkejut. Malvin tidak percaya dengan kalimat terakhir Alvarel. Yang Malvin tahu, Maura tidak memiliki kakak laki-laki. Hanya adik tiri bernama Kinara.
Malvin terkekeh miring. "Lo mau nipu gue? Maura nggak punya kakak, sialan! Maura cuma punya adek tiri, namanya Kinara. Lo jangan coba-coba nipu gue!"
"Wijaya Group," ucap Alvarel membuat Malvin seketika terdiam. "Lo pasti tau berita beberapa tahun lalu. Gue yakin lo pernah denger beritanya walaupun lo nggak peduli."
Pikiran Malvin kembali pada dua tahun lalu, saat Arland Wijaya mengadakan konferensi pers dan mengumumkan bahwa Arland memiliki seorang putri, namun hilang saat belasan tahun lalu. Arland mengatakan akan kembali melakukan pencarian putrinya dan meminta seluruh masyarakat membantu menginfokan jika menemukan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang sudah di sebutkan.
Saat itu, beritanya heboh. Tidak sedikit media memberitakan banyak orang yang datang ke kediaman Wijaya membawa seorang gadis yang memenuhi ciri-cirinya. Namun pada akhirnya, yang dilakukan beberapa oknum untuk mendapat imbalan besar itu pun sia-sia, hingga berita itu pun tenggelam dengan sendirinya.
Malvin masih tidak percaya dengan semua ini. "Jadi lo Alvarel Fernando Wijaya? Penerus Wijaya Group?"
Sebelah sudut bibir Alvarel terangkat tipis. "Lihat baik-baik wajah gue."
Malvin menelan salivanya kasar. Malvin baru menyadari kalau Alvarel benar-benar mirip dengan CEO Wijaya Group yang sering muncul di berita dan majalah bisnis.
Tidak ada yang tidak mengenal Wijaya Group, salah satu perusahaan terbesar dan berpengaruh di beberapa negara.
"Lo udah buat kesalahan fatal, Malvin Baskara." Alvarel semakin kuat mencekiknya. "Dalam aturan gue, siapa pun yang berani ngusik keluarga gue, dia harus di lenyapkan."
Malvin mencengkram kuat tangan Alvarel. Wajahnya sudah memerah kehabisan nafas namun Alvarel seakan tidak peduli dengan keadaannya. Alvarel benar-benar melaksanakan aturan itu.
"Le-pas brengsek!"
"ALVA, STOP!"
Adrian berlari menghampiri mereka dan melepaskan tangan Alvarel dari leher Malvin. Malvin jatuh ke lantai dan terbatuk-batuk. Dia menghirup udara dengan begitu rakus. Kali ini Malvin beruntung karena Adrian datang tepat waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Prince
Ficção AdolescenteSequel of 'MY BOY IS COLD PRINCE' 📖 DILARANG PLAGIAT/COPAS/MENJIPLAK KARYA HANA!!!🐾 📖 Lebih baik punya karya hasil otak sendiri dari pada punya karya tapi hasil otak orang lain😂True? Jadi, Bijaklah sebelum berkarya🤗🐼 - Menjadi manja adalah si...
