LIMA

3.9K 212 4
                                    

HAPPY READING

🍀☘️🍀☘️🍀

Menyimpan sebuah rasa yang terlihat sangat mustahil untuk kita gapai itu rasanya sangat menyesakkan.
Aku minta padamu wahai Hati, berhati-hatilah untukmu ketika menyimpan sebuah rasa.

******

Kampus masih sangat ramai, Abil pria itu memandang lurus kedepan dan akan tersenyum tipis kepada orang-orang yang menyapanya hanya sebuah garis senyuman kecil dibibir tapi bisa membuat para mahasiswi yang menyapanya tersepu malu dengan senyuman pria tampan itu.

Seperti yang ia katakan pada Bima bahwa ia benar-benar pergi untuk ke perpustakaan, Abil sudah masuk kedalam perpus seperti biasa perpustakaan kampus cukup ramai karena memang para mahasiswa hanya menumpang duduk-duduk manis sambil bermain WiFi gratis yang kebetulan sangat lancar disini.

Langkah lebarnya menuju salah satu lorong yang cukup jarang dilalui para mahasiswa/i dikampusnya, setelah ia mengambil salah satu buku yang ia cari untuk ia baca tapi langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara kecil yang sangat ia kenal.

Mata teduh cenderung tajam itu mencari sumber suara yang kebetulan hanya beda satu rak buku yang ada didepannya.

"Mampus Lin, Untung gue inget kalo kaga udah dimakan kali ma dosen killer itu. Mana lagi ini buku, kalo ngga butuh aja nongol, kalo kaya gitu darurat kaga ada nongol-nongolnya tuh buku"

Abil tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya, ia melihat gadis tambun itu mendumel sendirian sifat cerewetnya masih sama sejak dulu tak ada yang berubah.

Pria itu masih terus memperhatikan gadis tambun itu yang seperti mencari sesuatu, wajah bulat tercampur guratan kesal disana dan seketika wajah itu tersenyum lebar sepertinya gadis itu menemukan barang yang ia cari.

Senyum lebar yang tadi ia lihat diwajah bulat itu seketika hilang, Abil mengerutkan keningnya heran ia masih terus memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu dan seketika pria itu melebarkan matanya melihat gadis tambun itu mencoba menaiki rak buku tersebut.

Langkah kakinya dengan cepat menghampiri keberadaan gadis itu yang ia takuti akan terjatuh dan benar saja.

"Aahh.."

Abil memejamkan matanya, ternyata dorong dari tubuh berisi Alina membuatnya yang dari berlari menghampiri gadis itu mendarat sempurna diatas tubuhnya dengan kedua tangan kokohnya masih berada dipinggir besar Alina yang tadi ia gunakan untuk menarik tubuh berisi itu agar jatuh padanya.

Abil, pria itu membuka matanya yang dengan sangat dekat ia melihat wajah merah Alina yang ada diatasnya masih dengan memejamkan matanya mungkin gadis itu kira ia jatuh kelantai atau mungkin saking nyamannya kah berada diatas tubuhnya.

******

Alina, gadis tambun itu masih melebarkan matanya melihat ia berada diatas tubuhnya pria tampan yang digilai gadis-gadis dikampus lebih tepatnya mantannya yang bahkan mungkin ia belum bisa move on.

Setelah cukup sadar, Alina mencoba berdiri dari atas tubuh Abil tapi gagal karena kedua tangan pria itu masih menahan dipinggangnya.

"Ka, sorry pasti berat kan. Tolong lepasin tangan Kaka" ucap Alina pada Abil yang masih melihatnya tanpa ekspresi. Hanya datar.

RASA YANG SAMA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang