HAPPY READING
🍀☘️🍀☘️🍀
"Biarkan aku egois untuk saat ini"
*******
Bunyi alat masak yang saling bersentuhan memenuhi isi dapur sederhana milik enyak Alis dan sang empunya pun sedang berdiri tepat disamping putrinya yang sedang sibuk mengaduk-aduk bubur yang sedang gadis Tambun itu masak.
Enyak Alis sedari tadi hanya diam memperhatikan putrinya itu, ia sudah bertanya untuk apa Alina putrinya memasak bubur padahal dirinya atau Abah tidak meminta Alina untuk memasak bubur, gadis tambun itu hanya bilang untuk temannya yang sedang sakit awalnya enyak Alis sedikit tak percaya dengan alasan anaknya itu.
"Coba enyak incipin dulu enak ngga?" Ucap Alina pada enyaknya yang masih di sampingnya berdiri.
Enyak Alis dengan pelan mengambil sedikit bubur buatan putrinya meniupnya sebentar sebelum ia memakan bubur itu.
Mata Alina seperti tak sabar mendengar respon enyaknya yang masih mengulum buburnya dan semoga buburnya buatan pas.
Enyak Alis mengaguk pelan "enak, pas" senyum Alina mengembang mendengar ucapan enyaknya.
"Ini mau buat bubur ayam atau bubur biasa Lin?" Tanya enyak sambil berjalan menuju lemari pendingin.
"Bubur ayam enyak, tadi Alin udah bikin ayam gorengnya sama kacangnya juga" ucap Alina sambil merapikan tempat untuk buburnya.
"Ouh... Nanti kasih kecap dikit iya biar nambah nampol Lin" ucap enyak Alis kembali dan berjalan keluar meninggalkan anaknya yang masih sibuk menatap masakannya.
"Siap enyak" ucap Alina semangat.
Sebelumnya, Alina sudah mendapatkan kabar dari bunda Kiki bahwa Abil sudah sadarkan diri dan ia sangat bersyukur untuk itu.
Makanya gadis tambun itu sudah memasak salah satu makanan kesukaan dari pria itu, Abil memang suka dengan makanan lembek seperti bubur ayam seperti yang di buat oleh Alina untuk itu ia akan membawa bubur ini untuk pria itu dan semoga pria itu menyukai masakannya.
Alina tersenyum lebar sambil mengibaskan-ibaskan tangannya "udah beres, tinggal mandi lalu cus ke rumah sakit deh" ucapnya.
******
Alina sudah sampai di rumah sakit tempat Abil di rawat, di tangan kanannya tas kecil yang berisi makanan yang sudah ia buat tadi.
Dan untuk sekian kalinya, gadis Tambun itu lagi-lagi mengecek penampilan takut ada yang salah karena sedari tadi ada beberapa orang yang melihatnya seperti pandangan aneh ia takut kalo ada yang salah atau noda di pakaian yang ia pakai hari ini.
Padahal ia hanya memakai sebuah Dress biru tua polkadot kecil-kecil sebatas lutut dengan lengan pas di sikunya dan tak lupa ia memakai kan ikat pinggang kecil berwarna putih dengan hiasan mutiara di tengah-tengahnya sangat cocok dengan tubuh tambun nya itu dan ia menggeraikan rambut indah nya yang bergelombang.
Alina melihat tempat duduk didepan pintu kamar inap Abil terlihat sepi tidak ada orang sama sekali, gadis itu berfikir mungkin keluarga pria itu ada didalam kamar pria itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
RASA YANG SAMA
FantasyWarning!!!! 18+++ Eehh... Busyeett. Mampus mampus lu Lin. Kenapa dia ada disini? Ko dia bisa disini sih? Makin ganteng pula tuh tuyul.. Gimana mau move on kalo begini caranya. Iyaa... Tuhan, dia bukan Abil yang cungkring kering tinggi kaya tiang lis...