Note: Aku manggil kalian para pugi yang dari sekarang.
Suka gitu, hai para pugiii😂.Setiap pertemuan pasti akan ada perpisaha, dan sialnya aku pertemu kembali dengannya.
HAPPY READING
☘️🍀☘️🍀☘️
"Nape lu Lin, suntuk banget tuh muka. Cuci muka geh sana biar Segeran dikit" ucap Ajurah setelah ia duduk disamping Alina yang memang sedang dalam mood yang jelek.
Alina menggerutu tak jelas, mulut Ajurah memang tak punya rem sama sekali, ingin rasanya ia menyupal mulut itu dengan sambal yang ada dimangkok Delisa.
"Yeehh... Tuh anak, malah nyelonong aje. Untung temen" Delisa hanya menggeleng geli melihat tingkah kedua teman barunya yang aneh-aneh itu.
"Bukannya kamu yang nyuruh alin cuci muka rah" ungkap Delisa sambil memakan basonya yang tadi ia beli.
Sementara Alina gadis itu memang pergi ketoilet yang tak jauh dari kantin kampus, mencuci mukanya yang kucel memberikan sedikit lipgloos pada bibir tebalnya agar terlihat segar.
Setelah merasa sudah cukup rapi penampilan ia pun keluar dan kembali duduk dengan kedua temannya yang sedang makan pesanan mereka masing-masing.
"Naaahh.. itu kan cantik. Enak kan dipandang kaga kaya tadi. Butek gue lihatnya" ucap Ajurah pada Alina yang sudah duduk disampingnya.
"Bacot lu" bales Alina sinis. Ia pun memakan basonya yang telah Delisa pesankan tadi untuknya.
"Yeehh.. nih bocah. Dikasih tau malah gitu balesnya" Alina tak membalas perkataan Ajurah. Ia sudah cukup tau sifat Ajurah yang bawel nah ujibilah apa lagi mulutnya yang ceplas ceplos itu.
Sementara Delisa gadis itu sedikit pendiam tapi kadang kala Delisa akan sama cerewetnya seperti Ajurah dikala ada suatu yang menurutnya sangat penting.
Alina memakan basonya dengan kesal, ia mengingatkan bagaimana awal ospek yang sangat sial baginya, apa lagi pertemuannya kembali Dengan pria itu. Ia merasa kesal tak dikenali oleh pria itu yang sok-sok tak mengenalnya.
Ck, bukannya itu keinginannya agar pria itu yang tau tentang dirinya. Tapi mengapa ia merasa sangat kesal.
"Iihh.. nyebelin!" Gerutu Alina kesal. Lagi-lagi ia kalah dengan hatinya ia merasa sangat kesal saat ini.
Sementara Ajurah dan Delisa saling pandang merasa aneh dengan temannya itu "Nape lu? Waras kan lu Lin" ucap Ajurah pura-pura ngeri sambil menempelkan telapak tangan dikening Alina yang langsung ditampik oleh gadis itu.
"Apaan sih"
"Lu yang apaan, ngagetin-ngagetin aja. Orang lagi makan juga"
"Udah aahh.. bentar lagi juga bel nih. Ayuk cepat makan, entar disuruh kumpul lagi" erai Delisa kepada kedua temannya yang masih saling menggerutu tak jelas.
*****
"Baik, hari ini tugas kalian hanya mengumpulkan tanda tangan para senior-senior yang ada disini. Sebanyak-banyaknya, yang tidak melakukan tugas ini akan ada sangsinya jadi jangan malas" teriak salah satu senior didepan didepan sana kepada para maba yang ada diaula itu.
Ada yang tidak suka dengan tugas yang diberikan oleh senior mereka, tapi ada juga yang senang dari kasih tugas seperti itu secara tidak langsung mereka bisa berkenalan dengan para senior-senior yang beken dikampus ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
RASA YANG SAMA
FantasyWarning!!!! 18+++ Eehh... Busyeett. Mampus mampus lu Lin. Kenapa dia ada disini? Ko dia bisa disini sih? Makin ganteng pula tuh tuyul.. Gimana mau move on kalo begini caranya. Iyaa... Tuhan, dia bukan Abil yang cungkring kering tinggi kaya tiang lis...