Note: makasih buat kalian. Aku kasih sarapan anget-anget dah buat kalian. Nanti baca cuap-cuap aku dibawah iya.
HAPPY READING
🍁🍁🍁🍁🍁
********
Disebuah salah satu apertemen mewah yang ada di daerah ibu kota yang padat dengan para penduduk, disalah satu kamar. Dengan suasana yang sunyi sepi, tak ada suara apapun di ruangan itu. Hanya ada, suara napas kedua anak Adam yang masih dengan nyaman dengan posisi yang saat ini terlihat sangat intim.
Alina masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria yang saat ini memeluknya, mengelus punggungnya dengan lembut. Membuatnya lagi-lagi memperdalam wajahnya pada dada pria itu yang membuat sang empunya terkekeh geli. Merasa gemas pada gadis Tambun yang saat ini terlihat malu-malu, dengan wajah merahnya setelah kejadian beberapa saat tadi.
"Jangan senyum kakak! Iiihhh..." Ucap Alina pura-pura kesal dalam dekapan pria tampan yang malah terkekeh lebih keras karena tingkah menggemaskan gadisnya.
"Love you, sayang banget sih sama cewek ini" Alina mati-matian mengulum senyumnya, ia semakin dalam menyembunyikan wajahnya yang tentu sudah merah pastinya.
Abil mencium kepala Alina beberapa kali, pria itu bersyukur karena masalah dengan gadisnya ini telah terselesaikan. Dan hubungan kembali seperti semula, gadis itu menerimanya kembali setelah ada beberapa perdebatan diantara keduanya.
Setelah kejadian saling melumat satu sama lain tadi, dan setelah mengatur napas terlebih dahulu agar sedikit normal. Dan tak lupa pula memastikan dengan keadaan gadis yang masih menyembunyikan wajahnya di lehernya terasa tenang. Dan disaat itu Abil, pria itu menceritakan bagaimana awal mula kejadian yang dimana di lihat pula oleh Alina yang saat itu ingin mengambil barang yang tertinggal di samping pria itu duduki.
Alina hanya diam mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh pria yang ia cintai ini. Sambil mengusap punggung lebar Alina, Abil benar-benar cerita sangat detail. Dari awal saat mereka duduk bersama, makan siang besama ditaman bekalang sekolah tempat favorit mereka berdua saat menghabiskan waktu jam istirahat dulu. Yang membuat wajah Alina benar-benar merah sangat mengingat masa dulu, tak lama wajah senang terganti dengan wajah kesal saat Abil melanjutkan ceritanya. Dan Permasalahan datang saat kekasihnya pamit ijin untuk pergi kekelas terlebih dahulu. Dan sih Rasti, wanita yang memang selalu mengejar Abil ketika jaman SMA dulu. Datang tiba-tiba menghampiri Abil yang sedang duduk sibuk membuat sebuah laporan pada saat itu. Dan yang membuat Abil terkejut, saat dengan tiba-tiba Rasti menarik wajahnya dan menempel bibirnya ke bibir gadis itu. Dan mungkin saat itu Alina melihatnya dan mengira Abil selingkuh darinya, Abil menceritakan bahwa ia langsung mendorong gadis gila itu setelah apa yang di lakukan gadis itu membuatnya sangat muak dengan wajah Rasti saat itu.
Dengan wajah yang dingin serta tatapan tajam, saat itu Abil menceritakan bahwa dirinya langsung pergi tanpa mau menatap gadis itu yang sedang menangis memanggil namanya. Dan setelah itu ia mencari kekasih yang adalah Alina, gadis cantik baik hati, seperti kepolosan gadis itu yang berhasil memikat hati dingin pria tampan itu. Saat itu Abil bercerita bahwa itu ia bingung mau cari Alina kemana lagi. Dari rumah, tanya ke pihak sekolah kenapa gadis itu tak muncul lagi serta alamat baru tempat tinggal dirinya pun ia tak bisa membukanya.
Dan ternyata, Tuhan serta alam semesta mendukung mereka berdua. Mempertemukan kembali di sebuah universitas yang ternyata kedua menempuh pendidikan disana. Saat itu hati Abil bergetar dengan hebat yang dengan pandainya ia menutupinya dengan wajah datar andalannya. Ia hampir saja memeluk gadis cantik kesayangannya dulu, walau badan gadis itu berubah lebih berisi dari yang ia ingat sebelumnya. Tetapi bukan berarti ia tidak bisa mengenali wanita yang sudah membuatnya jungkir balik, memporak-porandakan perasaannya. Saat itu, Abil ingin sekali mendekati gadis Tambun yang terus nunduk karena saat itu kena teguran oleh salah satu temannya ketika ospek dulu.

KAMU SEDANG MEMBACA
RASA YANG SAMA
FantasyWarning!!!! 18+++ Eehh... Busyeett. Mampus mampus lu Lin. Kenapa dia ada disini? Ko dia bisa disini sih? Makin ganteng pula tuh tuyul.. Gimana mau move on kalo begini caranya. Iyaa... Tuhan, dia bukan Abil yang cungkring kering tinggi kaya tiang lis...