"Bagus. Kalau begitu ayo buktikan."
"Apa?"
"Satu bulan ini kita jalan. Setelahnya terserah kamu, saya tidak akan memaksa."
.
Irene and her pretty goddes. Seungwoo and his daddy vibes.
.
(3 Juli 2019 - 17 November 2019)
Irene masuk ke dalam restaurant. Ia sudah membuat janji dengan salah satu CEO produk minyak wangi ternama yang merupakan junior nya saat sekolah dulu, Oh Sehun.
Jadi, dulu saat junior high school, Irene adalah ketua PMR dan Sehun adalah ketua PMR angkatan selanjutnya. Mereka masih sering bertemu bahkan sampai sekarang.
"Kak Rene, aku mau kakak promote di instagram selama satu minggu," Sehun berbicara.
Irene mengiyakan.
"Tapi produknya dibikin rahasia, munculnya perlahan-lahan. Jadi pasar biar tambah penasaran."
Irene kembali mengiyakan. Dua tahun ini memang dia mendadak berubah menjadi selebgram. Awalnya ia hanya berjualan baju online dengan dia sendiri sebagai modelnya. Lalu entah bagaimana banyak orang mulai mem-follow akun instagramnya dan tawaran endorse banyak bermunculan. Irene dengan senang hati mengambil endorse-endorse itu.
Sebenarnya biasanya ada dari pihak perusahaan sendiri yang mengurus, tapi karena sudah saling kenal, Sehun memutuskan untuk menemui Irene sendirian.
Pembicaraan tentang produk itu hanya berlangsung sebentar karena Irene dengan mudah setuju toh yang diminta Sehun juga tidak ribet sebenarnya.
Mereka akhirnya makan.
"Loh, Seungwoo hyung?"
Irene menoleh ke arah yang ditatap Sehun. Dan disana, ada Han Seungwoo yang sedang berjalan macam model ke arah Irene dan Sehun.
"Kamu kenal dia, Hun?"
"Kenal. Kak, dia kakak kelas alumni sekolah kita. Kakak lupa?"
"Hah? Masa?"
Seungwoo tersenyum, "Saya memang mudah dilupakan kok, Hun."
Irene hanya menatap Seungwoo yang sudah berdiri di sampingnya.
Sehun tertawa canggung, "Gak lah, Hyung. Hyung dulu kan yang nolongin aku sama Kak Irene dari palakan berandalan gak jelas," Lalu menyalami Seungwoo dan mempersilahkan laki-laki itu duduk di sebelah Irene.
Kalo diingat-ingat lagi. Masa-masa sekolah Irene biasa-biasa saja, bahkan tidak terlalu indah.
Irene yang sifatnya memang cuek terhadap sekitar, di cap sebagai orang yang sombong. Irene juga tidak kenal siapa saja kakak atau adik kelas di sekolahnya. Boro-boro kenal, yang seangkatan saja kadang Irene tidak kenal.
Yang Irene kenal lingkupnya hanya yang satu ekstrakurikuler dengannya, pernah sekelas, dan teman satu kelas.
Saat banyak teman-teman perempuannya yang sibuk membuat squad. Irene hanya sendiri dengan Sehun yang selalu mengikuti. Iya, dulu Sehun begitu berambisi menjadi Ketua PMR karena dia tidak lolos saat mengikuti seleksi OSIS. Jadi, Sehun berambisi kuat untuk menunjukkan dirinya lewat PMR.
Mereka ngobrol banyak, lebih tepatnya hanya Sehun dan Seungwoo. Irene lebih banyak diam sambil memakan strawberrypanacotta miliknya. Sebab mendengar obrolan mereka, Irene jadi paham bahwa Seungwoo ternyata termasuk siswa berprestasi di sekolah dan juga pernah menyelamatkan ia dan Sehun.
"Kak Rene, aku udah harus balik kantor."
"Yaudah, ayo aku juga mau pulang."
"Hyung, kami mau-"
"Irene tetap disini." Putus Seungwoo.
Sehun dan Irene sama-sama mngernyit, bingung.
"Aku mau pulang! Ayo, Hun!"
"Ada yang mau saya bicarakan, Rene."
"Nanti chat aja."
"Kamu tidak pernah membalas chat saya, Irene."
"Ka-kalian ada ... hubungan?" Tanya Sehun. Agak janggal melihat interaksi keduanya.