20. One Day With SeungPyo (2)

1.4K 284 12
                                        

Setelah menempuh tiga jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di Pantai. Deretan pepohonan, pegunungan, dan danau yang mereka lewati membuat tiga jam tidak terlalu terasa lama. Saat sampai pun mereka disambut dengan suasana tenang dengan suara-suara deburan ombak.

Irene meregangkan tangan sambil memejamkan mata yang otomatis diikuti oleh Dongpyo. Bocah itu tersenyum senang. Akhirnya ia pergi liburan ke pantai seperti teman-temannya.

Seungwoo dengan kedua tangan berada di saku, tersenyum di belakang keduanya. Melihat bagaimana dua orang favoritnya begitu cocok. Seungwoo sangat bersyukur, mengingat peringai Irene yang begitu cuek, nyatanya sifat Dongpyo yang sudah cute dari lahir berhasil membuat Irene memperlakukan Dongpyo seperti adiknya sendiri.

"Saya mau beli minuman dulu, kalian jangan kemana-mana."

Irene dan Dongpyo refleks menoleh lalu mengangguk.

"Kalian harus saling menjaga," Pesan Seungwoo.

"Irene, jangan biarkan Dongpyo sampai basah-basahan."

Irene mengangguk.

"Pyo, kamu jagain Nunamu."

Irene memicing, "Kamu pikir aku bocah?" Katanya judes.

Seungwoo mengerjap saat ia sadar ia telah salah bicara, "Bukan seperti itu, Rene."

"Dad beli minum aja, Pyo sama Nuna diem disini kok."

Seungwoo menghela napas lalu beranjak.

Irene menatap Dongpyo, "Seungwoo emang gitu ya, Pyo?"

"Kenapa Nuna?"

"Eum, over protective?"

Dongpyo tertawa, "Nuna ngerasa Daddy ngatur-ngatur Nuna?"

Irene mengangguk. Ia mengajak Dongpyo untuk menepi lalu duduk diatas pasir putih.

"Itu tandanya Nuna orang yang Daddy sayang," Jelas Dongpyo.

"Aku nggak terbiasa di beri perhatian seperti yang Seungwoo berikan," Irene menatap pantai di depannya, "Dia gituin kamu juga ya, Pyo?"

"Iya. Tapi aku nggak merasa terbebani. Nuna merasa terbebani ya?"

Irene tersenyum, "Terbebani soalnya tiap diberi perhatian, rasanya kayak aku semakin jatuh ke dalam pesonanya. Dia bikin otak dan hatiku nggak tenang."

Dongpyo tertawa keras. Merasa lucu. Irene pun ikut tertawa. Merasa lucu dengan kalimatnya yang amat sangat cheesy.

"Pyo, jadi adik aku yuk!"

"Ini kan Pyo otomatis jadi adik Nuna kalo Nuna sama Daddy."

"Kamu panggil Seungwoo, Daddy. Masa panggil aku Nuna?"

"Katanya Nuna nggak suka dipanggil Mommy?"

"Kata siapa?"

"Daddy yang bilang. Dia bilang Nuna tidak mau dipanggil Mommy, mangkannya Daddy suruh Pyo untuk panggil pakai Nuna."

"Ah," Irene mengingat percakapannya dengan Seungwoo dulu.

"Pyo," Panggil Irene.

"Apa?"

"Selama ini dia pernah dekat dengan siapa?"

"Maksud Nuna dengan perempuan?"

Irene mengangguk. Seungwoo yang begitu sulit ditolak pesonanya pasti pernah dekat dengan perempuan, 'kan?

"Banyak perempuan yang mendekati Daddy. Tapi pasti berakhir dengan Daddy yang mulai menjauhi mereka."

"Oh ya? Kenapa?"

"Daddy itu baik ke semua orang. Banyak perempuan yang mungkin pernah merasakan kebaikan Daddy, jadi mereka mendekati Daddy dan yah, Daddy merasa risih."

"Krystal itu Pyo?"

"Kak Krystal itu adik kelas Daddy. Mereka partner lomba-lomba. Dulu selalu barengan. Lalu Kak Krystal kuliah di luar negeri dan akhir-akhir ini sudah kembali kesini lagi."

"Mereka pasti sangat cocok." Kata Irene dengan pandangan menerawang, mendadak semakin ciut saat ia membandingkan dirinya dengan Krystal.

"Nuna dan Daddy juga cocok."

Irene tersenyum lalu mencubit pipi Dongpyo gemas.

"Kamu di sekolah pasti disukain banyak anak cewek ya?"

"Iya, dong!" Dongpyo mengangguk bangga.

"Kamu lebih suka yang tipe friendly apa yang cuek gitu, Pyo?"

Dongpyo tampak berpikir, "Entahlah. Memang kenapa Nuna?"

"Kalau Seungwoo suka yang bagaimana ya?"

"Saya suka kamu, Rene."

Irene dan Dongpyo menoleh. Disana, ada Seungwoo yang menatap mereka dengan pandangan geli.

Irene mendengus, tapi tidak memungkiri bahwa hatinya kembali tidak tenang. Irene sudah berkali-kali melihat Seungwoo tersenyum dengan lesung pipitnya, tapi kenapa Irene juga selalu jatuh berkali-kali pada hal yang sama?

"Jadi seperti ini pembicaraan kamu dengan Dongpyo saat kalian hanya berdua?" Seungwoo bertanya geli. Senyum lebarnya tak pudar.

"Apasih!" Irene memasang wajah galak yang malu-malu.

Dongpyo tertawa melihat keduanya.





° to be continued °

Sedang di fase; mau nulis tapi gatau apa yang mau ditulis T.T





CALON [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang