"Bagus. Kalau begitu ayo buktikan."
"Apa?"
"Satu bulan ini kita jalan. Setelahnya terserah kamu, saya tidak akan memaksa."
.
Irene and her pretty goddes. Seungwoo and his daddy vibes.
.
(3 Juli 2019 - 17 November 2019)
Seungwoo segera bergerak menuju rumah Irene begitu urusan kantornya selesai.
Saat ini ia berdiri di depan pintu rumah Irene.
Menunggu beberapa saat, pintu yang ia ketuk akhirnya terbuka. Menampakkan seorang gadis asing yang seumuran dan wajahnya sekilas mirip dengan Irene, saudara perempuannya kah?
"Irene," Jeda Seungwoo, "Ada?"
"Eonni sedang keluar," Kata gadis itu pelan. "Siapa?" Tanyanya menatap Seungwoo dengan pandangan curiga.
"Han Seungwoo," balas Seungwoo sambil tersenyum.
Gadis di depannya nampak kikuk dan tidak nyaman dengan kehadirannya.
"Jadi, Irene sedang keluar kemana?"
"Tidak tau, tadi eonni langsung pergi begitu saja."
Seungwoo mengangguk paham.
"Baiklah, terima kasih,"
"Ya,"
Seungwoo berbalik hendak pergi, tapi kemudian ingat ia harus memastikan sesuatu.
"Kamu adik Irene?"
Gadis itu mengerjap, tampak terkejut, "Eum- I-iya."
"Namamu?"
"Bae Jisoo."
Seungwoo mengangguk dan tersenyum, lalu benar-benar pergi meninggalkan rumah Irene.
°°°
Irene duduk di halte. Tangannya memegang minuman dingin rasa greentea. Hari sudah sore, tapi Irene masih merasa kepanasan.
Rasanya hari ini benar-benar hari sial untuknya. Entah kenapa ia merasa ada dua hal yang amat sangat membuatnya kesal. Fakta bahwa Ibu Seungwoo yang memilih Krystal dan kedatangan seorang gadis yang dari dulu tidak pernah diharapkan Irene kehadirannya.
Ia sudah satu jam duduk di halte ini. Minumannya juga sudah hampir habis, tapi keinginannya untuk beranjak sepertinya tidak ada.
"Mau sampai kapan kamu mau disitu?"
Irene tersentak lalu menoleh.
"Kamu ngapain disini?" tanya Irene kaget.
Disana, agak jauh dari Irene, bersandar pada tiang, ada Han Seungwoo yang menatapnya sambil bersedekap dada.
"Saya sudah berdiri disini sejak setengah jam yang lalu," Katanya santai sambil tersenyum tipis.
"Hah? Kok bisa?!"
"Sebenarnya apa yang kamu pikirkan sampai tidak tau keberadaan saya?"
Irene mendadak cemberut mengingat itu lagi. "Banyak," ketusnya.
"Kenapa?" tanya Seungwoo.
Lucu rasanya. Seungwoo dan Irene jelas hanya berdua saja di halte itu, ditemani dengan lalu lalang kendaraan, mereka bahkan tidak duduk bersebelahan, tapi keduanya mengobrol seolah mereka sedang bersebelahan.
"Kamu gak bilang kalau dijodohin sama Krystal."
Seungwoo mengerutkan kening, "Darimana kamu tau?"
"Tuh, kan. Ibu kamu jelas milih Krystal, kenapa masih deketin aku?!"
"Saya cuma anggap Krystal sebagai adik saya."
"Brengsek!" maki Irene.
"Irene," desis Seungwoo tegas.
"Apa?!"
"Apa ibu saya berbuat macam-macam sama kamu?"
"Enggak!" Potong Irene cepat. Ibu Seungwoo memang tidak berbuat macam-macam pada Irene, 'kan?
"Lalu kenapa tidak menunggu saya pulang? Kan bisa saya antar," Jelas Seungwoo kalem.
"Anterin aja Krystal!" Semprot Irene.
Seungwoo terkekeh. Gemas dengan judes nya Irene.
"Dengan sikap kamu yang seperti ini," Seungwoo berjalan mendekat ke arah Irene, "Bisakah saya simpulkan kalau kamu sudah jatuh hati dengan saya, Rene?"
Irene mengerjap.
Benarkah yang Seungwoo bilang? tanya Irene pada hatinya.
° to be continued °
Bae Irene
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Han Seungwoo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.