22. One Day with SeungPyo (4)

1.3K 282 24
                                        

Memasuki malam hari, Pantai semakin ramai. Karena memang di Pantai ini setiap pukul delapan malam pasti ada pertunjukan kembang api. Banyak orang sudah duduk di pinggir pantai, termasuk Seungwoo, Dongpyo, dan Irene.

Mereka bertiga duduk beralaskan karpet plastik yang dibeli Irene di salah satu penjual yang memang tersedia disitu.

Irene sedang menghabiskan hot chocolate nya dengan berselimut tebal. Itu selimut Seungwoo yang memang selalu ada di mobil lelaki itu. Dongpyo yang duduk ditengah-tengah sedang sibuk menggigit jagung bakar manis. Sedangkan Seungwoo duduk sambil tersenyum seperti biasanya, matanya tak lepas memperhatikan sekeliling. Banyak keluarga yang juga duduk untuk sekedar menikmati angin malam juga menunggu pertunjukan kembang api dimulai.

Memang hal ini terlihat biasa saja dan sangat sederhana, tapi bila hal sederhana ini jarang dilakukan, lalu dilakukan dengan orang disayang, rasanya sangat luar biasa menyenangkan.

"Kamu masih kedinginan, Rene?" Seungwoo bertanya. Ia melihat Irene makin mengeratkan selimut yang ia pakai.

Irene mengangguk lalu menggeleng. Niatnya tidak ingin membuat Seungwoo khawatir, tetapi laki-laki itu malah kebingungan.

Irene sebenarnya cukup bisa mengahalau cuaca dingin. Tapi ia rasa tubuhnya sedang tidak fit. Mungkin karena sudah sekitar setengah jam ia terkena hembusan angin pantai di malam hari, pipinya rasanya sudah kebas dan terasa dingin.

"Mau kita masuk mobil sekarang?"

"Janganlah."

"Nuna, mau Pyo belikan hot chocolate lagi tidak?"

Irene mengangguk antusias.

Dongpyo lalu berdiri, mengelap mulut dan tangannya sampai bersih. Lalu mengulurkan tangan ke Seungwoo, "Dad, minta uang," katanya tersenyum manis.

Seungwoo menyerahkan uangnya dan bocah itu langsung pergi membeli minuman untuk Irene.

Seungwoo mendekat ke Irene. Tangannya bergerak merangkul Irene yang terbungkus selimut ke dalam dekapannya.

"Kamu yakin tidak mau ke mobil sekarang?"

Irene menggeleng, "Aku mau lihat kembang api dulu."

Seharian ini mereka sudah bersenang-senang. Irene pikir menonton pertunjukan kembang api adalah penutupan sempurna untuk hari ini. Jelas ia tak ingin melewatkannya. Kalau bukan hari ini, kapan lagi?

"Saya bisa ajak kamu untuk melihatnya lain kali."

"No!"

Final Irene. Ia bergerak bersandar mencari posisi ternyaman.

Seungwoo mengelus pelan kepala Irene. Membuat gadis itu semakin nyaman.

"Kok malah peluk-pelukan, sih?"

Dongpyo muncul dengan segelas coklat hangat dan jagung manis. Ia bergerak duduk di samping Seungwoo.

Seungwoo langsung merangkul Dongpyo dengan satu tangannya yang bebas.

"Dad, kita tidak pulang saja? Nuna terlihat lelah?"

Seungwoo ingin menjawab namun terpotong dengan suara suara kembang api yang sudah mulai dinyalakan.

Mereka bertiga langsung fokus menatap pertunjukan kembang api yang terlihat sangat cantik.

Dongpyo lalu mengeluarkan smartphone nya. Ia bergerak merekam detik-detik kembang api meluncur dengan cantik lalu hilang dengan begitu saja.

Seungwoo mengeratkan rangkulannya. Kini ia diapit oleh dua orang yang dia sayangi. Satunya meringkuk, satunya sangat aktif.

Irene tersenyum. Meringkuk dibawah rangkulan Seungwoo sangat hangat ternyata. Irene jadi kepikiran bagaimana kalau ia setiap hari tidur dengan dipeluk Seungwoo. Ah, pasti menyenangkan.




° to be continued °



Han Seungwoo

Han Seungwoo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bae Irene

Haiii!!! Terima kasih untuk boomb comment nyaaa:) bacain komen inline ternyata amat sangat moodbooster, hehe ><

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haiii!!! Terima kasih untuk boomb comment nyaaa:) bacain komen inline ternyata amat sangat moodbooster, hehe ><


CALON [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang