3. Sentuhan Pertama

2K 340 13
                                        

Mereka masih berada di restaurant yang tadi. Sehun sudah pergi semenjak sepuluh menit yang lalu. Pertanyaan Irene lah yang membuka obrolan mereka.

"Kamu kok ga bilang kalau kamu kakak kelas aku?" Tanya Irene, matanya menyipit.

Seungwoo dulu mengenal Irene. Bagaimana Seungwoo bisa tidak tau gadis yang mendapat julukan adik kelas paling cantik? Tentu saja Seungwoo tau, teman-teman laki-lakinya selalu membahas gadis itu di kelas.

Mereka bahkan melakukan taruhan untuk siapa yang bisa berhasil menjadikan Irene sebagai pacar. Tipikal remaja. Tapi hasilnya sia-sia. Irene benar-benar tidak menoleh kepada siapapun yang merayu gadis itu.

"Kamu kenapa tidak membalas chat saya?"

Irene memutar bola mata malas saat Seungwoo mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Kenapa kamu gak ngomong kalo kamu kakak kelas aku?" Ulang Irene.

"Kamu tidak bertanya."

"Kamu harusnya yang ngasih tau aku."

"Jadi, kamu mau tau tentang saya? Begitu?"

"Nggausah kepedean. Aku cuman tanya, kamu tau aku pas dulu kita se sekolah?

"Saya tau kamu."

"Kenapa nggak bilang?"

"Apa?"

"Kalau kamu kenal aku. Sebelumnya kita pernah bertemu. Yang waktu itu di restoran bukan yang pertama kalinya," Irene mendadak haus, lalu menyeruput minumannya.

Seungwoo daritadi memperhatikan Irene dengan lekat.

"Apa kalau saya memberitau kamu bahwa kita pernah satu sekolah kamu akan mengenali saya? Tidak, 'kan?"

Irene mengangguk membenarkan, "Kok bisa tau aku?"

"Kamu bikin banyak teman-teman cowok saya patah hati."

"Hah?"

"Kamu tidak ingat dulu banyak yang memberi kamu coklat?"

Ingatan Irene berkelana ke beberapa tahun yang lalu. Ah, dulu hampir setiap hari dia mendapatkan empat sampai lima buah coklat entah dari siapa. Kadang coklat-coklat itu diberikan langsung padanya, kadang lewat teman-temannya, kadang di selipkan di loker, bahkan ada yang pernah dengan brutal melempar coklatnya sampai membuat Irene mimisan. Sejak hari itu, Irene menolak semua coklat yang ditujukan padanya.

"Kamu pernah ngasih aku coklat?"

Hening kemudian. "Apaan sih?!" Ketus Irene saat respon Seungwoo hanya tersenyum seperti biasanya.

Di pertemuan kedua ini, Irene menyadari bahwa ada satu titik yang muncul saat Seungwoo tersenyum. Tidak terlalu dalam tapi lagi-lagi berhasil membuat fokus Irene tak teralih.

"Dulu, saya terlalu sibuk dengan lomba-lomba di luar sekolah. Kamu terlalu cuek dengan sekitar. Karena itu, kita tidak sempat berkenalan," Seungwoo menjelaskan, "Tapi tidak apa-apa. Yang penting sekarang kita duduk berdua disini."

Irene merasakan hatinya berulah, lagi.

"Sekarang gantian saya yang bertanya. Kamu kenapa tidak membalas chat saya?"

Irene agak terkejut, tapi kemudian menjawab dengan tenang, "Sibuk."

"Sibuk apa? Sibuk menghindari saya?"

Iya, Jawabnya dalam hati.

"Saya masih ingat dengan jelas, bahwa beberapa hari yang lalu kamu setuju untuk jalan dengan saya."

"Eng- aku emang sibuk."

"Waktu itu saya melihat kamu, dan saya coba hubungi kamu tapi kamu malah menolak panggilan saya, kamu mau bohong sama saya?"

Irene wajahnya memerah. Malu dan marah. Tangannya bergerak memainkan rambut panjangnya dan tak sadar menarik rambutnya terlalu kuat.

"Kalau kamu seperti itu, dengan begitu saya akan berpikir kalau kamu memang takut. Takut jatuh hati pada saya."

Irene tertegun saat tangan Seungwoo memegang tangan Irene yang daritadi menyiksa rambutnya sendiri. Lalu menurunkan tangan Irene dengan pelan.

"Tangan kamu terlihat begitu kecil ketika saya genggam," Jari-jari Seungwoo bergerak mengenggam tangan Irene.

Irene makin salah tingkah, "Le-lepas!"

Seungwoo mengernyit, "Jadi, kamu beneran takut jatuh hati pada saya?"

"En-enggak! Siapa yang takut?" Irene dengan paksa melepas tangan Seungwoo, "Besok kita jalan."

Seungwoo tersenyum sumringah, "Oke!"

"Aku mau pulang!" Irene bergegas membereskan barangnya lalu segera berdiri.

"Biar saya antar, Rene."

"Nggak. Aku mandiri, aku bisa sendiri." Bisa gawat kesehatan jantungnya kalau Irene masih tetap bersama Seungwoo.

Seungwoo hanya tertawa saat melihat Irene yang begitu terburu-buru keluar dari restaurant.


° to be continued °

Han Seungwoo

Han Seungwoo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bae Irene

Sedang di fase menulis apa yang mau ditulis, hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedang di fase menulis apa yang mau ditulis, hehe.

CALON [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang