Pertama membuka mata airin sempat terkaget tapi beriringnya waktu airin dapat menerima semua kalau dia harus dibantu dengan alat pernafasan, membuatnya sulit untuk berbicara.
Sudah 1 bulan airin dirawat dirumah sakit ini, kemoterapi dan segala jenis pengobatan sudah airin jalankan, berangsur angsur kondisinya mulai membaik dia mulai memakai selang pernafasan sehingga dirinya bisa berbicara namun tetap harus dirawat.
Sekarang ruangan airin sangat intensif, semua tamu harus memakai masker dan baju khusus.
Hari ini gilaran angga yang menjaga airin, melihat adiknya yang kelelahan karena terapi membuat angga sedih tapi kesedihan itu tak boleh nampak dihadapan airin.
"Cepet sembuh ai" angga memegang erat tangan sang adik.
Angga bangkit dari tempat duduknya, berjalan untuk melihat hasil karya sang adik selama sakit, airin banyak menggambar akhir akhir ini peralatan menggambar yang dibelikan bara sangat membuat airin senang.
Angga tau bara mempunyai rasa kepada adiknya, cara menatapnya ke airin berbeda dengan menatap wanita lain.
Angga tersenyum melihat gambaran dirinya yang belum jadi, airin meminta angga untuk menjadi model, dengan segala paksaan angga mengangguki permintaan sang adik.
"Kakak sayang banget sama kamu ai jadi kamu harus sembuh" gumam angga.
***
Dilain tempat, bara sedang sendiri duduk diatas rooftop sambil menikmati keindahan alam dan angin sepoi sepoi diatas gedung sekolahnya.
Rasa cintanya pada airin bertambah seiring berjalannya waktu, padahal semasa kecil dia menganggap airin sebatas adik namun sekarang ia ingin lebih.
Flashback
"Hai airin comel" sapa bara sambil memainkan tangan kecil airin, airin kecil yang diajak bicara terkekeh riang, akhir akhir ini airin sangatlah aktif.
"Aa baalaa" panggil airin yang masih cadel
"Uwahh bisa panggil kakak bara ya" bunda terkaget mendengar airin berbicara termasuk orang yang ada disana
"Wih anak mamah tambah pinter ya" mamah andini mencium pipi gembul airin
"Mamah kasian airin jangan diciumin" sarkas bara
"Biarin airinnya aja nggak nolak" goda mamah andini pada bara yang sudah menahan emosi
Bara menarik tubuh mamah andini kebelakang supaya tidak menciumi airin lagi, durhaka memang.
"Ehh ehh kog mamahnya digituin sih" bunda menenangkan bara sambil terkekeh ada ada saja pikirnya, airin kecil mendekati bara kemudian memeluknya
"Tuh dipeluk airin aja langsung diem" ucap mamah andini
"Udahlah din"
"Bunda kami pulangg" teriak sikembar yang baru pulang les
"Wah udah pulang, salim dulu sama mamah andini" airin yang mendengar teriak sang kakak langsung melepas pelukannya dengan bara kemudian berlari mendekati sang kakak.
"Wah hehehehe" airin tepuk tangan sambil tertawa melihat kakak kakaknya pulang
"Haloo princess" agam dan awan memeluk airin erat dan menhujami ciuman disekitar wajah adiknya
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESIVE 3 BROTHER (SELESAI)
Teen FictionBagaimana jadinya bila hidupmu ditimpa masalah bertubi tubi?. Cerita ini dialami oleh gadis cantik yang harus kehilangan bundanya akibat kecelakaan. Dan dia harus menjalani hidup yang berat ini sendiri, tapi dia tetap bersyukur mempunyai sahabat yan...
