SEHUN POV
Hari ini aku pulang dari rumah sakit setelah dirawat selama satu malam disanah. Aku benar benar tidak betah berada di rumah sakit lama lama. Namun karena permintaan noona kemarin aku harus tinggal dulu di rumah noona sementara sampai keadaanku membaik lagi.
Saat ini aku sedang di mobil bersama dengan noona yang mengemudikan mobil itu. Aku merasa tidak enak karena harusnya aku melayani noona sebagai managernya tapi aku malah merepotkan noona.
" mianhae noona" ucapku tiba tiba
" kan aku sudah bilang, kamu ini udah kaya keluargaku sendiri jadi tenang aja"
" tapi kan ini tugasku"
" saat kamu sakit anggap aja aku tantemu, ya anggap seperti itu"
Mendengar itu aku hanya tertawa.
" ne ahjumma"
" ye?" ucap noona sambil melihat kearahku.
Setelah itu kita membicarakan banyak hal. Aneh untuk pertama kalinya aku sangat nyaman dengan keadaan seperti ini. Yah buka berarti selama ini aku tidak nyaman berkerja dengan noona tapi keadaan sekarang sangat berbeda. Seperti percakapan anak dan ibunya. Aku mulai berpikir aneh aneh.
Kring... kring...
Suara hpku tiba tiba berbunyi di tengah percakapan kita.
Chanyeol Calling
' oh chanyeol hyung? Aku lupa mengabari dia' ucapku dalam hati.
Aku menggeser ikon hijau di handphoneku untuk mengangkat panggilan itu.
" ohh chanyeol hyung"
' sehuna apa kamu masih hidup?'
" hah? Apa chanyeol hyung mendoakan aku mati"
' YA KAMU KEMANA SAJA HAH!!!'
" mian hyung aku benar benar lupa mengabari hyung"
' kamu tau bertapa khawatirnya aku sudah dua hari ini aku melihat kamarmu yang selalu kosong dan gelap. Berapa banyak aku sudah menghubungimu tapi tidak ada balasan!'
" mian hyung aku lagi ada syuting di luar kota dan itu sangat mendadak. Dan aku sangat sibuk sampai tidak sempat memeriksa handphoneku"
Aku terpaksa berbohong kepada hyung. Kalau dia tau aku sakit dia bisa sangat merepotkan. Noona saja sudah sangat repot apalagi ditambah hyung.
' baiklah aku maafkan tapi jangan diulangin lagi, apa syutingnya sudah selesai'
" ah belum hyung masih beberpa hari lagi"
' ya sudah jaga diri baik baik jangan sampai sakit dan lupa makan karena terlalu sibuk'
" araseo hyung"
Panggilan pun berakhir. Aku hanya bisa menghelakan nafas Karena aku benar benar gugup untuk berbohong ke chanyeol hyung.
" siapa?" ucap noona tiba tiba
" ohh itu chanyeol hyung, dia tetanggaku tapi sudah kuanggap seperti hyungku"
" kenapa harus berbohong?"
" ahh dia sangat sibuk aku tidak mau merepotkannya"
" haha, kamu tau manusia itu tidak bisa tinggal sendiri. Kita harus menolong orang yang perlu bantuan dan juga kita harus meminta bantuan kalo kita sedang kesusahan" ucap noona tiba tiba
" dan kamu tau itu adalah kelemahanmu. Kamu selalu menolong orang tapi kamu tidak mau di tolong. Aku ataupun hyungmu itu hanya ingin menolongmu Karena kamu sedang sakit jadi jangan merasa kalo itu merepotkan oke?" ucap noona kembali
" tapi aku sudah terbiasa seperti ini" ucap sehun tanpa melihat kearah noona disebelahnya
" hah maksudmu?"
" aku hidup sebatang kara dari kecil walau ada ibu panti, tapi anak di panti tidak hanya aku. Anak yang sebatang kara bukan hanya aku. Omma menolongku dari kesepian, perasaan dibuang, dan perasaan tidak diinginkan. Dan aku juga ingin menolongnya dengan ini, membuatnya melihat aku yang sudah hidup bahagia, jadi aku sudah terbiasa seperti ini. Aku tidak suka orang melihat aku dengan menyedihkan" ucapku tiba tiba emosional
Tanpa sadar ucapanku ikut selesai sampai di tempa tujuan kita. Noona yang mendengar ucapanku itu langsung melihat kearahku. Awalnya aku tidak mau melihat noona juga. Aku menghindari tatapan noona, namun tiba tiba noona memegang dagu ku secara lembut dan mengarahkannya kearah wajahnya. Noona memaksa aku untuk melihat kearahnya.
" sehuna lihat aku"
Akhirnya aku melihat dan membalas tatapan noona itu.
" kau tau sehuna aku rasa orang tuamu punya alasan kenapa dia meninggalkanmu. Maaf kalau aku berbicara seperti ini aku harusnya malu karena aku juga penah meninggalkan anakku sendiri. Tapi kamu tau sehuna? Saat itu aku benar benar hancur. Aku hamil diluar nikah, laki laki yang menghamiliku entah kemana dan juga aku tidak punya penghasilan." Ucapnya noona tiba tiba terhenti
" kau tau aku sangat ingin merawatnya saat pertama kalinya dia melihatku. Dia tersenyum kerahku dengan tatapan tanpa dosanya. Tapi kamu tau merawatnya itu bukan menghilangkan penderitannya. Tapi akan menambah penderitannya, aku tidak punya uang untuk menghidupinya, dan saat dia besar orang akan menghinaku dan juga anakku dengan status kita, aku tidak punya keberanian itu untuk melihat tatapan anakku dan tanpa dosa itu menjadi tatapan menyedihkan. Maka dari itu aku meninggalkannya untuk kehidupan yang lebih baik. Aku tidak mau melihat tatapan terlukamu sehun, karena aku seperti melihat malaikat kecilku. Dan sepertinya itu yang dirasakan orang tuamu juga" ucap noona sambil meneteskan air matanya.
Aku yang melihat noona meneteskan air matanya tanpa sadar mengangkat tanganku dan menghapus air mata dari wajah noona. Aku tidak suka melihat noona menangis seperti ini, hatiku ikut sakit melihatnya. Dan tanpa sadar aku juga meneteskan air mata juga.
" jangan menangis omma" ucapku tanpa sadar
Namun ucapanku itu didengar jelas oleh noona dan tiba tiba dia memeluku dengan erat. Dia memeluk dan mengelus kepalaku dengan hangat sangat hangat.
" mianhae anakku" ucap noona
TBC
maaf update lama lagi.
jangan lupa like dan comment yang itu bener bener memotivasi banget :)
happy reading
KAMU SEDANG MEMBACA
Why You? !
FanfictionHidup sendiri di ibukota seoul ini bukan hal mudah menjadi anak yang terlantarkan dan di tinggalkan di panti asuhan dan bertahan hidup tanpa ada tempat berlindung. # Family # Sehun # Sad
