Bagian 24

79 12 0
                                        

Sehun POV

Walaupun sudah terbangun dari tadi, tapi aku tidak melakukan apa apa.

Hingga chanyeol hyung terbangun dari tidurnya.

"Sehun-a, kamu sudah bangun? Apa ada yang sakit? pusing?" tanyanya tanpa jeda

Aku mendudukan tubuhku.

"Aku sudah lebih baik hyung, maaf membuatmu khawatir." ucapku dengan perasaan bersalah.

"untunglah, kamu tahu jantung ini rasanya mau copot melihatmu tiba-tiba limbung seperti kemarin."

Aku tidak menjawab dan hanya tersenyum ke arahnya.

"Ya sudah, bagaimana kalau kita makan. Aku sudah menyiakan bubur. Kamu mau makan disini apa mau di meja makan?"

"Di meja makan saja hyung."

"Ayo!" ucap hyung sambil membantuku berdiri.

-

Kita sudah sampai di meja makan dan aku melihat hyung yang sibuk di depanku itu. Dapur, ruang makan dan ruang tengah rumah chanyeol hyung ini memang menjadi satu tanpa ada sekat.

Melihat chanyeol hyung yang masih sibuk di dapur, aku memutuskan untuk menghidupkan televisi di ruangan itu.

Saat televisi itu aku hidupkan, aku melihat berita sedang heboh dengan satu topik yang sama.

'Sera artis senior ternyata sudah memiliki anak!'

Suara penyiar itu benar-benar mengejutkanku, berita kami sudah diketahui publik.

Aku tidak sadar sejak kapan remote televisi itu lepas dari tanganku. Hingga tiba-tiba televisi yang aku lihat itu kembali menjadi hitam.

Aku melihat ke arah sebelahku, ternyata chanyeol hyung yang mematikan televisi itu.

"Ayo kita makan!" ucapnya dengan senyum khasnya

Chanyeol hyung sudah menyiapkan makanan di atas meja.

"Apa mau aku suapin?" ucap nya sambil mengangkat sendok ku.

"Tidak perlu hyung." sambil mengambil sendok di tangannya.

"Kalau begitu ayo makan, aku sudah menghangatkan bubur ini dua kali. Lama-lama ini akan menjadi air." ucapnya bercanda

Aku hanya tersenyum tipis mendengar ucapan chanyeol hyung. Aku fokus melihat ke arah bubur yang ada di depanku tanpa berniat untuk memakannya.

"Aku baru tahu kalau makanan buatanku itu tidak enak sehun-a." ucap chanyeol hyung mengajariku dari lamunanku.

"Hah?...tidak hyung makanan hyung selalu enak!" ucapku sambil mencoba makanan itu secara terpaksa.

Hingga keheningan menyelimuti kita berdua,

"Hyung?" panggilku pelan.

"wae yo?" ucapnya sambil memandang wajahku

"apa hyung tidak bertanya apapun kepadaku?" ucapku dengan muka bingung

"apa kamu sudah siap?"

"mungkin, aku rasa aku tidak akan pernah siap" ucapku sambil kembali menundukan kepala.

"Kamu mau kalau hyung siap kapanpun kamu membutuhkan hyung." ucapnya dengan senyum tipis

"Aku tahu itu........" ucapku

"Dan aku rasa aku butuh itu saat ini." terus ku

Namun setelah mengatakan itu chanyeol hyung tidak lagi mengeluarkan suara. Aku berpikir dan mengambil napas sedalam-dalamnya.

"Aku menemukan ibuku hyung." ucapku tanpa memandangnya

"Aniyo bukan hanya ibuku tapi semua masa laluku hyung." ucapku dengan sangat lirik. Akhirnya aku memberanikan diri mengangkat kepalaku untuk melihat apa reaksi yang hyung berikan, Namun yang aku dapat dia masih melihat ke arahku dengan senyum tipisnya.

"Aku tidak pernah menyangka rasanya sesakit ini hyung," ucapku dengan air mata yang aku tahan tahan dari tadi akhirnya menetes juga.


TBC

Why You? !Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang