Alexsandra Francesca adalah seorang cewek yang baru menyelesaikan masa studinya di SMP Nusa Harapan. Cewek berparas sempurna ini lebih dikenal sebagai Alex. Alex merasa hidupnya sempurna, sayangnya waktu terus berputar dan terkadang hidup tidaklah s...
Cowok itu sedang duduk di teras, ia memakai kemeja garis-garis lengan panjang dan celana berwarna keabu-abuan, tidak lupa dengan topi favoritnya, penampilannya sesuai dengan lekuk tubuhnya. Sekali-sekali cowok itu melirik jam tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ma, Pa, ayo buruan..!" teriak lelaki itu
"Iya... sebentar! ini sudah siap" balas mamanya dari dalam rumah
Selang lima menit kedua orangtuanya keluar, Bu Rina memakai kaos biru muda dengan celana jins biru yang senada dengan kulit mamanya yang putih dan pakaian itu membuat mamanya tampak lebih muda dari usianya yang beranjak kepala empat.
Papanya pun tak kalah, Pak Roni memakai kaos krem dengan celana pendek coklat yang senada dan itu tampak elegan saat dipakai papanya.
Kedua orangtuanya selalu mengikuti tren, mereka tak mau kalah dengan kaum muda sekarang. Mereka ingin selalu up to date dalam segala hal. 'Kan ga harus muda aja yang up to date, tapi tua - tua gini jiwanya juga harus jiwa muda' itu yang sering dikatakan oleh Pak Roni.
"Lama banget sich ma, pa! Udah jam berapa ini!" kata lelaki itu sambil melihat jamnya
"Kan pesawat kita masih 2 jam lagi, lagian papa ga mau kalah sama kamu, masa kamu aja yang bisa tampil trendy!" gurau Pak Roni sambil mengelus kepala putranya
"Huh..." cemberut lelaki itu
Orangtuanya ini benar - benar ga mau kalah kalo masalah penampilan. Pernah suatu hari jalan bareng ke mall, mereka mencari kado untuk mamanya. Waktu masuk toko dan saat pilih - pilih kado untuk Bu Rina, tiba - tiba saja pelayan toko itu datang ke tempat Pak Roni dan dirinya berada dan bertanya - tanya centil di depan Pak Roni. Rasanya dirinya ingin muntah dan jijik melihat perilaku pelayan.
Part paling menyebalkan pelayan itu berkata ' Wah, mas kesini sama adiknya ya? Wah baik banget ngajak adiknya jalan - jalan!' euye ga banget gitu, cowok itu pingin banget teriak - teriak dan bilang kalau orang yang disampingnya itu papanya dan papanya udah punya mama yang cantik banget.
Pak dadang sudah menunggu mereka di teras. Brilian dan orangtuanya masuk ke dalam mobil dan mobil melaju meninggalkan rumah besar itu.
Selama perjalanan, Brilian bercanda tawa bersama kedua orangtuanya. Sejujurnya Brilian merasa ada keganjilan yang terjadi karena tidak seperti biasa kedua orangtuanya mengajak ia berlibur keluar negeri. Namun, Brilian berusaha menepis pikiran negatif yang ada di otaknya. Maybe, papa lagi capek sama laporan kantor, makanya ngajak kita liburan. batin Brilian yang dipaksakan.
"Ian, kalo misal ntar papa mama udah ga ada, papa ingin kamu tetap lanjutkan hidup! Papa ingin kamu selalu tersenyum! papa yakin kamu kuat!!" kata Pak Roni tiba-tiba, pria tampan ini memasang wajah yang serius
"Apa'an sich pa, emang papa sama mama mau kemana? Jangan nakutin-nakutin, papa sama mama ga akan ninggalin ian kan?" Brilian wanti-wanti
"Kitakan ga tahu sampai kapan Tuhan memberikan kita nikmat untuk menghirup udara segar" kata Pak Roni bijaksana