DUA PULUH DELAPAN

83 32 7
                                        

"Kamu yakin dengan rencana kamu? kamu ga kasihan sama Alex?" tanya orang itu "Saya kasihan lihat Alex kayak gitu!"

"Gue terpaksa Ndre!" tukas Lelaki itu "Gue harus menangkap bajingan itu, Steven dan juga dalang dibalik kematian orangtua gue!"

"Tapi Brili, Alex gimana? Sumpah, kondisi dia mengenaskan!"

"Please Ndre, lo sepupu gue yang paling dekat dan sahabat gue sejak kecil, lo orang yang paling gue percaya, lo tau gimana sifat keluarga besar kita, mereka bahagia saat tau gue meninggal!" ucap Brilian "Beri gue waktu dua bulan untuk menyelesaikan! Dan lo tolong bilang ke Pak Ari untuk mengulur waktu tentang pembagian warisan dalam dua bulan ke depan!!" papar Brilian

"Satu hal lagi tolong selalu ada disisi Alex, Ndre! Gue tahu lo sayang dia, bahkan cinta sama dia, dan gue juga tau kalo mawar kertas itu dari lo! Gue rela misal dia mulai sayang sama lo! Gue ingin dia bahagia!" lanjutnya

"Kamu, sejak kapan?"

"Lo penasaran kenapa gue tahu lo yang ngirim mawar kertas itu?" potong Brilian "atau lo penasaran kenapa Dina bisa menghilang tanpa jejak? Dan Alex sampai sekarang ga tau kalo Dina udah ga di Indonesia lagi?"

"Andre ... Andre... kita berteman udah lama dan lo sepupu gue, gue hafal sifat lo! Gue hafal otak lo! Lo lebih cerdas dari pada anak SMA pada umumnya, lo bisa menerka apa yang terjadi, bahkan lo punya banyak kolega untuk mencari keberadaan musuh!" kata Brilian

"Lo inget, pertama kali lo masuk kelas dan gue buat mawar kertas untuk Alex, gue tau lo niru buat mawar kertas karena lo ingin Alex mikir yang buat mawar kertas itu gue! lo terlalu takut kalo Alex tahu tentang perasaan lo, lo ga berubah Ndre!!" ucap Brilian " Dan gue juga tahu, lo cari-cari gue ke seluruh kelas, saat ketemu pun lo pura-pura ga kenal gue, dan gue tahu kenapa lo pura-pura ga kenal gue? lo ga mau Alex tahu kalo lo sama gue saudara, lo selalu baik Ndre, gue tahu lo ingin menjadi orang yang selalu ada buat Alex, walau lo tahu hati Alex bukan untuk lo, lo ingin ngelindungin dia dari gue, karena lo tahu gue akan selalu nyakitin hati Alex, makanya gue ikut permainan lo, gue pun pura-pura ga kenal lo! Gue tahu semuanya Ndre, lo emang cerdas tapi ingat gue lebih cerdas daripada lo!! hehe" canda Brilian "Gue juga tau saat Alex ilang, lo berusaha mencari Alex melalui kolega lo, dan lo nemuin keberadaan Alex! apa gue salah dengan tebak'an gue?"

"Ya, ya kamu selalu tahu selangkah daripada saya, saya tahu emang saya ga bisa memiliki Alex, bahkan saat kuburan kamu ada pun, hati dia tetap setia sama kamu, bagi dia saya hanya Kakak ga lebih, rasa kecewa pasti ada, tapi saya sadar cinta itu ga harus memiliki!"

"Sorry Ndre!"

"Woles aja!"

"Oh ya, gimana kabar kolega lo tentang keberadaan bule sialan itu?"

"Steven? masih dalam proses karena keberadaan Steven ternyata ga segampang saya kira, dia kayak belut, saat saya dapat kabar tempat dia sembunyi dan anak buah saya mau kesana, dia udah ilang gitu aja!!"

"Hmmmt... coba lo cek rumah lo, gue curiga dia udah nyusup rumah lo!" pikir Brilian

"Oke gue cabut dulu!" kata Andre meninggalkan hotel di Batu

***

"Sial... saya kebobolan!" kata Andre saat sambungan itu tersambung "bener kata kamu, dia naruh alat penyadap di beberapa titik rumah saya"

"Sudah gue duga, dari lo cerita gue udah nebak itu semua, ternyata dia lebih cerdas dari lo!" canda Brilian

"Bangsat kamu Brili, saudara lagi kebobolan kamu malah seneng!"

"Sorry, gue punya feeling dia bakal keluar dari persembunyiannya!"

"Serius?"

"Ya, karena dia udah gila!"

"Maksud kamu?"

"Entahlah tapi itu feeling gue! gue minta tolong anak buah lo suruh jaga ketat rumah Alex! bahkan kalo bisa ikuti Alex kemana pun dia berada!!"

"Tanpa kamu suruh saya pasti lindungi dia!"

"Gue bersumpah Ndre, gue ga akan lepasin orang yang udah merenggut kebahagiaan gue dan orang yang gue cintai!"

***

"Brengsek... gue ketahuan!!" maki orang itu

"Apa yang harus gue lakuin sekarang?" pikir orang itu "Gue harus dapetin Alex apapun itu resikonya, kalo gue ga bisa dapatin dia, orang lain juga ga berhak untuk dapatin dia!" sambungnya, ia menekan nomor yang ada di hp nya

"Hallo..." kata orang itu setelah tersambungkan

"Gue udah buat keponakan lo tak bernyawa, sekarang gue minta bayaran gue! dan gue minta anak buah lo untuk bantu gue ngelacak keberadaan Alex sekaligus Andre! Karena saat gue lengah sedikit, gue bakal mendekam di penjara, gue tentu ga mau sendiri, gue bakal nyeret lo!"

"Oke gue bakal nyari keberadaan mereka seperti yang lo mau, tapi ingat lo harus tutup rapat-rapat mulut lo"

"Tenang aja gue bakalan tutup rapat-rapat mulut gue asal gue dapat apa gue mau! Inget kartu as lo ada di gue" kata orang itu sambil memutuskan sambungan

"Sebentar lagi lo bakal jadi milik gue Lex!!"

***

"Gue harus lindungi lo Lex! Apapun caranya, bahkan gue rela nukar nyawa gue demi keselamatan lo!" ucap orang itu, Ia mengamati daerah rumah Alex melalui monitor

"Masih sama seperti kemarin belum ada tanda-tanda bule itu beraksi!"

"Hallo Andre!" ucap lelaki itu, setelah terdengar suara di seberang

"Iya, ada apa kamu telepon malem-malem gini!"

"Lo udah pasang penjaga di rumah Alex?"

"Astaga, kamu Cuma mau tanya itu aja!"

"Gue serius, ini penting!!"

"Tenang aja saya sudah pasang di beberapa titik di setiap sudut rumah Alex! bahkan tikuspun tidak akan mudah untuk menerobos!"

"Oke gue percaya sama lo!"

"Ya udah saya mau tidur dulu, kamu juga mending tidur, kamu bukan zombie Brili, kamu masih manusia yang butuh waktu untuk tidur!! Bye..."

"Oke Bye.."

"Ya mungkin gue yang terlalu parno!" ucap Brilian

ALEXSANDRA [FINISH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang