DUA PULUH TIGA

85 36 9
                                        


Alex sekarang sangat senang sekali, karena dia pagi ini sudah di sambut dengan hal yang menyenangkan. Mulai dari adanya Kue tart di kamarnya, Kakaknya memberikan Kado dan ucapan Ulangtahun. Sungguh kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan. Dia berharap di ulang tahunnya ini dia bisa mendapat kebahagiaannya lebih lagi.

"Pagi Kak!"

"Pagi, ayo sarapan ke buru telat nich!"

"Beres roger...hehe"

"Oh ya lusa kita bakalan liburan ke puncak lho!!"

"Hah? Yang serius Kak?"

"Iya ...kita lusa berangkat!"

"Sama siapa aja Kak??"

"Yang jelas gue dan sahabat kamu!"

"Serius kak? Gue boleh ngajak sahabat gue?"

"Iya masa gue bohong!"

"Horee thanks ya kak!" kata Alex sambil mencium pipi Kak Rio

***

"Hay...pagi"

"Pagi...wah kenapa nich kok senyum-senyum sendiri? lo ga kesambetkan?? Oh ya selamat Ulang tahun ya sayang!!" kata Xena memberi Selamat sambil memeluk Alex

"Sialan lo Xen! Ga lagi, gue ga kesambet!! lo tau ga kalo lusa kita bakal ke puncak!!" ungkap Alex bahagia

"Hah serius kita ikut?"

"Iya, kalian ikutkan sekaligus ngerayain ultah gue!"

"Hore...kita akhirnya bisa refreshing juga!"

"Yap betul banget!!"

"Sorry boleh gue pinjem Alex??" tanya seseorang, dia tiba – tiba menyelah pembicaraan mereka

"Hmm...it's okey" jawab Xena, mewakili teman – temannya

"temen – temen gue pergi dulu ya!!"

***

       Mereka sudah sampai di gedung belakang sekolah, tempat mereka berdua tapi itu dulu, sejak Brilian bilang tidak pernah menyukainya, Alex tak pernah lagi ke sini karena ia takut hatinya terluka yang lebih dalam lagi karena kenangannya dengan Brilian di tempat ini begitu banyak.

"lo kenapa sich? Kok langsung nyeret aja, ga minta persetujuan gue lagi??"

"Lex, gue mohon lo diem dulu! Gue mau ngomong sesuatu sama lo!!"

Alex pun terdiam

"Gue mau coba apa yang lo syaratkan ke gue, gue bakal belajar untuk bergaul dengan seseorang!"

"Terus?"

"Gue tahu, lo butuh status yang jelas tentang hubungan kita, tapi aku mohon tunggu aku, sekarang belum saatnya karena ada yang harus gue selesaikan!"

"Ian..."

"Please gue mohon jangan tanya apapun, gue belum bisa jelasin, tapi gue mohon lo percaya gue!" ucap Brilian "Lo mau kan nunggu gue?"

Hening

"Lex?"

Alex hanya mengangguk

       Mereka terdiam di tempat tanpa suara sedikitpun. Ia sungguh – sungguh sangat bingung atas ini semua. Tapi hatinya berkata untuk percaya pada lelaki itu. Kemudian, Brilian memeluknya lembut membuat hatinya dan lelaki itu tenang.

"Gue ga akan kecewain lo Lex, gue bakal lindungi lo" Ucap Brilian lirih

***

       Alex sedang termenung di bangkunya, jam istirahat sudah berbunyi lima belas menit yang lalu, tapi Alex tidak bergeming dari tempatnya, ia larut dalam lamunannya, banyak sekali pertanyaan yang tidak terpecahkan dengan kapasitas otaknya, tapi ia bingung harus bertanya ke siapa? Tiba - tiba ada yang mengagetkannya.

"HayoO..."

"Eh, eh, lo Ven, ada apa?"

"Lex, gue mau ngomong sama lo!"

"Mau ngomong apa, ngomong aja?"

"Lex, gue tahu semuanya! Gue tahu kenapa lo ga bisa nerima gue! tapi gue udah ikhlas kog" kata Steven sambil tersenyum

Alex tidak tahu jika dibalik senyuman Steven, ada senyum licik di sana

"Gue ingin ngundang lo lex, gue ingin ngerayain happy birthday lo berdua hari ini, gue mohon lo ga nolak undangan gue, lo masih anggap gue sahabatkan?" desak Steven

"Ven, kayaknya malam ini gue ga bisa!"

"Please, anggap aja ini permintaan terakhir gue"

Alex tampak berpikir, "Ya, oke, gue mau"

"Oke jam 7 malam ya! Gue jemput"

Alex mengangguk.

***

       Ternyata beberapa hari sebelumnya Steven mengorek – ngorek data tentang Brilian, ia mencari dimana saja biasanya Brilian nongkrong. Ia tahu bahwa mantan ceweknya itu punya rasa khusus dengan lelaki yang bernama Brilian. Steven tidak akan rela jika Alex menjadi milik orang lain, baginya jika ia tidak bisa memiliki maka orang lain juga tidak boleh memilikinya. Dan sehari sebelum ulang tahun Alex, Steven menemui Brilian di tempat balapan liar di daerah surabaya. Ia turun dari mobilnya dan mencari – cari sosok lelaki itu.

"Permisi, mas tahu yang namanya Brilian Putra Permana!" tanya Steven  pada salah satu penonton balapan liar

"Oh, Brili, gue tahu, tuch orangnya lagi mau mulai balapan..." kata orang itu sambil menunjuk ke arah Brilian

"Makasih ya mas..." ujar Steven sambil ikut melihat ke arah yang ditunjuk oleh orang itu

       Steven akhirnya menunggu Brilian selesai balapan, ia tak ingin mengganggu balapan lelaki itu.

       Steven sudah menunggu hampir duapuluh menit di tempat itu, sampai akhirnya pembalap - pembalap yang tadinya tidak kelihatan, sekarang melaju kencang mengarah ke arah kerumunan itu. Banyak sorak sorai pendukung pembalap – pembalap itu, dan yang paling ramai dukungannya adalah lelaki yang ingin ditemuinya, Brilian. Lelaki itu melajukan Sepedanya lebih kencang daripada yang lain dan dia memasuki finish terlebih dahulu.

"Yess....lagi – lagi Brilian menang! Ayo gue menang taruhan, lo semua harus bayar, sini... sini..." kata salah seorang penonton sambil menariki uang kemenangannya kepada masing – masing penonton

"Brili, ada yang cari lo!" ucap orang itu yang bernama Ujang

"Oke Jang, thank you!"

Brilian menghampiri tamunya.

"Oh, lo..." ucap Brilian

"Gue ga akan basa – basi, gue langsung to the point aja sama lo..." kata Steven " Gue tahu lo cinta sama Alex, dan gue juga cinta sama Alex!" tambahnya

"Terus?"

"Ya gue ingin Alex milih antara lo atau gue?" kata Steven lagi

"Caranya?" Brilian penasaran

"Lihat aja besok! Ini buat lo!" jawab Steven tersirat senyum liciknya

"Apa ini? Awas lo sampai ada apa – apa sama Alex!"

"Tenang bro, kita lihat besok, datang aja di alamat itu!!" kata Steven sambil berlalu meninggalkan Brillian

ALEXSANDRA [FINISH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang