Bel berbunyi, anak - anak keluar dengan tertibnya, Alex dan Steven pun keluar berdampingan. Alex tak ingin karena masalah cinta, ia harus kehilangan sahabatnya, ia berfikir kita bukan lagi anak SMP yang hanya dengan cinta kita harus saling menjauh dan saling membenci. Dia ingin dengan adanya masalah ini dia semakin dekat dengan sahabatnya maupun dengan mantan pacarnya.
"Stev, thanks ya lo jauh - jauh datang ke sini demi gue, dan gue minta maaf untuk semuanya, lo masih mau kan jadi teman gue?" katanya didepan kelas sambil mengulurkan tangannya
Steven tampak berfikir keras dan akhirnya menyambut tangan tersebut.
"Oke, gue mau jadi temen lo"
"Thanks, Oh ya jemputan gue udah datang, gue duluan!" lanjutnya sambil melihat layar di hpnya
"Ya udah hati - hati" kata Steven
"Bye..." Alex melambaikan tangan
"Bye..."
Di perjalanan pulang, tak disangka mobil Alex dihadang oleh seorang pengendara sepeda motor, Alex merasa takut oleh pengendara itu, apalagi saat pengendara itu turun dari sepeda motornya, dan menghampiri mobil Alex, parahnya lagi menarik keluar Alex.
"Lo siapa? Gue mau dibawa kemana? Tolong" brontak Alex
"Silent Alex, ini gue, Brilian, lo ikut gue, ayo naik!" Brilian menarik tangan Alex dan membawanya ke sepeda motornya
"Tapi ian..."
"Please..."
Alex tidak bisa menolak permintaan Ian, ia selalu terpenjara dalam mata coklat itu. Alex naik ke sepeda motor Brillian.
"Non Alex mau di bawa kemana?"
"Ga pa-pa pak, tolong bilang mama saya ada urusan"
"Bapak tenang aja nanti Alex saya anter pulang " ucap Brilian
"Non, hati-hati"
Alex mengangguk, Brilian pun menyalakan mesin motornya dan melajukan motor tersebut.
***
Saat ini mereka berada di depan rumah yang besar dan indah sekali. Gerbangnya menjulang tinggi. Saat memasuki gerbang, Alex melihat Taman yang begitu Luas bahkan sangat luas dan itu sangat - sangat terawat, banyak bunga yang tumbuh di Taman itu, tak hanya itu di tengah Taman ada sebuah bandulan yang cantik dan klasik dan Air mancur yang sangat mengagumkan.
"Lo ngapain ngajak gue ke sini, emang ini rumah siapa?" kata Alex, otaknya berisi sejuta kebingungan dan sejuta teka teki
"Udah masuk aja"
Mereka pun memasuki rumah itu, suasana rumah itu sepi sekali seperti tak ada kehidupan di rumah itu. Tapi yang pasti Alex mulai paham satu hal, bahwa rumah itu adalah rumah milik Brilian.
"Orang tua lo kemana??" tanya Alex
"Bokap nyokap aman di luar negeri sana" jawab Brilian asal
"Terus pembantu lo mana??" tanya Alex lagi
"Cuma saat gue butuh aja"
"Eh serius, rumah sebesar ini lo tinggal sendiri, berani bener lo!!"
"Biasa aja kalek... Lagian gue nyaman tinggal sendiri!! Dan buktinya selama ini gue mampu bertahan sendiri di rumah ini!! Dengan gue tinggal sendiri, gue lebih mandiri dan yang jelas gue ga bergantung dengan orang lain!!!!! Lagian tenang aja gue ga benar - benar sendiri, seminggu sekali masih ada tukang kebun yang bantu gue ngerawat taman di depan dan sekitarnya, tidak hanya ada tukang bersih - bersih rumah juga yang bantu gue bersihin rumah setiap seminggu sekali!! Tapi selebihnya enam hari gue sendiri..." kata Ian panjang lebar
"Lha kalo tukang bersih - bersihnya seminggu sekali, seharusnya rumah lo kan kotor banget, tapi ini yang gue lihat rumah lo kayak nggak ada debunya sama sekali!"
"Kan udah gue bilang, gue yang bersihin" dusta Brilian
"Serius gue ga percaya lo kayak gitu"
"Lo percaya ga percaya kan ga ngefek juga di kehidupan gue"
"Lo ya selalu? Bisa ga sie sehari aja lo ga nyebelin?"
"maaf.."sesal Brilian lirih "Gue bercanda! Mbok Inem lagi pulang kampung!"
"Tapi gue biasanya juga bersih-bersih sendiri kalo ada waktu" imbuh Brilian
"Hmmmt"
"Udah, malah bahas rumah gue!"
Alex hanya nyengir dia juga ga sadar kenapa se kepo itu.
"Ya udah, Gue ganti baju dulu, lo terserah mau ngapain, anggap aja rumah sendiri!!" lanjut Brilian sambil berjalan meninggalkan Alex
Alex berkeliling di setiap ruangan rumah, sampai ia menemukan sebuah album yang cukup tebal, dia membuka album itu dan melihat foto - foto tersebut. Banyak sekali foto - foto keluarga di Album itu, terasa ada kehangatan saat melihat foto - foto itu, ia merasa orang yang ada di foto itu sangatlah bahagia sekali.
"lo ngapain??" tanya seseorang, Alex terkejut
"So...rry! gue cuma ingin liat album foto lo, lo waktu kecil lucu banget ya, ga kayak sekarang nyebelin!" kata Alex menutupi salah tingkahnya, ia merasa seperti pencuri yang sedang dipergok'i oleh yang empunya rumah
"Apa lo bilang?"
"Ha...ha...bercanda" kekeh Alex "Ian, wajah masa kecil lo kug familiar ya"
"Masa sie?"
Alex mengangguk, "Apa kita pernah ketemu?" Ucap Alex "Tau ah pusing"
"Oh ya, ngomong - ngomong ngapain lo ngajak gue ke rumah lo?" Lanjut Alex
"Hmm... gue mau jujur sama lo lex, gue ga tau kenapa saat lo bareng cowok lain, gue ngerasa kesel banget, apalagi sekarang lo sama anak baru itu, gue ga suka Lex lo deket - dekat sama anak baru itu!" kata Brilian sambil memeluk Alex
Alex pun terdiam, ia tak bisa berkata apa - apa akan ini semua, ia hanya bisa diam membisu atas pengakuan Brilian kepadanya.
Hening pun terjadi diantara mereka, beberapa saat kemudian kepala Alex di angkat dan kehangatan yang selama ini dia lupakan muncul kembali dan ini lebih bergairah dari yang sebelumnya, tapi ia pun tersadar bahwa ini semua ga boleh terjadi.
"STOP..." teriaknya "Ini semua ga boleh"
"kenapa?? gue rindu banget ama ciuman ini" seru Brilian
"Ga boleh Ian!!"
"Kenapa lex? Kenapa ga boleh??" gusar Brilian, dia kembali mendekap Alex dan menjatuhkan Alex ke lantai
"Tunggu..."
Brilian mencium Alex dengan kasarnya dan gigi Brilian menggores tepi bibir Alex hingga berdarah, Alex berusaha lepas dari dekapan Brilian tapi sayang kekuatan mereka kalah jauh, Alex akui bahwa kekuatan cowok ini sangatlah kuat. Tapi dia tak ingin terlena oleh ciuman ini karena semua ini seharusnya tak boleh terjadi. Beberapa saat kemudian Brilian melepaskan bibirnya ke bibir Alex.
PAAAKKKK
Tamparan pun mendarat di pipi Brilian.
"Gue udah bilang kalo ini semua ga boleh terjadi, Kenapa lo ga ngerti juga??" teriaknya, dia menjauhkan tubuh Brilian dari tubuhnya dan berlari meninggalkan rumah Brilian.
"Lex tunggu.." teriak Brilian
***
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXSANDRA [FINISH]
RomanceAlexsandra Francesca adalah seorang cewek yang baru menyelesaikan masa studinya di SMP Nusa Harapan. Cewek berparas sempurna ini lebih dikenal sebagai Alex. Alex merasa hidupnya sempurna, sayangnya waktu terus berputar dan terkadang hidup tidaklah s...
![ALEXSANDRA [FINISH]](https://img.wattpad.com/cover/195929390-64-k153492.jpg)