Hari ini hari sabtu, karena semalam begadang membuat Tara bangun dengan kepala yang terasa pening karena tidur terlalu singkat. Setelah membantu ayahnya menata perlengkapan yang akan dibawa keluar kota, ia menghempaskan tubuhnya ke sofa. Ayahnya sudah berangkat sejak sepuluh menit yang lalu. Artinya, sekarang waktunya Tara untuk bermalas - malasan di rumah tanpa merasa tak enak.
"Capek banget," keluhnya sambil berjalan menuju kamar.
Baru saja ia menghirup aroma bantal dan kasurnya, rasa kantuk dengan cepat menghampirinya dan benar saja, tak sampai lima menit dirinya sudah tertidur lelap. Apalagi lagu Adhitia Sofyan yang berjudul Analog Camera menggema di kamarnya, menjadi pengantar tidur agar tidurnya semakin lelap.
******
Tara meraba - raba kasurnya, mencari keberadaan benda persegi panjang tipis miliknya yang terus saja bergetar. Setelah mendapatkan ponselnya, gadis itu dengan malas menempelkannya pada telinga kanannya.
"Hallo?" Sapanya dengan kedua matanya yang masih terpejam
"Woy! Udah nyambung nih!"
Tara mengernyit karena terdengar suara berisik dari seberang sana. Suaranya terdengar tak asing sebenarnya, tapi karena efek mengantuk, yang ia dengar hanya suara ribut seperti lebah.
"Halo? Halo? Kalau ini cuma iseng saya tutup"
"Oh Ha-halo. Ini gue"
Tara mengerutkan alisnya, merasa tidak asing dengan suara yang sedang berbicara dengannya saat ini.
"Hah?"
"Hah heh hah heh mulu lo kayak tukang keong. Ini gue, Arjuna"
Tara yang daritadi menjawab dengan mata setengah terpejam langsung terbelalak sempurna, dijauhkannya ponsel miliknya dan melihat siapa yang menelpon, nomornya tertera sebagai nomor tak dikenal. Gadis itu terdiam sejenak, memikirkan dari mana Juna mendapatkan nomor ponselnya.
"Kenapa telepon gue?"
"Kangen"
"Eh?"
Juna tertawa terpingkal mendengar tanggapan Tara. Bisa ia pastikan Tara sedang mengerjapkan matanya bingung.
"Bercanda. Nggak usah baper"
"Siapa juga yang baper? Gue? Baper sama lo? Mimpi lo ketinggian!"
"Iya, deh"
"Lo kok-"
"JUN! PACAR ORANG JANGAN DIBAPERIN! IYA IYA!"
Terdengar suara ramai dan teriakan beberapa orang di seberang sana. Ia tebak jika Juna memang sedang bersama teman - temannya, yang artinya di sana juga ada Keanu.
"Berisik banget, ada banyak orang, ya di sana?"
"Hm,"
"Lo ngapain nelpon gue? Kalo cuma buat random talk kayak gini gue tutup"
"Jadi gini- ah! Kelamaan lo! Biar gue aja!"
Tara mengernyit ketika mendengar ada suara lain yang memotong kalimat Juna.
"Jadi gini, Ra. Gue sama temen - temen ngadain welcome party buat Yohan di cafe daerah kemang. Lo ikut ya? Ada Keanu juga"
"Harus banget ya gue ikut?" Balas Tara malas.
Radit yang tadi memotong pembicaraan Juna dan merebut ponselnya secara paksa pun tertawa.
"Ya secara lo kan mantannya Yohan"
Tara menutup matanya, mencoba meredam amarahnya yang tiba - tiba membuncah mendengar kalimat Radit
"Ya apa hubungannya mantan sama welcome party sih?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Anagapesis
Novela Juvenil//toxic relationship// Di dunia hitam dan putih Keanu, Athara Senja Arutala adalah pemilik warna kelabu. Namun, di hidup warna - warni Tara, Keanu adalah pemilik warna hitam. Seperti dua mata pisau, perasaan tidak dewasa yang mereka sebut cinta itu...
