16. special clip : Arjuna Nugraha

942 146 2
                                        

It is okay to admit that your wounds still open. That you are still healing. It takes time. It takes time

(Alison Malee)

(Alison Malee)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*********

Arjuna Nugraha, mahasiswa jurusan hukum yang tidak jauh dari kelab malam, kopi, dan alkohol. Lelaki yang tidak percaya bahwa cinta itu nyata, lelaki yang mudah berkata cinta dan mudah berkata selamat tinggal, lelaki yang terus merasa bahwa hatinya baik - baik saja. Dia Arjuna Nugraha, Lelaki yang tidak mengetahui bahwa kekasih temannya itu telah menarik perhatiannya, pemuda yang diam - diam membangun dinding tak kasat mata di hatinya.

Arjuna berjalan gontai memasuki apartemennya, hari ini ia terlalu banyak meminum vodka hingga membuat dirinya hang over. Setelah menutup pintu apartemennya, lelaki itu terdiam menatap seorang gadis yang tertidur pulas di sofanya. Seorang gadis berwajah lugu yang sepertinya menunggu Arjuna pulang. Juna berjalan kearahnya, perlahan tangannya terulur ingin mengusap pelan ujung kepala gadis itu seperti biasanya. Namun sayang, gadis itu tiba - tiba membias dan hilang tak tersisa.

Juna mengepalkan telapak tangannya yang menggantung di udara lalu menggelengkan kepalanya kuat - kuat. Dengan gontai, ia duduk di sofa, menatap kosong ke arah televisi yang baru saja ia nyalakan walaupun ia tidak bisa mendengar jelas apa yang penyiar itu katakan, hanya gema suara seorang gadis dan sekelebat wajah gadis masa lalu yang terlintas. Dengan kasar Juna memukul kepalanya dengan kedua tangannya sendiri, berusaha mengenyahkan bayangan gadis yang membuatnya sehancur ini, yang tiba - tiba saja pergi, yang selama ini selalu Juna tolak kehadirannya yang masih ada di hati Juna.

"ARGH!! Kenapa lo nggak pergi sih?! Biarin gue bahagia!" Erangnya sambil terus memukuli kepalanya sendiri.

Tak sengaja, Juna melihat sebuah figura berisi foto seorang gadis dengan dirinya, masih berseragam sma dan tersenyum bahagia di sana. Dengan cepat Juna mengambil figura itu, ia memandang terluka ke arah seorang gadis yang tersenyum begitu manis di potret itu. Kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah menumpukan segala harapannya pada seorang manusia, padahal ia tahu jika manusia bisa berubah, bisa pergi, dan juga menghilang. Sejak kecil—sampai sekarang—Juna tak pernah mendapat kasih sayang yang cukup, kedua orang tuanya selalu sibuk bekerja dan bekerja hingga lupa bahwa putra mereka juga butuh perhatian. Hingga suatu hari, gadis ini muncul secara tiba - tiba, berawal dari teman kecil dan menjelma menjadi seorang kekasih. Atas segala hal yang dulu Juna pernah terima, kedatangan gadis ini berhasil membuat ia merasa bahwa hanyalah gadis ini yang mau menerimanya, yang mau dan mampu memberikan segala kasih sayang serta perhatian untuknya. Oleh karena itu, Juna menumpukan segala hidup, cinta, harapan, dan kasih sayangnya kepada gadis ini. Hingga suatu hari, gadis itu memilih untuk melepaskan tautan Juna, menyadarkan Juna bahwa semua manusia sama saja.

Bahwa manusia bisa datang dan menghilang.

Genggaman Juna pada figura itu semakin menguat, matanya memancarkan kebencian yang selama ini selalu ia tutup - tutupi.

AnagapesisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang