23. Tentang sembuh dan pergi

970 140 22
                                        

You can't fix anyone else when you can't even fix yourself first

You can't fix anyone else when you can't even fix yourself first

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

********
Tara melihat sekelilingnya dengan raut bingung. Orang - orang yang melihatnya atau pun yang ia lewati menatapnya dengan tatapan yang beraneka ragamnya. Beberapa dari mereka menatapnya heran, beberapa lagi seperti menghakimi, sebagian kecil secara diam - diam menunjuknya lalu kembali berbincang dengan teman - temannya. Ia tak tahu kenapa siang ini ia menjadi pusat perhatian, padahal ia tak memakai pakaian yang salah atau berjalan berdua dengan Radit. Namun, kenapa orang - orang di koridor ini menatapnya dengan begitu aneh?

"Kei!" Panggilnya pada Keiza yang berlari menghampirinya.

"Kenapa—"

"Ayo cepet ke kelas!"

Tanpa menunggu izinnya, Keiza menarik Tara dengan terburu - buru. Ia tak mengerti kenapa Keiza terlihat begitu panik dan bingung, menyeretnya dengan tergesa seakan jika ia terlambat, sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka berdua.

"Kei, ada apa sih?" Tanya Tara setelah mereka sampai di depan kelas.

"Jangan buka twitter, jangan buka base kampus"

"Emang di base ada apa?"

"Intinya nggak usah buka twitter, matiin aja hp lo sekarang—"

"—Tara diem - diem rakus juga, ya? Dua - duanya diambil," sela Hera tiba - tiba. Keiza menghela napasnya lelah seraya menunduk frustasi.

"Maksud lo?"

"Lihat aja di base kampus"

Tara buru - buru mengeluarkan ponselnya. Belum sempat ia membuka aplikasi berlogo burung biru itu, Keiza sudah menyela dan merebut ponselnya.

"Gue bilang nggak usah"

"Kei, gue perlu tau apa yang diomongin orang satu kampus tentang gue!"

"Nggak usah—Ra!"

Tara merebut kembali ponselnya, dengan cepat ia membuka aplikasi twitter lalu mencari base kampus. Jarinya bergulir guna mencari cuitan yang berhubungan dengannya dan tidak sampai satu menit, ia menemukan salah satu cuitan yang berisi fotonya dengan Juna semalam.

'emangnya udah putus sama Keanu, ya? Kok kissingnya sama Arjuna?'

Tangannya seketika bergetar, walaupun begitu, ia tetap melihat tanggapan yang lain tentang cuitan itu. Dan komentar - komentar yang didapat sebagian besar mencerca dirinya. Belum selesai ia terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat, Keanu sudah berderap cepat menghampirinya. Raut pemuda itu sangat kentara bahwa ia tengah marah, tangannya terkepal kuat, dan matanya menatap tajam ke depan.

"Ikut gue," titahnya seraya menarik kasar lengan Tara.

"Sakit," rintih gadis itu. Namun, seperti tuli, Keanu terus menyeretnya menjauh dari koridor. Orang - orang yang ada di koridor hanya menatap mereka berdua, tak ada satu pun yang berusaha menghentikan Keanu—termasuk Keiza—karena mereka tahu, Keanu yang sedang marah, bukan lah tandingan mereka.

AnagapesisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang