1. Pemilik Senyum Mata

4.5K 310 5
                                        

You're still breaking my heart
and
you don't even know that
(Anonymous)

******Hari ini sangat melelahkan bagi Tara, tugas yang menumpuk, sikap Keanu yang terus saja berubah - ubah, dan nilainya yang sedikit menurun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

******
Hari ini sangat melelahkan bagi Tara, tugas yang menumpuk, sikap Keanu yang terus saja berubah - ubah, dan nilainya yang sedikit menurun. Tara melangkah keluar area fakultas dengan malas, sesekali ia melihat ponselnya, tak ada satupun pesan dari Keanu.

Keanu, namanya Keanu Anggara. Nama yang bagus bukan? Dia kekasihku. Ah, lelaki pemilik senyum mata itu bahkan sudah memenuhi pikiranku sejak pertama kali aku melihatnya berdiri di pilar koridor kampus. Bagaimana Keanu? Mmm... biar ku pikir dulu, dia pria yang tampan dan memiliki senyum yang sangat menggemaskan. Namun sayangnya dia dingin—bukan, tepatnya perkataannya yang dingin, tapi kadang aku berpikir dia bersikap dingin hanya kepadaku. Dia tak memiliki wajah dingin yang biasa ditemui di cerita - cerita, dia memiliki wajah yang hangat. Ketika tersenyum, kedua matanya ikut menutup—lucu—itu yang terlintas di kepalaku ketika melihatnya tersenyum. Dia berwajah tampan, sangat tampan, hidungnya mancung, kulit putih, dan dagu runcing. Bukan seperti penyihir, dia memiliki wajah yang sempurna seperti visualisasi pangeran yang kutemui di cerita dongeng. Bibirnya tipis, dia tinggi, badannya atletis, suaranya dapat menggetarkan hati—sangat menarik. Jangan menyukainya! Dia kekasihku. Ingat, Keanu kekasih Atara Senja Arutala

Tara tersenyum sembari menutup buku catatan bersampul biru miliknya. Rentetan kalimat itu berada pada lembar pertama bukunya, buku yang hampir sepenuhnya berisi tentang Keanu.

"Ayo"

Tara terkejut ketika seseorang tiba - tiba berdiri di depannya, laki - laki yang deskripsinya baru saja ia baca.

"Katanya tadi mau nganter Dita pulang?"  Tanya Tara sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.

"Nggak jadi," ucap Keanu singkat lalu berjalan menuju mobilnya. Tara menghela napas lelah, tak mau protes atas jawaban singkat Keanu, gadis itu memutuskan untuk hanya mengekor.

Sesampainya di dalam mobil tidak ada yang mau berbicara. Tara takut membuat Keanu marah jika dia bicara lagi dan Keanu yang terlalu malas untuk berbicara. Hal - hal seperti ini sudah biasa terjadi, hubungan mereka tak begitu hangat sejak awal. Namun, karena sama - sama keras kepala, tak pernah ada kata pisah yang terlontar.

"Gimana hari ini?" Tanya Tara ketika ia mulai merasa canggung.

Mereka berdua memang sepasang kekasih, tapi terasa sangat canggung untuk memulai pembicaraan.

"Biasa aja"

Tara hanya mengangguk, jawaban singkat Keanu selalu mematikan seluruh obrolan yang ada.

Entah karena Keanu malas atau karena ia sedang tidak ingin diajak bicara.

**********

"Kamu nggak mampir?" Tanya Tara sesampainya mereka di depan rumah.

"Nggak, lain kali aja," balas Keanu, lalu menekan pedal gas mobilnya. Baru beberapa meter mobil itu melaju, tiba - tiba mobil itu berhenti. Secara impulsif gadis itu berlari menghampiri.

"Ada apa?" Tanya Tara setelah kaca mobil diturunkan.

"Nanti nggak usah telepon"

Tara diam beberapa saat lalu memilih memberikan pertanyaan kepastian daripada sebuah pernyataan akan adanya keberatan.

"Kamu sibuk?"

Keanu hanya mengangguk mendengar pertanyaan Tara.

"Gue mau jalan sama Naura nanti malam"

Tara hanya menghela napas lelah mendengar apa yang dikatakan Keanu. Ini sudah ke berapa kalinya Keanu lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman - temannya daripada sekedar bertelepon dengannya. Ia bisa menerima jika memang mereka berdua hanya berteman atau Keanu memperlakukan teman - teman perempuannya dengan wajar. Namun, perlakuan Keanu kepada Naura, Dita, Alya, dan lainnya selalu melebihi batas pertemanan yang wajar.

"Oke, have fun ya," balas Tara sembari tersenyum, ia tak mau bertengkar lagi. Sudah cukup kemarin mereka bertengkar hebat karena Keanu menemani Dita seharian di rumahnya, tidak untuk hari ini. Keanu hanya mengangguk dan melajukan mobilnya, menjauh dari area rumah Tara.

Tara menghembuskan napas lelah, seperti itulah Keanu. Pacarnya itu memang menarik hati, tapi mudah membuatnya patah hati.

*****
Thanks for reading

Don't forget to vote and comment

See you on next chapter!!!

Bye bye

Salam manis
Royalsjeno_

Bonus pict Keanu

Kindly reminder kalau karakter di sini sangat berbeda jauh dengan karakter face claim di dunia nyata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kindly reminder kalau karakter di sini sangat berbeda jauh dengan karakter face claim di dunia nyata. Jadi pembaca yang bijak, ya. Jangan campur aduk dunia fiksi dengan dunia nyata.

AnagapesisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang