//toxic relationship//
Di dunia hitam dan putih Keanu, Athara Senja Arutala adalah pemilik warna kelabu. Namun, di hidup warna - warni Tara, Keanu adalah pemilik warna hitam. Seperti dua mata pisau, perasaan tidak dewasa yang mereka sebut cinta itu...
"Nih!" Seorang pria melempar sesuatu ke arah meja bar yang membuat pria lain yang tengah duduk sembari meneguk Vodka tersenyum miring
"Ck! Nyerah lo? Cupu," cibirnya
"Terserah. Gue duluan" pamit pria itu sembari menepuk pelan pundak temannya itu.
Setelah menghabiskan vodka-nya, pria itu mengambil kunci mobil yang baru saja dilempar tadi lalu memasukkannya ke dalam sakunya.
"Cupu banget lo Kean", ucapnya lalu tertawa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
******* Tara melangkahkan kakinya mengitari taman Fakultas sore ini, menurutnya hari ini terlalu melelahkan untuk meladeni kemacetan ibu kota yang semakin hari semakin parah. Gadis itu duduk di bangku taman, lama ia hanya duduk melamun, memikirkan sedang apa pacarnya hari ini. Apakah pacarnya sudah pulang? Sedang bersama siapa Keanu sekarang? Apa Keanu sedang mengantar Dita pulang? Apa Keanu sedang menemani Alya berbelanja? Atau sedang menunggu Naura selesai bimbingan? atau jangan - jangan pacarnya sedang menemani Mila meminjam buku di perpustakaan? Tara sudah hafal bagaimana Keanu, dia sudah siap patah hati setiap hari ketika melihat Keanu sedang berjalan berdua bersama gadis lain.
Yang sayangnya, lebih cantik daripada dia.
Tara menghembuskan napas lelah, Keanu bisa meluangkan waktu mengantar dan menemani Naura ke salon, tapi ia tak bisa meluangkan waktu hanya untuk bertelepon dengan Tara. Keanu memang kekasihnya, tapi Keanu lebih dekat dengan Dita, Naura, Alya, Mila dan banyak lagi gadis yang mungkin tidak Tara ketahui siapa namanya.
Ditengah - tengah Tara memikirkan Keanu dan para gadis yang Keanu akui sebagai 'temannya' itu, seorang pria dengan lancang duduk di sebelahnya.
"Lo pacarnya Keanu ya?" Tanya pemuda itu dengan santainya.
Tara hanya diam, ia tak merasa harus menjawab pertanyaan aneh dari orang asing itu.
"Halo?"
Lelaki itu menggoyang - goyangkan telapak tangannya di depan wajah Tara membuat gadis itu sedikit terkejut.
"Apaansih" Tara menepis tangan pemuda itu, membuat pemuda itu mendengus lalu kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Lo pacarnya Keanu kan?"
"Iya"
Lelaki itu hanya mengangguk - anggukan kepala lalu diam beberapa saat.
"Pacarnya yang ke berapa?"
Tara benar - benar ingin mengumpat sekarang juga, jika pria itu bukan orang asing maka sudah ia loloskan segala umpatan kepadanya.
"Yang ke-satu" jawab Tara ketus
"Yang kedua siapa?"
Tara hanya diam, malas meladeni orang yang bahkan ia tak tau namanya ini. Merasa suntuk dan malas dengan pemuda yang tiba - tiba duduk dan merecokinya, Tara berdiri dari tempat duduknya.
"Mau kemana lo?" Tanya lelaki itu.
"Pulang," jawab Tara singkat lalu pergi menjauh, tapi lelaki itu malah ikut berdiri dan mengejarnya, mensejajarkan langkahnya dengan langkah Tara
"Ayo, gue anter. Gue bawa helm dua" tawar lelaki itu.
"Ayah bilang nggak boleh pulang bareng orang asing"
Lelaki itu berhenti tepat di hadapan Tara, yang otomatis membuat Tara ikut berhenti.
"Kalo gitu kenalan dong"
Lelaki itu mengulurkan tangannya diikuti senyum manis yang bisa membuat banyak gadis menyukainya. Namun, Tara hanya menaikkan sebelah alisnya enggan menanggapi uluran tangan lelaki itu.
"Ck. Sombong amat. Tuhan benci orang - orang sombong—Gue Juna. Arjuna Nugraha, anak ilmu hukum, seangkatan sama lo"
Tara terkejut bukan main kala pemuda yang tengah tersenyum manis itu menarik tangannya secara paksa.
"Athara. yeah, as you know, kedokteran"
"Wiihh, calon dokter, pinter dong hahaha" Juna tertawa renyah
"Nggak juga"
Tara melanjutkan langkahnya yang disusul oleh Juna.
"Udah kenal kan? Ayo gue anter" tawar Juna sekali lagi.
Gadis itu menghentikan langkahnya, desahan malas sudah kesekian kalinya keluar dari bibirnya, bahkan mata cantik yang jarang melayangkan tatapan sengit itu sudah ketiga kali berotasi malas.
"Arjuna Nugraha, lo kan tau gue pacarnya orang, masih aja nawarin. Genit banget sih jadi cowok"
"Asal lo tau ya, Athara. Lo itu cewek pertama yang nolak gue anterin pulang"
"Terus? Yaudah sih, berarti lo nggak se- superior itu" cibir Tara
Arjuna hanya tertawa lalu memasukkan sebelah tangannya pada saku jaket. Matanya menatap kearah langit sore sebelum kembali terkekeh kecil.
"Well, tapi bisa gue pastikan di kesempatan kedua, lo nggak bakal nolak"
Gadis itu lagi - lagi memutar bola mata malas, tidak ada protes atau cibiran lain yang keluar dari bibir mungilnya, membiarkan Arjuna yang berjalan beriringan dengannya.
Dibelakang mereka, ada Keanu yang memperhatikan mereka berdua, tanpa berniat untuk mengejar atau menghampiri gadisnya yang tengah berjalan beriringan dengan lelaki lain.
Hanya memperhatikan
***** Thanks for reading
Don't forget to vote and comment
See you on next chapter
Bye bye!!!
Salam manis, Royalsjeno_
Bonus pict Juna :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kindly reminder again, tokoh di sini murni fiksi, nggak ada sangkut pautnya sama sifat asli face claim. Jadi pembaca yang bijak ya, jangan bawa bawa dunia fiksi ke dunia nyata idol.