Special Clip; Teater Rahwana - Shinta

439 46 2
                                        

"Kisah baru harus tertulis pada lembar yang kosong"

"Kisah baru harus tertulis pada lembar yang kosong"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Special song: Enchanted - Taylor Swift)

**********
Athara berdiri di depan parkiran Teater sembari menggulir ruang obrolan grup rumah sakit tempatnya koas.  Jam digital di ujung kiri layar sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Cafe Container yang terletak tak jauh dari halaman depan teater masih saja buka dan memiliki banyak pengunjung yang sekedar membeli segelas kopi americano atau sekaligus menikmati cheesecake dengan selai strawberry di atasnya.

"Athara?"

Sekonyong - konyong suara bariton dengan nada ramah menyapa rungu gadis itu. Athara sedikit menyipitkan mata, mencoba mengamati lebih jelas siapa laki - laki yang berjalan ke arahnya dengan senyum manis. Di tangan kiri pemuda itu terdapat papan klip dan HT.

"Athara 'kan?" Ucap pemuda itu seraya menunjuk Athara, tak lupa dengan senyum manis. Gadis itu terdiam sejenak, diam - diam berusaha membongkar labirin memorinya, mencari - cari siapa dan di mana ia bertemu dengan pemuda ini karena sejujurnya ia merasa tak asing.

"Ah iya, Bukit Alesano. Aulion," batinnya.

"Hai, Aulion," sapa gadis itu seraya mengulurkan tangan. Aulion menyambut uluran tangan Athara dalam sepersekian detik.

"Lo lupa ya sama gue?" Tanya Aulion dengan nada bergurau.

"Sorry, agak pangling aja"

"It's okay. Kita terakhir ketemu juga dua tahun yang lalu di bukit Alesano. Gue kira itu first and last time gue ketemu sama lo," kata pemuda itu yang disambut tawa kecil Athara.

"Lo nonton teater juga? Sendirian?" Celetuk Athara membuka topik pembicaraan. Lagi - lagi Aulion tersenyum manis kemudian menggeleng.

"Gue di sini as theatre director"

"Serius?! keren banget. Nggak bohong, teaternya tadi bagus banget," puji Athara dengan sorot mata penuh binar.

"Thanks— want some coffee?"  Tawar Aulion sambil menunjuk ke arah belakang.

Athara mengikuti arah tunjuk Aulion—Cafe Containeryang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri. Dalam sepersekian detik, gadis dengan legam sebahu itu berpikir haruskah ia terima tawaran Aulion atau tidak karena ia pikir akan canggung jika mereka berdua duduk di satu meja yang sama dan entah akan mengobrol apa.

"Boleh," putusnya kemudian. Setelah dipikir - pikir, tidak ada salahnya menikmati secangkir Caramel Macchiato di malam hari begini.

**********
"So lo udah kelar koas ya berarti?"

"Oh, belum. Masih satu tahun lagi—thanks".

Athara mengambil secangkir Caramel Macchiato dari nampan yang dibawa oleh Aulion.

AnagapesisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang