Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

ILUS - BAB 10

4K 384 41
                                        

Semalaman Sean berjaga di rumahsakit tanpa bisa tertidur barang sedikitpun. Kepalanya penuh dengan bayangan wajah Samantha. Wajah polosnya, bibir penuhnya, tubuh mungilnya, rambut panjangnya. Bagaimana aroma tubuh Sam yang sering dia rasakan ketika gadis itu mengantar teh atau kopi, memasangkan dasi atau bahkan ketika memijatnya.
Bagaiman tubuh mungil itu begitu pas berada dalam pelukannya ketika mereka sama-sama terkunci di ruang perpustakaan miliknya.  Tapi hal yang sangat mengganggu adalah kebohongan Sam. Jika dia memang ingin menemui Jhon seharusnya dia tidak perlu berbohong dengan menggunakan nama Arabelle.

“Tuan Dexter, anda ingin sarapan sesuatu?” Tanya Gloria.

“Tidak, aku akan pulang. Hari ini aku harus ke kantor. Katakan pada Samantha, dia tidak di ijinkan masuk ruangan ini.” Kata Sean dengan bibir tekatup dan suara rendah. Dia masih sangat marah.

“Baik, saya akan berjaga hari ini.” Kata Gloria.

Sean berjalan menuju tempat neneknya berbaring.

“Selamat pagi Granny, bagaimana perasaanmu hari ini?”

“Sangat baik.” Kata Granny dengan senyum keriput yang mempesona.

“Kau terlihat kacau Sean, pulanglah dan tidur.”

“Akan kulakukan setelah aku ke kantor. Ada urusan penting yang tidak bisa ku tinggalkan pagi ini.” Kata Sean.

“Baiklah nak, setelah itu istirahatlah di rumah.”

“Ok.” Sean meraih tangan sang nenek lalu mengecupnya. “Hubungi aku jika Granny butuh sesuatu.”

“Gloria akan menjagaku hari ini, jangan pikirkan aku. Lagipula aku merasa bahwa hari ini aku semakin baik.”

“Tentu. Granny akan segera pulih, dan kita akan pulang.”

“Tentu sayang.”

Sean mengecup kening neneknya dan keluar dari ruangan itu, sementara Gloria  menggantikan tugas berjaga hari ini. Dalam hati Gloria juga timbul tanda tanya, mengapa setelah semalam gagal mengembalikan tas Samantha, majikannya itu terlihat uring-uringan.
Tak berapa lama saat Gloria berniat memanggil suster untuk mengganti infuse Granny dia bertemu dengan Samantha.

“Nyonya Gloria.” Sapa Sam.

“Sam, sebaiknya kau pulang.” Kata Gloria sambil menariknya ke tepi lorong.

“Kenapa?” Alis Sam berkerut.

“Tuan terlihat sangat marah dan ingin kau berada di rumah.”

“Kenapa Mr. Dexter marah?”

“Entahlah, semalam setelah berusaha mengantar tasmu ke apartment temanmu dia kembali dan terlihat sangat marah.”
Mata Sam seolah hampir lepas dari kerongkongannya.

“Dia ke apartment Arabelle?”

“Ya . . . apa kalian tidak bertemu?”
Sam segera berlari meninggalkan Gloria, dia ingat betul bahwa tuannya adalah pria yang dimaksud Bell datang dan mencari dirinya.

“Aku akan menghubungimu nanti nyonya Gloria.” Kata Sam. Dia segera berlari keluar rumahsakit dan memanggil taksi, dengan uang yang ada di kantongnya (yang di pinjamkan Bell untuknya) dia segera menuju ke kediaman Sean Dexter.
Sesampai di rumah besar itu Sam segera berlari ke lantai dua dan entah mengapa tanpa mengetuk pintu dia menerobos masuk. Saat itu Sam baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggangnya. Dia tidak terlalu terkejut tapi Sam hampir saja memekik keras, tapi kemudian dia menutup mulutnya.

“Maaf.” Sam tertunduk.

“Sejak kapan orang bebas masuk ke kamarku tanpa mengetuk?” Tanya Sean sembari mengambil tas hitam milik Sam dan membawanya berjalan ke arah Sam.

I Love You Sam #Googleplaybook #JE Bosco PublisherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang