Sam masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sean begitu dia keluar dari kamar pria itu. Dia berjalan ke kamarnya, saat berpapasan dengan Sarah dia mengatakan ingin mengganti pakaiannya dengan seragam. Dan sesampainya di kamar dia menghubungi Jhon.
“Hai Jhon.”
“Hai Sam.” Sapa Jhon di seberang.
“Apa kabarmu?” Sam jelas harus memulai dengan basa-basi agar Jhon tidak bingung.
“Baik, bagaimana denganmu?”
“Aku juga baik.”
“Ada apa Sam?”
“Tidak, aku hanya sedang istirahat dan ingin mengobrol denganmu.”
“Oh, . . . kau betah bekerja di situ?”
“Tentu.” Bohong Sam. “Bagaimana dengan usahamu Jhon?”
“Em, . . . sebenarnya semua berjalan baik Sam. Hanya agak membingungkan.”
“Apa yang terjadi?” Sam mulai panik begitu mendenar jawaban dari Jhon.
“Pemilik kiosnya ganti, dan sekaran aku justru mendapat biaya sewa jauh dibawah harga sewa kios lainnya di sini.”
Sam menelan ludah, itu pasti Sean. “Oh, . . . bukankah itu bagus?”
“Ya tentu saja, biaya operasionalku menjadi lebih sedikit dan aku bisa menabung lebih banyak.”
“Senang mendengarnya Jhon.”
“Aku juga senang mendengar suaramu.”
“Em . . . baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti.”
“Bye Sam.”
“Bye Jhon.”
Sam menggenggam ponselnya, dia menjadi bingung dengan situasinya. Disatu sisi Sean mengancamnya dengan ancaman yang mengerikan, tapi di sisi lain dia membantu Jhon, bahkan pria itu masuk dalam daftar hitam yang paling tidak disukai Sean, tapi Sean tetap membantunya.
“Ada apa dengan pria itu.” Gumam Sam dalam hati, dan ketika dia sedang sibuk mempertimbangkan seseorang mengetuk pintunya. Sam segera mengganti pakaiannya dengan seragam dan berjalan keluar.
“Merry, ada apa?”
“Mr. Dexter minta makan malamnya di antar ke kamar.”
“Apa harus aku?” Tanya Sam hati-hati.
“Dia menyebutkan namamu dan aku tidak berani membantah, sepertinya suasana hatinya sedang buruk.”
“Ok.”
Sam berjalan ke arah dapur dan meminta Mr. Mendez meracikkan makan malam untuk dibawa ke kamar Sean.
“Ada apa dengan singa kita hari ini?” Tanya Mr. Mendez.
“Entahlah.” Sam menggeleng.
“Dia tampak sedang tidak begitu tenang.”
“Ya.”
“Dia bukan pria seperti itu sejauh yang ku kenal. Dia pria yang penuh kendali, dia bisa mengendalikan dirinya dengan sangat baik, tidak banyak bicara dan tidak ingin berinteraksi terlalu banyak dengan orang-orang yang bekerja untuknya.”
“Benarkah?” Sam menerka-nerka, dia bahkan tidak yakin bahwa Mr. Mendez tidak mendengar apapun dari Gloria isterinya soal hubungan Sean dan dirinya. Semua orang di rumah ini praktis tidak tahu apa-apa tentang polemic yang terjadi diantara Sean dan dirinya.
Setelah nampan berisi makan malam untuk Sean selesai, Sam segera membawanya ke kamar Sean.
“Makan malam anda Sir.” Kata Sam formal.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You Sam #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
RomanceJangan Lupa Follow Akun saya ya 🤗 --------------- Telat nikah . . . Masih perawan diusiaku yang ke dua puluh enam tahun, dianggap sebagai kutukan yang harus ku tanggung seumur hidupku. Semua orang mentertawakanku termasuk Arabelle, orang yang sudah...
