(Chapter keramat sih kata orang 🤗 )
--------------------
Banyak keberuntungan yang pada akhirnya tidak bisa bertahan lama, begitu juga dengan keberuntungan Sam. Dengan perasaan malu dan pipi merona merah dia berjalan keluar dari kamar Sean, dan entah mengapa disaat bersamaan Rouwina datang dan membuat Sam terperanjat.
“Selamat pagi Nona Rouwina.” Sam sengaja menyapa wanita itu dengan suara keras (meski Rou tampak mengacuhkannya), agar Sean bisa mendengarnya dan menyadari kedatangan mantan kekasihnya itu, tapi sayang, kamar Sean yang di design kedap suara membuat Sean juga terperanjat saat tiba-tiba Rou mauk kedalam kamarnya.
“Sean . . .” Rou mendorong pintu kamar Sean dan segera masuk kedalam kamar. Melihat Sean bertelanjang dada Rou bertanya-tanya dalam hatinya.
“Apa yang kau lakukan di kamarmu tanpa pakaian Sean?” Tanya Rou dengan tatapan curiga.
“Untuk apa kau datang kemari sepagi ini Rou?” Sean menjawab pertanyaan Rou dengan pertanyaan lain.
“Aku sudah sampai ke kantormu dan sekretarismu bilang hari ini kau tidak berangkat ke kantor.” Kata Rou kesal.
“Itu kantorku, dan aku pemiliknya, jadi kurasa aku punya hak prerogative untuk datang atau tidak ke kantorku hari ini.” Jawab Sean sembari meraih kemeja dan mengenakannya. Dia tidak ingin hawa nafsu Rou bangkit melihat dirinya bertelanjang dada.
“Lalu apa yang kau lakukan di kamarmu dengan bertelanjang dada sementara aku baru saja berpapasan dengan pelayan rumah ini keluar dari kamarmu.” Rou mulai tampak menginterogasi.
“Oh come on . . . kurasa kau tidak punya hak bertanya padaku dengan cara seperti itu. Pertama ini rumahku, kedua ini kamar pribadiku, dan ketiga dia bekerja di rumah ini, jadi aku bebas memintanya untuk datang ke kamarku kapanpun.” Kata Sean sembari bangkit dari tempat tidurnya.
“Jika kau ingin membahas pekerjaan dan tawaran iklan untuk produk perushaan maka sebaiknya kita bicara di ruang kerjaku.”
“Berhenti bertingkah aneh Sean.” Rou menjadi sangat kesal.”Aku tahu kau marah padaku setelah kejadian terakhir kali kita bertengkar sebelum aku memutuskan untuk pergi ke Paris, tapi itu sudah berlalu, dan sekarang aku sudah kembali untukmu.”
“Sayangnya perasaanku bukan seperti sepotong pizza yang bisa kembali dihangatkan dalam microwave.” Sean tersenyum menatap Rou. “Kita bisa memulai chapter baru sebagai rekan kerja.” Sean mengulurkan tangannya pada Rou dan wanita itu menghempaskannya.
“Aku menginginkanmu kembali Sean, apapun yang kau inginkan akan ku lakukan.” Rou merangsek dan mengalungkan tangannya ke leher Sean.
“Aku ingin bersamamu, itu saja.” Bisik Rou begitu dekat dengan Sean.
“Rouwina . . . mengertilah, aku tidak bisa lagi kembali seperti dulu.” Sean berusaha melepaskan diri tapi Rou tetap mempertahankan posisinya.
“Kita bisa mencobanya lagi.” Kat Rou, “Lagipula aku sudah bertemu dengan Granny tadi pagi sebelum kemari, aku mengatakan pada Granny bahwa aku datang kembali untuk memulai hubungan denganmu dari awal. Dan kurasa Granny menyambut baik hal itu.”
Sean menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar. “Granny sudah memilihkan wanita untuk ku nikahi.” Kata Sean sembari menatap dalam pada Rou, dan wanita itu segera melepaskan tangannya dari leher Sean dan meletakkannya di kedua sisi rahang pria itu, kemudian Rou mencium paksa Sean sementara pria itu menolak.
“Rouwina, hentikan!” Bentak Sean. “Aku tidak pernah ingin berlaku kasar padamu, jadi tolong mengertilah apa yang ku katakan.” Sean memegang kedua sisi lengan Rou dan wanita itu mulai bergetar, air mata mulai menggenang di sudut-sudut matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You Sam #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
RomanceJangan Lupa Follow Akun saya ya 🤗 --------------- Telat nikah . . . Masih perawan diusiaku yang ke dua puluh enam tahun, dianggap sebagai kutukan yang harus ku tanggung seumur hidupku. Semua orang mentertawakanku termasuk Arabelle, orang yang sudah...
