“Jangan lakukan ini lagi Sir.” Sam tampak menarik dirinya memberi jarak, sementara Sean termangu. Dia bahkan tidak membayangkan bahwa egonya akan menyeret dirinya untuk keluar dari jalur dan mematahkan semua pengendalian diri yang selama ini menjadi sesuatu yang dia agungkan dalam dirinya. “He always take control for every things.” Tapi dihadapan Samantha, semua kontrolnya menjadi berantakan.
Sam segera menyelesaikan pekerjaannya tanpa menghiraukan Sean yang masih berdiri mematung menyaksikan semua yang dia lakukan.
“Bagaimana jika aku menginginkan lebih dari apa yang sudah terjadi di antara kita.” Kalimat Sean menghentikan langkah Sam yang hampir keluar dari ruangan.
Sam menoleh ke arah Sean. “Aku tidak bisa melakukannya untuk anda.” Kata Sam dengan perasaan bingung.
Sean melangkah mendekat ke arah Sam dan mengambil alih tumpukan sprei dari tangan Sam, kemudian meletakkannya di atas sofa, tepat di sebelah kiri Sam berdiri.
“Aku menginginkanmu Samantha, dan tidak pernah seperti ini sebelumnya.”
Sam menelan ludah, tenggorokannya seperti mendadak tersumpal batu besar.
“Aku selalu bisa mengendalikan diriku sebelumnya, dimanapun dan dalam situasi apapun, tapi jika itu berada dekat denganmu, semua menjadi berantakan.” Jujur Sean, mata Sam nanar menatap pria itu, pria yang dengan sungguh-sungguh menatap dalam padanya.
“Rouwina berada di kamarku tanpa busana tapi aku tidak tertarik menyentuhnya sedikitpun, tapi kau . . . melintas di hadapanku dengan seragammu saja sudah membuatku pusing.” Kata Sean dan itu jelas sangat menggelikan, alih-alih geli, Sam justru semakin tidak bisa berkata-kata.
“Kau tahu, aku ingin sekali melucuti pakaianmu sekarang juga. Melakukan semua yang ada dalam kepalaku, tapi aku tahu itu akan menyakitimu.” Kata Sean begitu dekat dengan Sam.
“Aku ingin menikahimu.” Sam meraih tangan Sam dan mengenggamnya sebatas dada.
Sam menggeleng. “Tidak . . . anda tidak perlu melakukan apa yang tidak ingin anda lakukan.”
“Aku ingin menikahimu, apa itu tidak jelas bagimu . . . aku menginginkannya.”
“Karena permintaan Granny bukan berarti anda menginginkannya.”
“Pertama melihatmu, matamu, bibirmu, tubuhmu, dan ditambah dengan kekuranganmu, kau semakin menantang untuk ditakhlukan Samantha.”
“Lihatlah seragamku Sir, apa kata orang jika mereka tahu anda menikahi seorang pelayan di rumah anda.”
“Aku tidak pernah peduli pada apa kata orang. Aku bahkan dicemooh sejak usiaku tiga hari dan ditinggalkan oleh ibu kandungku tanpa belas kasihan. Dan aku masih hidup sampai sekarang.”
Sam merasa keringat dingin mulai menjalari punggungnya. “Aku tidak akan bisa memberikan apapun yang anda butuhkan dalam sebuah pernikahan.”
“Samantha, dengarkan aku.” Pinta Sean. “Aku tidak pernah ingin menikah dengan siapapun, tapi denganmu. Aku ingin melakukannya, dan sesegera mungkin.” Kata Sean.
“Aku tidak mendapatkan alasan yang tepat mengapa anda ingin menikahiku Sir.”
“Aku tidak suka kau berbohong padaku demi menemui pria kekar itu, aku tidak suka dia memegang tanganmu, memberimu pelukan, bahkan bicara denganmu. Aku tidak ingin membagimu pada siapapun.” Kata Sean dengan nada emosional.
“Aku . . .” Sam tidak sanggup menjelaskan bahwa yang disangkakakn Sean, semuanya adalah kesalahpahaman.
“Aku ingin memilikimu Samantha. Dan satu-satunya cara untuk memilikimu seutuhnya adalah menjadikanmu isteriku. Dengan begitu tidak akan ada pria lain yang berani mendekati apalagi menyentuhmu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You Sam #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
RomanceJangan Lupa Follow Akun saya ya 🤗 --------------- Telat nikah . . . Masih perawan diusiaku yang ke dua puluh enam tahun, dianggap sebagai kutukan yang harus ku tanggung seumur hidupku. Semua orang mentertawakanku termasuk Arabelle, orang yang sudah...
