Matahari merangkak lebih cepat karena mereka berada di lantai paling atas di hotel itu. Samantha bergeliat dan tidak menemukan suaminya di sisinya. Saat dia membuka mata, Sean sudah tampak duduk dan membaca koran di sofa.
“Selamat pagi nyonya Dexter.” Sapa Sean dan Sam merona malu. Sean meletakkan korannya dan berjalan menghampiri Samantha, lalu membungkuk dan memberikannya ciuman selamat pagi.
“Kau menjadi pemalas sejak menikahiku.”
“Sorry.” Geleng Sam malu.
“Tidak masalah, aku suka kau bermalas-malasan di ranjangku.” Kata Sean.
“Ini ranjang hotel.” Protes Samantha.
“Dan bertanyalah pada pengelola hotel, siapa pemilik hotel ini?” Sam tersenyum.
“Kau?!” Mata Sam hampir keluar dari kerongkongannya.
“Milikmu sejak . . .” Sean memeriksa arlojinya. “Limabelas menit yang lalu.” Imbuhnya.
“What?” Sam jelas tak percaya.
“Dokumen pemindahan hak kepemilikan baru saja aku tandatangani limabelas menit yang lalu.”
“Di sini?” Tanya Sam.
“Manamungkin aku membiarkan pengacaraku melihat isteriku tanpa pakaian di dalam kamar.” Sean sekali lagi mengecup bibir Samantha.
“Jangan melakukan apapun yang berlebihan, aku tidak akan bisa mengelola bisnis. Aku hanya bisa datang padamu dengan secangkir kopi, merapikan pakaianmu, membersihkan kamarmu, membuatkanmu sarapan.”
“Satu lagi yang terlupakan . . .” Sean menatap dalam ke arah Sam.
“Apa?”
“Kau bisa membuatku kehabisan tenaga di atas ranjang.” Bisik Sean nakal.
“Berhenti menggodaku.”
“Segera mandi dan pakai pakaian terbaikmu, kita sudah terlambat untuk sarapan. Setelah itu aku akan mengajakmu ke kantor.” Sean mengulurkan piyama tidur Sam yang sejak semalam tidak lagi di kenakannya dan dengan kikuk Sam menyembunyikan tubuhnya dibalik piyama, sebenarnya itu tidak lagi dibutuhkan karena Sean sudah melihat semuanya.
“Kantor? Untuk?” Sam mengikat piyamanya lalu turun dari ranjang.
“Kau nyonya pemilik perusahaan, tentu saja semua karyawanku harus mengenalmu.” Sean melilitkan lengannya di pinggang Sam dan dengan nakal satu tangannya menyentuh bokong sintal milik isterinya itu.
“Mr. Dexter, kumohon jangan berlebihan.” Sam menepuk tangan Sean yang nakal dan menyisakan senyum di wajah suaminya.
“Apanya yang berlebihan.”
Sam menarik nafas dalam. “Aku tidak siap menjadi pergunjingan karyawanmu.”
“Aku akan memecat siapapun yang berani mentertawakan isteriku.”
Sam meraih wajah suaminya itu. “Aku akan lebih bahagia jika kau mengajakku pulang dan aku akan mengerjakan tugasku sebagai isteri di dalam rumahmu.”
Sean mengecup bibir isterinya itu sekali lagi, untuk yang ketiga kalinya pagi ini. “Tugasmu hanya melayaniku, bukan membereskan rumah, memasak atau yang lainnya.”
Alis Sam bertaut “Melayanimu hanya bisa kulakukan malam hari jika kau di rumah, lalu sisanya apa yang akan ku lakukan?”
“Jangan banyak protes, mandi dan bepakaian yang rapi. Kita akan sarapan dan aku akan membawamu ke suatu tempat.” Kata Sean.
“Bagaimana jika aku menolak?”
“Aku tidak suka bercinta dengan isteriku jika dia belum mandi.”
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You Sam #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
RomanceJangan Lupa Follow Akun saya ya 🤗 --------------- Telat nikah . . . Masih perawan diusiaku yang ke dua puluh enam tahun, dianggap sebagai kutukan yang harus ku tanggung seumur hidupku. Semua orang mentertawakanku termasuk Arabelle, orang yang sudah...
